Suasana DPRD Garut Senyap “Nyaris Menyerupai Pemakaman”

Garut News ( Jum’at, 21/03 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Memasuki hari kelima, dan keenam masa kampanye Pemilu Legislatif, Kamis – Jum’at (20-21/03-2014), suasana gedung DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat, tampak sunyi sepi, bahkan senyap, “nyaris menyerupai pemakaman”.

Lantaran para anggotanya “yang terhormat” itu, Diduga kuat bersibuk-ria  berkampanye.

Sehingga tak terlihat terdapat aktivitas pimpinan atawa anggota dewan terhormat tersebut.

Berdasar pantauan, hanya ada beberapa pejabat dan staf Sekretariat DPRD, sekali-kali terlihat berlalu lalang seputar lingkungan perkantoran kesekretariatannya.

Mulai pintu ruang pimpinan DPRD, hingga ruangan Fraksi juga Komisi tampak tertutup rapat.

Hanya sesekali ruangan Rapat Paripurna, dan ruang Aspirasi terbuka.

Itu pun lantaran terdapat kegiatan renovasi.

Di ruangan parkir DPRD pun malahan tak terlihat kendaraan biasa digunakan pimpinan, dan anggota dewan, baik kendaraan dinas atawa kendaraan pribadi.

Di sana hanya terdapat beberapa kendaraan pegawai Sekretariat DPRD.

Kemungkinan, mulai malasnya para anggota dewan berkantor bahkan terpantau sejak sepekan sebelum masa kampanye dimulai.

Akibatnya masyarakat hendak menemui mereka kerap terpaksa gigit jari, meski sebelumnya ada perjanjian pertemuan di DPRD.

“Susah menemui anggota dewan sekarang. Saya coba ke rumahnya. Tetapi katanya berangkat ke sini (DPRD). Eh, ternyata enggak ada. Ke kantor partainya juga enggak ada. Katanya ke sini. Disusul lagi, masih enggak ada. Dihubungi HP-nya, enggak nyambung-nyambung,” keluh seorang konstituen asal Kecamatan Pangatikan mengaku hendak bertemu Wakil Ketua Pimpinan DPRD Garut, Lucky Lukmansyah Trenggana, Kamis (20/03-2014).

Plt. Sekretaris DPRD Garut, Dedy Mulyadi mengakui akhir-akhir ini para anggota dewan langka berdatangan ke gedung DPRD.

Dia menduga lantaran mereka sibuk kampanye.

“Menurut aturan, sebenarnya tak ada masa cuti bagi anggota dewan. Namun, yang saya tahu kalau ada audensi atau rapat kerja komisi-komisi, mereka selalu hadir. Hanya jumlahnya tak utuh. Kalau ingin tahu alasannya, bisa langsung tanyakan bersangkutan,” katanya.

Dikemukakan, dari 50 anggota dewan, 45 di antaranya menyalonkan lagi pada pemilu mendatang, baik DPRD Kabupaten Garut, maupun DPRD Provinsi Jawa Barat.

Lima anggota tak menyalonkan lagi terdiri Ahmad Bajuri (Partai Demokrat), Yayat Hidayat, Usep Jumhur (PAN), Wawan Kurnia, dan Mamat Rahmat Saleh (PKS).

******

Noel, JDH.

Related posts