Sungai Cimanuk Garut Menguap 34.800 Liter/Detik

0
41 views

“Delapan Irigasi Pemasok 3.890 Hektare Sawah Juga Diranggas Kemarau Berkepanjangan”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 04/11 – 2015 ).

Inilah Kondisi Dasar Sungai Cimanuk.
Inilah Kondisi Dasar Sungai Cimanuk.

Menguap atawa berkurangnya cakupan debet air pada sepanjang lintasan Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini mencapai 34.800 liter per detik.

Lantaran selain diranggas kemarau berkepanjangan juga sangat diperparah kian merebak-maraknya proses penggundulan hutan. 

Uu Saepudin.
Uu Saepudin.

Padahal pada kondisi normal, debet sungai tersebut mencapai 36 ribu liter per detik, tetapi kini hanya menyisakan 1.200 liter per detik.

Sedangkan jika terjadi setiap luapan banjir didera hujan deras terus-menerus, debit airnya nyaris bisa mencapai 60 ribu liter lebih per detik.

Kepala Dinas “Sumber Daya Air dan Pertambangan” (SDAP) setempat, Uu Saepudin didampingi Kepala Seksi Rancang Bangun SDAP, Dedi Heryana katakan drastisnya kehilangan debit air itu sebenarnya dengan sistem gilir giling masih bisa mengairi 874 hektare sawah “Daerah Irigasi” Cimanuk, kendati berintensitas pasokan sangat tak memadai.

Dedi Heryana.
Dedi Heryana.

Malahan dengan interkoneksi sungai lainnya kapasitas air 1.200 liter per detik, termasuk pula bisa memasok 500 hektare persawahan berigasi pedesaan , katanya.

Kepada Garut News, Rabu (04/11-2015), mereka pun mengemukakan kritis maupun sangat tak memadainya pasokan air kini terjadi pada 3.890 hektare areal persawahan, yang selama ini dialiri delapan daerah irigasi.

Terdiri Irigasi Citameng 4 yang pada kondisi normal bisa memenuhi kebutuhan air 484 hektare sawah, Citameng 2 (341 hektare), Cipacing (270 hektare), Parigi (408 hektare), Badama (555 hektare), Cimaragas (809 hektare), Cipeujeuh (437 hektare), serta irigasi Cianteun pada kondisi normal memenuhi kebutuan air 586 hektare sawah.

Lintasan Sungai Cimanuk di Kota garut, Jawa Barat.
Lintasan Sungai Cimanuk di Kota Garut, Jawa Barat.

Namun sekarang, kedelapan irigasi pemasok 3.890 hektare areal persawahan tersebut, pemenuhan kebutuhan airnya hanya bisa mendapat pasokan sepuluh persen, ungkap mereka pula.

Sedangkan solusinya, selain kudu intens dilakukan gilir giling.

Juga menunggu tibanya musim penghujan, serta berfungsinya pasokan air dari jaringan Bendung Copong pada Daerah Irigasi Leuwigoong, yang katanya bisa mengairi 5.313 hektare sawah.

 

******