Tafsir Alquran yang Dianggap Mendikotomi Partai Allah-Setan

0
86 views
Amien Rais.

Selasa 17 April 2018 12:30 WIB
Red: Muhammad Subarkah

“Istilah ‘hizballaah’ dan ‘hizbasy-syaithoon’ memang ada dalam Alquran”

Oleh: Muhammad Subarkah*

Amien Rais.

Pernyataan Ketua Dewan kehormatan PAN Amien Rais yang menyebut tentang partai Allah dan partai setan menjadi kontroversi. Pernyataan Amien setelah mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, ini dianggap sebagai pendikotomian partai politik. Pernyataan tersebut juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polda Metro Jaya.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? Untuk melawan hizbusy-syaithan,” ujar Amien dalam cermahnya itu.

Nah, akan lebih jelas berikut kutipan ayat Al Quran yang dikutip Amien Rais soal adanya pihak, golongan, partai dengan konteks makna berpihak pada Allah dan partai setan itu.

Berikut kutipan ayat berbahasa Arab dan kutipan terjemahan menurut tafsir Depag dan tafsir yang sangat klasik yang dikaji diberbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam lain yang sejenisnya: Tafsir Jalalain. Tafsir ini sekarang sangat mudah unduh di media daring. Banyak aplikasi yang menyediakannya. Tafsir ini semakin berguna bagi mereka yang tak paham bahasa Arab.

  • Al Quran Surat Al Mujadalah ayat 19 dan 22.
    Oleh tafsir terbitan Kementerian Agama (Kemenag/Depag) ditafsirkan atau diterjemahkan begini:

‏﴿١٩﴾ ٱسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ ٱلشَّيْطٰنُ فَأَنسَىٰهُمْ ذِكْرَ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لٓئِكَ حِزْبُ ٱلشَّيْطٰنِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱلشَّيْطٰنِ هُمُ ٱلْخٰسِرُونَ

(19) Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. (Al Mujaadalah 58:19)

Ayat yang sama oleh Tafisr Jalalain ditermahkan atau ditafsirkan begini:

‏﴿١٩﴾ ٱسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ ٱلشَّيْطٰنُ فَأَنسَىٰهُمْ ذِكْرَ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لٓئِكَ حِزْبُ ٱلشَّيْطٰنِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱلشَّيْطٰنِ هُمُ ٱلْخٰسِرُونَ

(19) (Telah berkuasa) maksudnya telah berhasil mempengaruhi (atas mereka setan) karena ternyata mereka menaatinya (lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan) yakni pengikut-pengikutnya. (Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi). (Al Mujaadalah 58:19)

Sedangkan surat Al Mujaadalah ayat ke 22 Menurut Tafsir Jalalain ditafsirkan begini:

﴿٢٢﴾ لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang) artinya berteman (dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang-orang itu) yakni orang-orang yang menentang itu (bapak-bapak mereka) yakni bapak-bapak orang-orang yang beriman (atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, atau pun keluarga mereka) bahkan orang-orang yang beriman itu pasti memusuhi mereka dan memerangi mereka demi keimanannya, sebagaimana yang dialami oleh sebagian para sahabat. (Mereka itulah) orang-orang yang tidak mau berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya (yang Allah telah menanamkan) yakni meneguhkan (keimanan dalam kalbu mereka dan menguatkan mereka dengan cahaya) yakni nur (dari-Nya) dari Allah swt. (Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka) karena ketaatan mereka kepada-Nya (dan mereka pun merasa puas terhadap-Nya) atas pahala. (Mereka itulah golongan Allah) artinya yang mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. (Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung) yang memperoleh keberuntungan(Al Mujaadalah 58:2)

Alquran Surat Al Mujaadalah ayat ke 22 oleh tafsir Kemenag diartikan begini:

﴿٢٢﴾ لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(22) Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.(Al Mujaadalah 58:22)

Istilah ‘Hizbullah’ sudah sejak dahulu dipergunakan, yakni sejak kemerdekaan Indonesia. Bahkan cikal bakal TNI itu juga sebagian berasal dari laykar pejuang kaum Muslim Indonesia yang akrab dengan nama ‘Hizbullah’. Gambar ini menjelaskan ketika para pejuang Hizbullah berparade dalam masa perang perjuangan kemerdekaan.

Adanya pernyataan Amien Rais kemudian menuai pro dan kontra terkait adanya dua partai, yaitu partai Allah (hizb Allah) dan partai setan (hizb syaithan) yang ada dalam Alquran. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid.

Zainut menjelaskan di dalam Alquran surat Al-Mujadilah ayat 19-22 itu menerangkan adanya dua golongan manusia, yaitu golongan setan (hizb as-syaithan) dan golongan Allah (hizb Allah). Menurut dia, golongan setan itu disebutkan sebagai golongan orang yang selalu berdusta, lupa mengingat Allah, dan suka menentang ajaran Allah dan Rasul-Nya. Orang yang masuk dalam kategori itu disebut golongan orang yang merugi.

Sementara, golongan Allah itu disebut sebagai orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, yaitu orang-orang yang menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Allah. Orang yang masuk dalam kategori itu disebut golongan orang yang beruntung.

Dari penjelasan itu, Zainut menegaskan dalam konteks ayat di atas terlepas dari konteks politik seperti apa yang disampaikan Amien Rais. “Konteks ayat tersebut di atas lebih pada makna transendental, yaitu tentang akidah, keyakinan, atau keimanan kepada Allah SWT bukan dalam konteks politik,” ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/4).

Subkhi dari Parakan, Temanggung. Beliau adalah pendiri lasykar Hizbullah yang legendaris. Kiai Subkhi adalah salah satu penasihat Penglima Besar Jendral Sudirman. Pesantrennya pada perang kemerdekaan terkenal dengan sebutan: Pesantren Bambu Runcing.

Karena itu, menurut dia, tidak tepat jika ada pihak yang mengaitkan ayat tersebut di atas dengan konteks politik kepartaian di Indonesia. Namun, Zainut mengungkapkan dirinya tetap berprasangka baik terhadap Amien Rais.

“Saya berprasangka baik Pak Amien Rais tidak bermaksud mengaitkan ayat tersebut dengan kondisi partai-partai di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo mengatakan hal yang disampaikan Amien Rais itu adalah dalam konteks tauhid Islam sesuai Alquran. Pernyataan Amien Rais soal partai setan bukanlah dalam konteks parpol.

Dijelaskannya, rujukan Amien Rais adalah kata ‘hizballaah’ dari Al Maidah ayat 56. Alquran terjemahan Kementerian Agama mengartikannya sebagai “pengikut (agama) Allah”. Kata “hizb” ini bisa diartikan sebagai golongan, kelompok, grup atau partai.

“Namun kata partai ini tidak otomatis berarti partai politik. Al Maidah 56 juga menegaskan bahwa ‘hizballaah’ itu adalah orang-orang yang menang,” kata Dradjad, dalam siaran persnya, Ahad (14/4).

Lawannya, kata Dradjad adalah ‘hizbasy-syaithoon’, ada di surat Al Mujaadilah ayat 19. Dalam Alquran terjemahan Kementerian Agama, hizbasy-syaithoon ini diartikan sebagai “golongan setan”. Merekalah yang merugi. “Apa ciri-ciri keduanya? Silakan baca sendiri Al Maidah 55-56 dan Al Mujaadilah 19,” ungkap Dradjad.

Amien Rais, lanjut Dradjad, sama sekali tidak membagi parpol menjadi Partai Allah vs Partai Setan. Tidak ada kata-kata parpol dalam ucapan Amien Rais. “Beliau menyebut partai, itu artinya kelompok atau golongan. Lebih besar dan lebih luas dari sekadar partai politik,” kata politikus senior PAN ini.

Sebagai bukti, Dradjad meminta agar melihat kutipan pernyataan Amien Rais, yaitu: “bukan hanya PAN, PKS dan Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah”.

Termasuk kutipan berikut: “Orang-orang yang anti-Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya… Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan.”

Jadi, kata Dradjad, jelas bahwa yang dimaksud Amien Rais dengan kata “partai” itu adalah “kelompok” atau “golongan/pengikut”, bukan partai politik. Hal ini juga berlaku untuk istilah “partai besar”.

“Karena itu, dengan segala kerendahan hati, izinkan saya mengajak kita semua melihat hal ini dari kacamata tauhid Islam. Bukan kacamata partai politik. Sehingga, tidak perlu terjadi kontroversi terkait hal ini,” papar Dradjad.

*Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika.

********

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here