Sumber Daya Rancakukuk Garut Masih Dikelola Tradisional

0
13 views
Rancakukuk Garut, Jawa Barat.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 15/09 – 2018 ).

Rancakukuk Garut, Jawa Barat.

Foto berita Garut News akhir pekan ini, Sabtu ( 15/09 – 2018 ), memotret sumber daya situ maupun Danau Rancakukuk yang hingga kini masih dikelola penduduk setempat secara tradisional secara turun – temurun.

Padahal potensi alami sumber daya air aset carik desa seluas sekitar 7,5 hektare, seluas 2,5 hektare di antaranya carik Desa Bagendit tersebut, terdapat di wilayah Kecamatan Banyuresmi Garut, Jawa Barat. Bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Mengais Rezeki.

Lantaran lokasinya pun terbilang masih berdekatan dengan Situ Bagendit, sama-sama dilintasi bentangan ruas badan jalan, yang kerap dijadikan jalan alternatif pada musim arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri.

Namun, kendati bisa dijadikan wahana wisata sangat prosfektif. Tetapo potensi industri pariwisata itu, hingga kini masih merupakan “mosaik” yang masih “idle”, sebab belum dikelola proporsional dan profesional.

Membawa Umpan Ikan.

Meski berlokasi pada lintasan ruas badan jalan jalur alternatif mobilitas ragam moda transfortasi antara Jakarta – Surabaya, dan sebaliknya.

Sedangkan potensi ekonomi Danau Rancakukuk tersebut, selain menjadi wahana pembudidayaan ragam jenis ikan air tawar. Seperti antara lain jenis ikan mas, nila, deleg juga lele.

Juga hampir sepanjang lintasan bibir pantainya pun. Selama ini oleh penduduk setempat, dijadikan areal persawahan.

Berikut Ate, pria berusia 57 tahun selama ini pula memanfaatkan sumber daya ini, sebagai wahana mencari ikan dengan memasang beberapa jaring disangga beberapa batang bambu.

Meniti Rutinitas Ritme Kehidupan.

Setiap hari jaring direndam di bawah permukaan air, sejak sekitar pukul 06.00 kemudian diangkat untuk diambil hasil tangkapan ikannya pada pukul 16.00.

Dari beberapa sarana penangkapan ikan tersebut. Rata-rata bisa diperoleh jenis ikan nila, maupun ikan emas sebanyak sepuluh kilogram.

Kemudian khusus jenis ikan nila dijual eceran maupun borongan, dengan harga ecerannya pada kisaran Rp25 ribu per kilogram.

Sedangkan pada tepian Situ Rancakukuk, maupun pinggiran lintasan jalan raya. Hanya terdapat beberapa kios sederhana, para penjualnya menjajakan makanan dan minuman ringan.

Lokasi ini acap disinggahi para pelintas termasuk kalangan remaja, bahkan para pengguna jasa jalan yang sengaja rehat sejenak.

********