Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota Jabar Berkondisi Stagnan

0
9 views
Pembangunan Sumber Daya Manusia di Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut.
Perpustakaan Masjid Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Pandemi Turunkan Pengeluaran Masyarakat”

Garutnews ( Rabu, 06/01 – 2021 ).

Dibandingkan 2019 silam, pada 2020 tak terjadi perubahan  (stagnannya) status pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota se Jawa Barat. Lantaran terdampak penurunan komponen pengeluaran per kapita masyarakat, bahkan beberapa kabupaten/kota mengalami penurunan IPM pada 2020 itu.

Sumber resmi BPS menyebutkan, wabah corona berdampak pada menurunnya pengeluaran per kapita per tahun masyarakat seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Penurunan pengeluaran per kapita berkisar antara minus 1,09 persen (Kota Cirebon) dan minus 4,56 persen (Kabupaten Karawang).

Salahsatu Sarana Olahraga Tingkatkan Kualitas Imunitas Tubuh di Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Sedangkan capaian pembangunan manusia 2020 di tingkat kabupaten/kota ini, berkisar antara 65,36 (Kabupaten Cianjur) hingga 81,51 (Kota Bandung). Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Usia Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 69,47 tahun (Kabupaten Tasikmalaya) hingga 75,01 tahun (Kota Bekasi).

Kemudian pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah berkisar antara 11,70 tahun (Kabupaten Subang) hingga 14,20 tahun (Kota Bandung), serta Ratarata Lama Sekolah berkisar antara 6,30 tahun (Kabupaten Indramayu) hingga 11,28 tahun (Kota Depok).

Satri Belajar, dan Berlatih Fisik di Alam Terbuka.

Pengeluaran per kapita di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 7,852 juta rupiah per tahun (Kabupaten Tasikmalaya) hingga 16,887 juta rupiah per tahun (Kota Bandung).

Dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, Kota Bandung, Kota Bekasi, dan Kota Depok memiliki status IPM “Sangat Tinggi”, sedangkan 24 kabupaten/ kota lainnya berstatus “Sedang” dan “Tinggi”. Terjadi penurunan IPM tahun 2020 di 14 kabupaten/kota, sedangkan 13 kabupaten/kota lainnya mengalami peningkatan.

IPM Kota Bandung pada 2020 (81,51), Kota Bekasi (81,50), serta IPM Kota Depok 2020 (80,97).

Santri Kuttab Selusuri Lereng Pegunungan.

“Capaian IPM Garut 2020 Anjlok 0,10 Poin”

Capaian IPM Kabupaten Garut 2020 hanya bisa bertengger pada 66,12 sehingga anjlok atau mengalami penurunan mencapai 0,10 poin dibandingkan capaian IPM 2019 (66,22).

Maka-pertumbuhannya-pun terjun-bebas (-0,15) persen. Sedangkan pertumbuhan IPM Garut 2019 masih dapat meraih 1,22 persen.

Berdasar data BPS kabupaten-setempat, penyebab penurunan tersebut lantaran terjadinya penurunan pengeluaran per-kapita (2020) Rp7.876.000 dibandingkan(2019) Rp8.099.000.

UHH-2020 (71,41) tahun meningkat 0,19 tahun dibandingkan UHH 2019 (71,22) tahun kendati capaian kinerja itu tak berbanding lurus dengan besaran pagu keuangan (BTL+BL) Dinkes bersumber APBD (2020) Rp468.110.532.608.

Demikian pula  RLS 2020 (7,52) tahun hanya meningkat 0,01 tahun dibandingkan RLS 2019 (7,51) tahun.

Kemudian HLS 2020 (11,91)tahun hanya meningkat 0,09 tahun dibandingkan HLS 2019 (11,82) tahun.

Juga sangat tak berbanding lurus dengan besaran pagu keuangan (BTL+BL) Disdik bersumber APBD 2020 Kabupaten Garut mencapai Rp1.585.182.764.655.

Capaian IPM 66,12 Kabupaten Garut tahun 2020 hanya bisa pula bertengger pada peringkat ke-25 dari 27 Kabupaten/Kota di Jabar, sedangkan peringkat (26) Tasikmalaya 65,67, dan peringkat (27) Cianjur 65,36.

Padahal-keseluruhan-pagu-keuangan (BTL+BL) APBD 2020 Garut bagi 78 OPD termasuk 42 kecamatan bernilai total mencapai Rp4.906.820.922.510.

***

Abahjohn.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here