Srikandi Garut Meradang Pemotongan Honorarium

Garut News ( Jum’at, 28/03 – 2014 ).

Ilustrasi/Specimen. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi/Specimen. (Foto: John Doddy Hidayat).

Banyak petugas kebersihan kawasan Kota Garut terdiri dari kaum hawa, dikenal dengan sebutan “pasukan Srikandi” mengeluhkan bahkan “meradang” pemotongan honor diterimanya setiap bulan.

Padahal perjanjian kerja dengan “Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan” (DLHKP) setempat sebelumnya, tak terdapat klausul pemotongan honor.

Sedangkan pemotongan honor mencapai Rp20.000 setiap srikandi, dari masing-masing honor kerja sebesar Rp400.000 per bulan.

“Sudah honornya kecil, dipotong lagi! Ya habislah!” kata Srikandi Diah (bukan nama sebenarnya), atawa anggota Pasukan Kuning ‘Srikandi’, Kamis (27/03-2014).

Diah mengaku tak mengetahui pemotongan honor untuk keperluan apa.

Namun pemotongan dilakukan Bendahara Dinas LHKP pada semua petugas kebersihan tergabung Pasukan Kuning ‘Srikandi’ setiap penerimaan honor bulanan.

bahkan honor mereka terima pun kerap tak menentu waktunya.

Kepala Bidang Kebersihan DLHKP, Iwan Trisnadiwan, mengakui pemotongan honor para Pasukan Kuning ‘Srikandi’ tersebut.

Dikemukakan, pemotongan dilakukan sebatas pembayaran pajak penghasilan (PPh) sebesar 5 persen.

“Ya itu kan aturan. Kalau pun sebelumnya tak dikasih tahu, pemotongan itu jelas pertanggungjawabannya,” katanya.

Dikatakan Iwan, Pasukan Kuning ‘Srikandi’ petugas kebersihan direkrut dari kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Jumlahnya mencapai 60. Mereka dikontrak selama satu tahun sebagai petugas tambahan menjaga kebersihan di kawasan Garut Kota.

Pasukan Kuning ‘Srikandi’ pertama kali dibentuk sekitar 2005, salah satu upaya Pemkab meraih Piala Adipura.

Kebanyakan para ibu rumah tangga berasal dari Kampung Kaum Lebak Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota.

*****

Noel, JDH.

Related posts

Leave a Comment