Tak Sepatutnya Bupati Mengibaratkan Loyalitas PNS, “Pelacur”

Oleh : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 01/05 – 2014 ).

Inilah Bupati Garut, Rudy Gunawan, Mengibaratkan PNS di Indonesia Sebagai "Pelacur". (Foto: John Doddy Hidayat).
Inilah Bupati Garut, Rudy Gunawan, Mengibaratkan PNS di Indonesia Sebagai “Pelacur”. (Foto: John Doddy Hidayat).

Devinisi “Pelacur” antara lain perempuan yang melacur; wanita tunasusila; sundal.

Barangkali, tak sepatutnya Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP bertutur loyalitas “Pegawai Negeri Sipil” (PNS) atawa kalangan birokrat pada siapapun pimpinannya, diibaratkan “Pelacur”.

Lantaran, tak setiap PNS “melacurkan” diri pada pimpinannya, bahkan banyak kalangan birokrat hanya mau patuh pada pimpinan, yang “amanah” termasuk pimpinan jujur, dan bukan koruptor.

Selain itu, terlepas ada dan tidaknya pembenaran loyalitas PNS terhadap atasannya itu, bisa diibaratkan sebagai “pelacur”.

Nampaknya, amat sangat tak pantas seorang Rudy Gunawan, insan berpendidikan tinggi juga senantiasa menyantumkan gelar “haji” di depan nama besarnya, antara lain mengemukakan PNS atawa birokrat di Indonesia itu, “pelacur” siapapun yang menjadi pimpinannya.

Apalagi diungkapkan oleh seorang bupati, sebab statusnya sebagai pejabat negara, selain tentunya kini mengemban jabatan politis.

Kondisi ini, diperparah sangat tak sesuai atawa tak sejalan dengan salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Garut, mewujudkan birokrat berwibawa.

Juga mewujudkan masyarakat Kabupaten Garut, yang “Nyantri, Nyakola, dan Nyunda”.

Justru ungkapan “pelacur” dikemukakan Bupati Rudy Gunawan pada dialog interaktif pada salah satu radio penyiaran swasta, Kamis (01/05-2014) pagi, tersebut mungkin justru pribadi Rudy Gunawan pula yang “tak nyantri, nyakola, dan nyunda”.

Meski pendidikan formalnya lulusan pasca sarjana.

Kendati penulis langsung protes atawa mengingatkan, agar bupati berhati-hati bertutur, lantaran kefigurannya mesti bisa digugu dan ditiru.

Kemudian Bupati Rudy Gunawan, sempat beberapa kali minta maaf.

Dipastikan bisa dimaapkan.

Tetapi amat-sangat diharapkan ke depan, tak bertutur seenaknya.

Sebab, apabila loyalitas PNS maupun birokrat, oleh bupati diibaratkan “pelacur”.

Bisa menjadi preseden sangat buruk, bahkan bermunculan pertanyaan berbunyi, Bupati, Wakil Bupati dan Sekdanya dapat diibaratkan apa….?.

*******

Opini/Garut News

Penulis, Perintis Pendirian “Lembaga Kantor Berita Nasional” (LKBN) Antara di Manokwari, Papua Barat.

Related posts