TAG Menuai Simpatik Umat Islam Seluruh Indonesia

0
51 views
KH. Bachtiar Nashir, LC

Garut News ( Sabtu, 11/11 – 2017 ).

KH. Bachtiar Nashir, LC

********** Penyelenggaraan Tabligh Akbar Garut, Sabtu (11/11-2017) meski sempat dikhawatirkan menimbulkan gejolak lantaran ada penolakan PC NU setempat terhadap kehadiran Ustaz Bahtiar Natsir (UBN), dan Ahmad Shabri Lubis selaku pengisi tausiyah, ternyata berjalan aman, dan lancar bahkan damai sehingga berlangsung kondusif.

KH. Ahmad Shobri Lubis.

********* Hanya, lokasinya dipindahkan semula di Lapang Otto Iskandardinata/Alun alun depan Masjid Agung menjadi di Lapang Sarana Olah Raga (SOR) Kerkhof. Padahal pihak DKM Masjid Agung pun memersilahkan penggunaan Alun alun untuk tabligh akbar tersebut.

Sedangkan kepastian lokasi di Lapang SOR Kerkhof diputuskan mendadak – sontak pada malam menjelang pelaksanaan Tabligh Akbar. Beberapa saat sesudah Forkopimda Garut menggelar rapat koordinasi secara mendadak pula.

Pada malam bersamaan, sekelompok orang terus bersikap intimidatif dan “menguasai” Alun – alun. Padahal sejumlah aparat berjaga-jaga, dan panitia pelaksana pun bersiaga melakukan persiapan penataan lokasi untuk Tabligh Akbar.

Sehingga pemindahan lokasi Tabligh Akbar “Garut Bumi Islam” itu, menjadikan banyak peserta berkumpul di Alun alun, Sabtu pagi terpaksa mesti berjalan lagi menuju Lapang SOR Kerkhof.

Namun banyak di antara peserta malahan bersyukur adanya penolakan terhadap UBN dari PC NU Garut termasuk GP Ansor dan Banser-nya. Acara Tabligh Akbar Garut menjadi viral, dan mendapatkan simpati serta perhatian luar biasa dari umat Islam dari berbagai daerah. Terutama kalangan alumni Aksi Bela Islam 212.

“Ujian diterima panitia pelaksana sebelum acara yaitu penolakan adalah cara Allah memberikan kenikmatan yang lebih besar,” ungkap salah satu peserta.

Demikian pula dikemukakan menantu Habib Rizieq Syihab, Habib Hanif al Attas.
“Kalau tak ditolak, mungkin takkan sebesar ini,” ujarnya.

Dia pun berpesan agar umat Islam selalu bersatu, dan jangan mundur, meski ulamanya difitnah, diintimidasi, bahkan dibunuh.

Menjadi Sunyi Sepi.

********** Kendati PC NU Garut dengan GP Ansor dan Banser-nya menolak kehadiran UBN, ternyata warga NU pun terlihat hadir pada Tabligh Akbar di Lapang SOR Kerkhof ini. Terlihat dari pakaian dikenakan mereka dengan lambang NU-nya yang mencolok.

Bahkan tak hanya itu, kalangan wanita NU-nya juga bergabung dengan organisasi lain membangun Posko Bantuan untuk peserta Tabligh Akbar.

Ustaz Bahtiar Nashir pun sempat memuji dan mendo’akan para jama’ah yang datang ke Tabligh Akbar Garut merupakan golongan digambarkan Allah dalam Al Qur’an di akhiratnya sebagai orang-orang berwajah putih bersih berseri-seri.

Relawan Berkeliling Bersihkan Sampah.

********** Tak ada ketakutan. Tak merasa terancam. Tak merasa terintimidasi. Sebab mereka datang demi ukhuwah Islamiyah, persatuan dan persaudaraan dalam Islam.

Bersamaan Tablih Akbar berlangsung, Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengadakan pertemuan dengan pengurus PC NU Garut di Jalan Suherman selama sekitar satu jam.

Kepada sejumlah wartawan, Kapolda meyakinkan Tabligh Akbar berlangsung aman, dan terkendali. Tak terjadi hal-hal menjurus negatif, katanya.

*********

(NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat).