Soft Skills are Key to be A Successful Entrepreneur

0
88 views
Heri Kuswara.

Garut News ( Kamis, 03/01 – 2018 ).

Heri Kuswara*

”Sikapmu merupakan kunci bagi pintu kesuksesanmu.” (Denis Waitley)

Heri Kuswara.

Hardskill dapat mengantarkan anda untuk meraih pekerjaan atau berwirausaha namun soft skillah yang menentukan Sukses Keduanya” (Heri Kuswara).

Soft skill merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang dalam mencapai karir gemilang (bekerja atau berwirausaha) terlebih-lebih bagi mereka lulusan sekolah dan perguruan tinggi.

Soft Skill  dapat dikatakan sebagai sekumpulan karakter seseorang, daya tarik sosial, kemampuan berkomunikasi, kebiasaan diri, kepekaan/kepedulian terhadap diri dan orang lain serta rasa percaya diri.

Soft skill  hadir bukan lagi sebagai pelengkap hard skill namun lebih kepada faktor utama dalam menjadikan seseorang sukses berkarir atau berwirausaha dibidang apapun.

Dengan demikian jelaslah bahwa setiap siswa dan mahasiswa penting untuk membekali dirinya dengan berbagai kemampuan dan keterampilan yang berhubungan dengan soft skill.

Keterampilan inilah yang nantinya akan menjadikan lulusan pendidikan di Indonesia mampu bersaing dan berkompetisi didalam dunia kerja atau dunia usaha.

Secara singkat soft skills dapat disimpulkan bahwa kemampuan yang dimiliki seseorang, yang tidak bersifat kognitif, tetapi lebih bersifat afektif yang memudahkan seseorang untuk mengerti kondisi psikologi diri sendiri, mengatur ucapan, pikiran dan sikap serta perbuatan yang sesuai dengan norma masyarakat, berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sehingga individu tersebut dapat beradaptaasi.

Meskipun soft skill yang dibutuhkan seseorang berbeda antara satu profesi dengan yang lain, pada dasarnya soft skills tidak terikat dengan budaya, karena soft skills itu bersifat universal.

Dalam beberapa seminar soft skill di  beberapa Sekolah atau Perguruan Tinggi, sengaja penulis tampilkan banyak pendapat pakar nasional atau internasional, baik akademisi (dunia pendidikan), pimpinan perusahaan (dunia kerja), psikolog, dan lain-lain, yang kesemuanya berkesimpulan bahwa syarat mutlak suksesnya karir atau wirausaha seseorang sangat ditentukan oleh seberapa besar kemampuan soft skillnya.

Artinya kalau ada pertanyaan mau sukses, ya soft skill-lah jawabannya.  Sadarilah wahai generasi muda, betapa pentingnya soft skill dalam menentukan karir dan wirausaha kalian ke depan.

Sering saya mendapatkan pertanyaan dari siswa/mahasiswa, yang kira-kira berbunyi, ”Bagaimana caranya menumbuhkan soft skill yang bagus pada diri kita, sehingga kita dapat meraih karir atau wirausaha sukses?”

Saya pun berusaha meyakinkan sipenanya dengan empat solusi jawaban yaitu (1) Aktiflah Mengikuti Training Soft Skill, (2) Terjun dan Aktif  Berorganisasi, (3) Menjadi “Student Center Learning” dan (4) Berkeinginan Kuat.

Untuk menjadi seorang entrepreneur sukses tentu wajib hukumnya menguasai soft skill, Penulis menyarankan  setidaknya minimal ada lima komponen soft skill yang harus dimiliki oleh para pengusaha (terutama Pengusaha muda)  yaitu :

1.   Attitude

Sikap menjadi hal terpenting dalam diri manusia apalagi seorang entrepreneur yang selalu melayani customer. Tentu agar pelayananya prima dan paripurna, sikap baik, sopan, ramah, rendah hati, dan bersahaja harus senantiasa diutamakan dalam menghadapi customer.

Sikap baik ini juga harus ditunjukan seorang entrepreneur kepada siapa saja yang berinteraksi dengannya baik kepada mitra usaha, pegawai atau karyawannya juga tentu di keluarganya.

Seorang entrepreneur harus menjadi inspirasi dan teladan dalam bersikap dengan penuh etika. Sikap baik bukan berarti menghilangkan rasa humor dan senda gurau namun justru rasa humor (humoris) ini juga merupakan bentuk sikap baik jika dilakukan pada ruang/kondisi yang semestinya.

2.   Communication

Komunikasi adalah media yang paling utama untuk kita berinteraksi, komunikasi adalah senjata yang paling ampuh bagi seorang entrepreneur. Melalui komunikasi seorang entrepreneur harus mampu meyakinkan kepada customer produk (barang/jasa) yang dijualnya. Komunikasi yang benar bagi para entrepreneur adalah komunikasi asertif (Assertive Communication).

Ciri-ciri (karakterstik) komunikasi asertif adalah dengan percaya diri mengekspresikan yang anda pikirkan, rasakan, dan percayai; dengan lantang membela hak anda seraya menghormati hak orang lain; menyampaikan maksud dan harapan tanpa menghina, mempermalukan, atau merendahkan orang lain; respek terhadap kebutuhan dan hak diri sendiri dan orang lain.

Juga terpenting bagi seorang entrepreneur adalah komunikasi yang santun, ramah, penuh etika dan disampaikan secara terstruktur, konseptual dan sistematis.

3.   Leadership.

Mempunyai karakter pemimpin adalah modal utama bagi seorang entrepreneur. Dengan karakter kepemimpinannya seorang entrepreneur harus mampu mempengaruhi orang lain tentu dalam hal ini mempengaruhi karyawannya agar taat, patuh dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya juga mempengaruhi customer sehingga tertarik dengan produk yang kita tawarkan.

Selain mampu mempengaruhi orang lain seorang yang berkarakter pemimpin juga harus berani mengambil resiko, terlebih seorang entrepeneur akan banyak dihadapkan dengan berbagai risiko seperti : risiko rugi, risiko ditipu, risiko tidak laku, risiko didemo karyawan, risiko bangkrut, risiko dikejar utang dan banyak lagi risiko lainnya.

Nah keberanian menghadapi/mengambil risiko apapun risikonya sangat dibutuhkan oleh seorang entrepreneur. Itulah karakter leadership yang harus tumbuh pada diri seorang entrepreneur.

4.   Team Work

Sepintar dan secerdas apapun kita, jika dilakukan dengan sendiri tidak akan menuai keberhasilan, tentu pada kenyataannya siapapun kita terlebih seorang entrepreneur sangat memerlukan orang lain baik itu keluarga, guru, sahabat, mitra, karyawan, customer atau siapapun yang turut serta mengantarkan kita ke gerbang keberhasilan/kesuksesan.

Seorang entrepreneur wajib membangun sebuah tim yang solid sehingga dapat bekerjasama dan bersinergi untuk merealisasikan target keberhasilannya. Dalam sebuah tim yang baik, seorang entrepreneur tidak merasa paling pintar, paling benar, paling cerdas dan paling segalanya, namun mampu berbaur, bersatu padu memberikan kontribusi pemikiran dan tindakan nyata yang sudah merupakan kesepakatan dalam tim.

Seorang entrepreneur mampu memetakan pekerjaan yang harus diselesaikan oleh tim secara bersama-sama sesuai tugas dan tanggungjawabnya masing-masing.

5.   Emphaty

Menanamkan rasa simpati saja terhadap orang yang membutuhkan bantuan dan pertolongan atau terhadap orang yang terkena musibah, bagi seorang entrepreneur tentu tidak cukup.

Seorang entrepreneur harus mempunyai rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama, rasa simpati harus selalu dibarengi dengan solusi itulah emphaty. Seorang entrepreneur harus senantiasa hadir ditengah-tengah yang membutuhkan dengan turut membantu meringankan beban orang lain.

Dengan berbagai daya upaya tentu sesuai kemampuan, seorang entrepreneur dituntut untuk memberikan manfaat yang besar kepada siapapun di sekitarnya.

Tidak sedikit entrepreneur saat ini yang sudah terbilang sukses, selain banyak memekerjakan orang-orang yang membutuhkan pekerjaan juga banyak memberikan bantuan berupa bantuan pendidikan (beasiswa), bantuan untuk pembangunan sarana ibadah, sarana sosial, bantuan untuk kaum dhuafa, dan bantuan lainnya yang bermanfaat bagi kehidupan.

Itulah kelima elemen soft skill yang penulis suguhkan dalam mewujudkan entrepreneur sukses, semoga gagasan sederhana ini bermanfaat khususnya untuk generasi muda bangsa (siswa/mahasiswa) sebagai penerus estafet perjuangan bangsa.

Chaaggghh. *Penulis adalah Motivator Karir dan Entrepreneur, Dosen Tetap Universitas BSI Jakarta, Pengurus (PERGUNU, LPTNU, ISNU) Jabar,  Ketua Gema Asgar Jakarta, Wakil Ketua APMI Pusat, Mahasiswa S3 Uninus Bandung.

Sumber Tulisan:  Heri Kuswara (2017). 9 Smart Strategies to Be A Young Entrepreneur” Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, 2017 ISBN : 9786023131914.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here