Soal 4×6 atau 6×4, Ternyata Tiap Negara Punya Aturan Berbeda

Garut News ( Selasa, 23/09 – 2014 ).

Ilustrasi. (Yunanto Wiji Utomo).
Ilustrasi. (Yunanto Wiji Utomo).

– Setiap negara ternyata punya cara berbeda dalam mengekspresikan perkalian dalam bahasa matematika.

Hal tersebut bisa berujung debat seperti kasus 4×6 dan 6×4 yang terjadi di Indonesia.

Dalam perkalian, dikenal istilah bilangan pengali dan bilangan yang dikali. Kedunya dipisahkan oleh tanda “x” dalam operasi perkalian.

Masalah serupa 6×4 dan 4×6 bisa terjadi karena setiap negara ternyata memiliki aturan berbeda dalam menempatkan pengali dan bilangan yang dikali.

Ada negara yang menaruh pengali di depan. Sebaliknya, ada  juga yang menaruh di belakang.

Yohanes Nugroho, master dari jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung dan seorang developer, menjelaskan dalam posting-nya di Facebook, Senin (22/9/2014).

Di Indonesia, Thailand, dan Singapura, urutan pnempatan bilangan dalam operasi perkalian adalah “pengali x bilangan yang dikali”.

Sementara, di Jepang serta Kanada, misalnya, urutannya adalah “bilangan yang dikali x pengali”.

Sementara, di Amerika, ternyata satu guru dan guru lain bisa berbeda. “Lucu juga, karena yang sama-sama pakai bahasa Inggris, tapi beda urutannya,” kata Yohanes.

Untuk menggambarkan perbedaan itu, bisa dipakai sebuah soal sederhana. Ada 5 piring, masing-masing berisi tiga apel. Berapa total apel yang ada?

Dalam pertanyaan ini, pengali adalah jumlah piring dan bilangan yang dikali adalah jumlah apel per piring.

Dalam bahasa matematika, dengan urutan “pengali x bilangan yang dikali”, maka jawaban soal itu menjadi “3×5”. Dengan urutan sebaliknya, jawabannya adalah “5×3”.

Bercermin dari hal ini, sebenarnya “6×4” dengan “4×6” dalam kasus Indonesia bisa sama saja.

Namun, menurut kesepakatan di Indonesia, maka untuk mengekspresikan 4+4+4+4+4+4, yang benar adalah 6×4.

******

Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com

Related posts

Leave a Comment