Stop Investasi Bodong Mavrodi

Garut News ( Selasa, 12/08 – 2014 ).

Ilustrasi/Speciment. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi/Speciment. (Foto : John Doddy Hidayat).

Sungguh aneh sikap “Otoritas Jasa Keuangan” (OJK) soal investasi “Manusia Membantu Manusia” (MMM).

Pengelola investasi diduga bodong itu hingga kini masih terus beroperasi.

Padahal Otoritas menerima 126 aduan masyarakat soal MMM.

Aduan itu antara lain memertanyakan status perizinan dan model investasi ini.

Pengelola MMM mencari investor baru melalui Internet dan media sosial.

Dengan bujukan “saling membantu sesama manusia”, pengelola MMM mengajak orang menjadi anggotanya, dan menawarkan imbal hasil tertentu dari investasi mereka.

Mengikuti program ini memang gampang.

Orang hanya perlu alamat e-mail, KTP, dan telepon seluler, lalu membuat sebuah akun di situs web-nya, mmmindonesialegal.com.

Setiap anggota memilih paket dana sesuai keinginan, minimal Rp100 ribu dan maksimal Rp10 juta.

Uang itu tak disetorkan ke akun tertentu, melainkan diminta ditransfer ke rekening anggota lain terpilih secara bergiliran.

Perintah pembayarannya disampaikan melalui SMS.

Program ini menjanjikan imbal hasil sebesar 30 persen per bulan.

Melihat polanya, investasi ini terang tergolong money game, haram dilakukan di negeri ini.

Pemilik MMM tak jelas mengembangkan bisnis apa.

Mereka hanya mengatakan bonus 30 persen diperoleh karena “iklan-iklan promosi diluncurkan dan dari rekrutmen anggota-anggota baru oleh para manajer MMM”.

Sebetulnya, dari penjelasan di situsnya saja sudah jelas, MMM Indonesia memakai model investasi “Mavrodi Mondial Moneybox” (MMM).

Model ini diciptakan Sergei Panteleevich Mavrodi, pengusaha dan anggota parlemen Rusia.

Usaha Mavrodi terbukti penipuan.

Dia pun ditangkap pada 2003.

Pengadilan Rusia kemudian menyatakan Mavrodi bersalah menipu 10 ribu investor bernilai investasi US$ 4,3 juta atawa Rp50 miliar pada 2007.

Dia dihukum empat tahun enam bulan penjara.

Meskip jelas skema ini sebuah penipuan investasi, rupanya gagasan Mavrodi tidaklah mati.

Pada 2011, MMM masuk India dan mulai menarik dana masyarakat.

Divisi Kejahatan Ekonomi Kepolisian Mumbai, India, kemudian menahan enam pegawai MMM pada 2013, termasuk tiga berkewarganegaraan Rusia.

Berbekal aduan dan rekam jejak MMM di Rusia serta India, semestinya Otoritas tak perlu ragu lagi, investasi ini bodong dan berpotensi merugikan masyarakat.

OJK kudu segera memberangus MMM sebelum menelan banyak korban.

Pasal 4c pada Undang-Undang Nomor 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan menetapkan OJK dibentuk agar seluruh kegiatan dalam sektor jasa keuangan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Undang-undang ini juga memberikan OJK kewenangan menghentikan kegiatan investasi berpotensi merugikan konsumen.

Dengan kewenangan dimilikinya, OJK bisa segera menyelidiki orang-orang terlibat di dalamnya.

Hal ini tidaklah susah lantaran di situs MMM nama pengelola terpampang jelas.

OJK juga dapat meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika menutup situs MMM Indonesia guna mencegah meluasnya penyebaran informasinya.

******

Opini Tempo.co

Related posts

Leave a Comment