Tadaburi Al-Fatihah untuk Mendapat Cinta Allah

0
10 views
Santri Ponpes Yadul 'Ulya Garut.

Ahad 21 Mar 2021 12:21 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Fakhruddin

Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Merenungi lemahnya diri kita dengan perasaan penuh harap atas pertolongan-Nya semata”

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Surat Al-Fatihah memiliki kandungan yang sangat luar biasa jika dipahami dan ditadabburi (direnungi, didalami, dan dihayati) dengan baik. Para ulama mengatakan kandungan isi Alquran semuanya ada di surat Al-Fatihah. 

Pimpinan Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Qur’an Cijamil Kab.Bandung Barat, Ustaz Teguh Turwanto menyampaikan hasil tadabburnya sesuai dengan kitab-kitab tafsir yang mu’tabar dengan ringkas dan lebih mudah dipahami.

“Jika ayat-ayat Alquran dapat dipahami dan sering ditadabburi dengan baik Insya Allah bisa menambah keimanan, menyentuh dan melembutkan hati,” tutur Ustaz Teguh dalam tausiyah daringnya.

Tadaburi Al-Fatihah untuk Mendapat Cinta Allah

Dalam hal ini kata Ustaz Teguh, Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Berikut dahsyatnya kandungan surat Al-Fatihah:

  1. Meminta pertolongan dan keberkahan dari Allah Ta’ala sebelum melakukan sesuatu ada pada:

بِسْمِ اللَّهِ

“Dengan nama Allah”.

  1. Besarnya kasih sayang Allah Ta’ala pada seluruh makhluknya ada pada:

الرَّحْمنِ

“Yang Maha Pemurah”.

  1. Cinta-Nya yang “spesial” pada hamba-Nya yang mukmin ada pada:

الرَّحِيمِ

“Lagi Maha Penyayang”.

  1. Merenungi banyaknya ni’mat Allah Ta’ala yang sudah Ia berikan dan ucapan syukur (terimakasih) kepada-Nya, ada pada ayat:

الْحَمْدُ لِلَّهِ

“Segala puji bagi Allah”.

  1. Sungguh besar dan luasnya alam ini yang telah diciptakan-Nya dan semuanya adalah milik-Nya, ada pada ayat:

رَبِّ الْعالَمِينَ

“Tuhan semesta alam”.

  1. Merenungi hari akhirat sebagai hari pembalasan dimana seluruh amal di dunia diperiksa, diperlihatkan, dan dibalas pada pengadilan Allah. Serta kekuasaan-Nya di hari pembalasan tersebut, ada pada:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

“Yang Menguasai hari pembalasan”.

  1. Merenungi tujuan hidup dimana ibadah, ketaaatan, dan keikhlasan ditujukan hanya kepada-Nya, ada pada:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ

“Hanya Engkaulah Yang Kami sembah”.

  1. Merenungi lemahnya diri kita dengan perasaan penuh harap atas pertolongan-Nya semata karena bagaimanapun juga kita tidak akan mampu beribadah tanpa pertolongan-Nya, ada pada:

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”.

  1. Meminta hidayah berupa taufiq dari-Nya yaitu kemudahan dan kekuatan dari-Nya dalam beribadah dan ketaatan kepada-Nya, menuju jalan yang diridhoi-Nya yaitu Islam dan AlQur’an, ada pada:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus”.

  1. Merenungi kebutuhan kita terhadap hidayah berupa taufiq dari-Nya sebagaimana hidayah yang Dia berikan kepada orang-orang yang shaleh (dianugerahkan kenikmatan), dan meminta perlindungan kepada-Nya agar tidak seperti orang kafir yang berilmu tapi tidak diamalkan (dimurkai-Nya) dan tidak berilmu (tersesat), ada pada:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat”.

Dari penjelasan diatas maka dahsyatnya kandungan surat Al-Fatihah meliputi hal-hal berikut ini:

▪Bersyukur pada-Nya.

▪Betapa besar kekuasaan-Nya.

▪Betapa besar kasih sayang-Nya.

▪Ingat hari pembalasan.

▪Merenungi tujuan hidup.

▪Merasa lemah dihadapan-Nya.

▪Tidak bisa beribadah tanpa pertolongan-Nya.

▪Hidayah itu milik-Nya.

▪Selalu meminta hidayah/taufiq dari-Nya.

▪Dan masih banyak lagi lainnya.

“Wallahu a’lam,” kata Ustaz Teguh menutup tausiyahnya.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here