Taman Satwa Bidik “Celah” Bisa Pulihkan Macan Buta

0
41 views

“Sempat Dikunjungi Rombongan Istri Kapolda Jabar”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 23/12 – 2015 ).

Meski Kedua Matanya Buta, “Gadis Belia” Ini Kini Berkondisi Semakin Sehat dan Tegar Di Karantina Taman Satwa Cikembulan.
Meski Kedua Matanya Buta, “Gadis Belia” Ini Kini Berkondisi Semakin Sehat dan Tegar Di Karantina Taman Satwa Cikembulan.

Segenap Pengelola Taman Satwa Cikembulan, Kadungora, Garut, Jawa Barat.

Kini kian gencar membidik “celah”, atawa peluang bisa kembali memulihkan kedua mata macan tutul betina.

Menyusul lembaga konservasi tersebut, bisa berhasil 75 persen memulihkan kondisi fisik satwa langka dilindungi Undang-undang RI ini.

Sejak diselamatkannya dari banyak cedera, serta tersisih dari habitatnya.

Manager Taman Satwa itu, Rudy Arifin, SE katakan semakin gencar bisa mendapatkan celah bagi proses pemulihan kedua mata macan tutul tersebut, lantaran hingga kini masih belum terdapat rumah sakit satwa liar, meski spisiesnya dilindungi Undang-undang RI.

Inilah, Sang Pendatang Baru Harimau Tatar Sunda.
Inilah, Sang Pendatang Baru Harimau Tatar Sunda.

Padahal proses pemulihan kedua mata buta ini, dipastikan memerlukan sentuhan teknologi, serta kualitas sumber daya manusia memadai, guna menanganinya.

“Sehingga, barangkali terdapat kepedulian dari ‘lembaga konservasi’ (LK) lain, yang bisa menjalin kebersamaan dengan Taman satwa Cikembulan guna menanggulangi seekor macan tutul betina berkondisi ‘tuna netra’ itu,” imbuh Rudy Arifin kepada Garut News, Rabu (23/12-2015), saat menunggu kunjungan rombongan istri Kapolda Jabar pada Taman Satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini.

Sendiri, Kerap Merenungi Kedua Matanya yang Buta.
Sendiri, Kerap Merenungi Kedua Matanya yang Buta.

Sedangkan 25 persen yang masih belum pulih, berupa kedua matanya yang buta.

Sehingga satwa itu cukup tersiksa. Kendati kini bisa memanjat, serta mengonsumsi daging ayam kampung hidup dua ekor setiap harinya.

Namun kumis dimilikinya sangat membantu tingginya daya cium satwa liar tersebut.

Juga berekor cukup panjang dinilai bisa membantu keseimbangan gerak badannya.

Rudy Arifin, SE
Rudy Arifin, SE

Sebelumnya, temuan anak macan di kawasan kebun milik penduduk Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, berkondisi kedua matanya buta, dan lemas bahkan penuh cedera.

Sebab tak bisa mencari makan, kemudian menjalani pemulihan pada lembaga konservasi Taman Satwa Cikembulan.

Rudy Arifin katakan, meski macan tutul ini penuh cedera.

Tetapi pihaknya tetap konsisten dengan komitmennya berupaya keras memulihkan, merawat serta memeliharanya.

Kerap Didatangi Wisatawan dari Mancanegara.
Kerap Didatangi Wisatawan dari Mancanegara.

Kini kondisi satwa tersebut,  sangat lahap mengonsumsi setiap disajikan makanan, mengindikasikan kian beranjak pulih.

Kehadiran baru macan tutul itu, menjadikan Taman satwa Cikembulan sekarang memiliki koleksi tujuh macan tutul.

Termasuk seekor macan kumbang. Dua di antaranya berjenis kelaman betina.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Ir Djundjun Nurzaman, MM katakan, sejak Senin (09/11-2015), Taman Satwa Cikembulan kembali mendapat kiriman titipan seekor macan tutul dari Gunung Sawal Ciamis, yang hingga kini masih di karantina taman satwa itu.

Menyendiri Saksikan Para Pengunjung Taman Satwa Cikembulan.
Menyendiri Saksikan Para Pengunjung Taman Satwa Cikembulan.

Menyusul ditemukannya seekor macan tutul betina.

Berkondisi kesehatan sangat memprihatinkan.

Sangat diprediksi kuat, satwa berusia satu tahun baru disapih dari induknya.

Kemungkinan tersisih dari habitatnya akibat kedua matanya buta.

Bahkan nyaris sekujur wajah dan badannya sarat luka, ungkap Djundjun Nurzaman, antara lain.

“Didatangi Sekitar 150 Ribu Pengunjung”

Sayang dan Mendekap Erat Anak Masih Berusia Empat Bulan..... Selamat Hari Ibu....Bro.
Sayang dan Mendekap Erat Anak Masih Berusia Empat Bulan….. Selamat Hari Ibu….Bro.

Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, terbaring bisu di atas areal seluas sekitar lima hektar.

Juga optimis sepanjang 2015 ini, bisa didatangi sekitar 150 ribu pengunjung.

Maupun meningkat dibandingkan sepanjang Januari – Desember 2014 lalu didatangi 145 ribu pengunjung.

Sedangkan target kunjungan yang optimis pula dapat tercapai 30 ribu pengunjung.

Selama rentang waktu, sejak awal hingga akhir Desember 2015.

Olahraga.....Nihhhh..... ye.
Olahraga…..Nihhhh….. ye.

Atawa meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya terdapat 25 ribu pengunjung.

Diagendakan bakal digelar hiburan sehat pada Sabtu – Ahad  (02-03/01-2016) mendatang, menyambut lembaran awal 2016.

Dikatakan, totalitas koleksi satwa di lembaga konservasi satwa langka, dan dilindungi Undang-undang RI ini.

Sekarang mencapai 563 terdiri 114 spesies, demikian Rudy Arifin, antara lain menambahkan pula.

**********