Taman Satwa Cikembulan “Bidani Kelahiran” Kakatua Maluku

0
12 views
Taman Satwa Cikembulan Berhasil Kembangbiakan Satwa Terancam Punah.

“Maknai Hari Binatang Sedunia di Tengah Kepungan  Pandemi, Ponpes Yadul ‘Ulya Garut Juga Penyayang Satwa”

Garutnews ( Ahad, 04/10 – 2020 ).

Kendati Kabupaten Garut dikepung penularan predator Covid-19, Namun pengelola Taman Satwa Cikembulan Kadungora berhasil memaknai ‘Hari Binatang Sedunia’ 4 Oktober 2020 ini. Dengan keberhasilannya ‘membidani kelahiran’ Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) berspesies: C. moluccensis.

Manager Taman Satwa tersebut Rudy Arifin, SE menyatakan kebanggaan lembaga konservasinya berhasil mengembangbiakan, sepasang kakatua maluku dengan menetas mulusnya seekor satwa berstatus konservasi ‘Rentan’ (Menurun) berordo Bayan.

Berhasil “Bidani Kelahiran”.

Burung endemik Maluku diambang kepunahan itu, kini berkondisi sehat berumur tiga bulan, bisa dipisahkan dari induknya lantaran dapat hidup mandiri, sebagai partisipasi pengembangbiakan satwa mulai punah, imbuh Rudy Arifin.

Meski hingga, Ahad (04/10-2020) Pukul 20:14:52 WIB, terdapat 8.290 terpapar wabah pandemi maut. Terdiri terkonfirmasi positif 256 kasus, Probable 0, Suspect 3.070, dan Kontak Erat menembus angka 4.964 kasus, demikian data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat.

Rudy Arifin, SE.

Sedangkan Cacatua Moluccensis merupakan burung endemik Pulau Seram, Maluku Tengah. Akrab dengan sebutan Kakatua Seram. Sekarang populasinya semakin menyusut, sehingga upaya pelestarian mutlak diperlukan. Tetapi Taman Satwa Cikembulan memiliki koleksinya, yang apik dipelihara sejak 2007.

Burung ini berbulu putih bercampur warna merah-jambu. Di kepalanya ada jambul besar berwarna merah-jambu yang bisa ditegakkan.

Ponpes Yadul ‘Ulya Garut Juga Penyayang Satwa.

Dalam pada itu, peringatan hari hewan sedunia berawalk di Berlin. Ide seorang penulis majalah ‘Mensch und Hund’ (Man and Dog). Sangat cintanya pada binatang, pria bernama Heinrich Zimmermann ini menggelar hari binatang sedunia pada 24 Maret 1925.

Sebenarnya peringatan ini akan dilakukan 4 Oktober. Tanggal ini dipilih merujuk pada perayaan Santo Fransiskus Assisi terkenal sangat mencintai alam. Perayaan ini gagal karena tidak mendapatkan tempat.

Akhirnya peringatan hari hewan baru bisa digelar tanggal 4 Oktober pertama kalinya 1929. Saat itu peringatan ini hanya diikuti pecinta binatang dari Jerman, Austria, Swiss dan Cekoslowakia.

Santri Ponpes Yadul ‘Ulya Garut Berolahraga Berkuda.

Saat itu hari hewan belum begitu dikenal. Namun Zimmermann terus berusaha mempromosikan Hari Binatang Sedunia tanpa kenal lelah. Baru pada Mei 1931, Kongres Perlindungan Binatang Internasional meresmikan 4 Oktober sebagai perayaan Hari Binatang Dunia.

Sekarang, semua penyayang binatang di seluruh dunia merayakan hari binatang sedunia. Banyak dari mereka menggelar bazaar dan menggalang dana untuk kesejahteraan binatang yang dicintainya.

********

Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here