SMPN 2 Garut Unggulkan Program Literasi Baca Tulis

0
62 views

Esay/ Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 24/05 – 2016 ).

Dr Budi Suhardiman Tunjukan Penghargaan Prestasi Lingkungan dari Mendikbud, Menteri KLH, serta Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat.
Dr Budi Suhardiman Tunjukan Penghargaan Prestasi Lingkungan dari Mendikbud, Menteri KLH, serta Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat.

Prof Iwan Pranoto, guru besar matematika Institut Teknologi Bandung, dalam sejumlah tulisannya mengingatkan soal pendidikan bernalar. Kemampuan bernalar dalam konteks ini mencakup daya berpikir logis, keterampilan mengolah informasi dari bacaan, dan kemampuan menyimpulkan dengan pemikiran sendiri. Dalam disiplin ilmu pendidikan, kemampuan nalar sejatinya bertaut erat dengan literasi.

Literasi dalam arti luas seperti ini sejatinya sudah cukup lama menjadi acuan UNESCO. Ini bisa kita baca dari Literacy for Life, laporan UNESCO tahun 2006 tentang literasi dunia. Di situ dinyatakan, literasi adalah hak dasar manusia sebagai bagian esensial dari hak pendidikan.

Membangun Peradaban Bangsa Melalui Literasi Baca dan Tulis.
Membangun Peradaban Bangsa Melalui Literasi Baca dan Tulis.

“Terpenuhinya hak literasi memungkinkan kita mengakses sains, pengetahuan teknologi, dan aturan hukum, serta mampu memanfaatkan kekayaan budaya dan daya guna media. Singkatnya, literasi menjadi poros upaya peningkatan kualitas hidup manusia. Karena itu, ia merupakan sumbu pusaran pendidikan,” Ungkap Iwan Pranoto.

Kepala SMPN 2 Garut, Dr Budi Suhardiman, M.Pd juga mengemukakan lembaga pendidikan yang dikelolanya pun kini gencar mengunggulkan program literasi baca tulis, agar setiap seluruh siswanya bica melek membaca dan menulis.

“Bahkan kalangan para gurunya pun harus demikian, sehingga program unggulan tersebut dicanangkannya sejak 30 Oktober 2015 lalu,” ungkapnya kepada Garut News di ruang kerjanya, Selasa (24/05-2016).

Garut News Menerima Cenderamata Buku Karya Dr Budi Suhardiman.
Garut News Menerima Cenderamata Buku Karya Dr Budi Suhardiman, Wartawan Berkualitas Juga Adalah Guru Bangsa.

Dikatakan Budi Suhardiman, implementasinya berupa gerakan peningkatan minat baca tulis dengan memanfaatkan wakap buku dari alumni, warga, serta siswa, sehingga pada 30 Maret lalu juga digelar membaca massal diikuti seluruh 1.115 siswa selama 30 menit, seusai Shalat Dhuha.

Diselenggarakan pula, bedah buku “Membangun Guru yang Melek Menulis” setebal 214 halaman yang diutulis Dr Budi Suhardiman, M.Pd. Serta diluncurkannya buletin “Kaduga” (kabar Dua Garut) karya murid SMPN 2 Garut.

Termasuk disiapkannya pemberian penghargaan pada siswa penulis disiarkan di media massa, penyediaan lima titik lokasi baca di lingkungan sekolah, kini pun dicanangkan bisa menjadi 20 titik lokasi baca selain tentunya selama ini pun tersedia sarana perpustakaan.

SMPN 2 Garut Berwawasan Lingkungan.
Taman Vertikal SMPN 2 Garut Berwawasan Lingkungan.

Sedangkan yang kini gencar pula disiapkan, bisa diperolehnya prestasi “Adiwiyata Mandiri” berupa penghargaan bidang lingkungan sekolah, dari Presiden RI pada 2017 mendatang.

Lantaran sebelumnya, pada 2015 SMPN 2 Garut berhasil menorehkan prestasinya meraih penghargaan “Adiwiyata Nasional” sehingga mendapatkan penghargaan dari Mendikbud, serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH).

Maka kian terus ditumbuh-kembangkan kebijakan sekolah bidang lingkungan, penerapan kurikulum tentang lingkungan ditandai tingginya kualitas kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan, serta partisipasi sekolah terhadap kebijakan lingkungan di dalam, maupun di luar sekolah.

Karya Murid SMPN 2 Garut.
Karya Murid SMPN 2 Garut.

Murid kelas sembilan SMPN 2 Garut pun, atas nama Pearly Damayanti menjuarai presentasi lingkungan tingkat nasional pada Nopember 2015  sebagai duta presentasi nasional dari Kabupaten Garut.

Salah satu ungkapan menariknya; ” Pak presiden, saya bermimpi suatu hari nanti saya dan teman-teman bisa minum langsung dari keran”.

Institusi pendidikan formal ini, juga menjuarai lomba poster lingkungan hidup Provinsi Jawa Barat berlangsung pada 25 – 27 mei 2016.

Budi Suhardiman menyatakan program unggulan literasi baca tulis itu, menyusul minat baca di Indonesia masih sangat rendah, kebiasaan menulis juga masih minim.

Kampus SMPN 2 Garut.
Kampus SMPN 2 Garut.

Maka diperlukan upaya bersama membangun peradaban bangsa dengan meraih kualitas indikator dari membaca, dan menulis.

Pada lingkungan kampus SMPN 2 Garut seluas 4.923 m2 tersebut, terdapat sedikitnya 200 judul buku dengan 2.000 ekslemplar di antaranya buku-buku sastra, non sastra (umum), sains, termasuk buku-buku mata pelajaran.

Sebanyak 1.115 muridnya dengan 36 rombongan belajar masing-masing 36 siswa, mereka dikelola 65 guru, 48 guru di antaranya berstatus PNS dengan latar pendidikan S1 dan S2 juga kepala sekolahnya doktor.

Difokuskan pada kegiatan-kegiatan akademis, mewujudkan siswa gemar membaca/menulis, juga menyampaikan gagasan mellui tulisan, sehingga disiapkan pemberian hadiah bagi penulis yang dimuat di media massa.

Jalin Koordinasi Dengan SKPD Teknis Terkait.
Jalin Koordinasi Dengan SKPD Teknis Terkait.

Kemudian sarana termasuk kegiatan dimiliki, antara lain gelanggang olahraga, perangkat kesenian termasuk drum band, gamelan, seni tari, vokal group, baca puisi, membatik, poster/desain, berceritera dengan Bahasa Inggris, basket, serta futsal.

Dengan bervisikan : “Uber 4” yakni Unggul, Berintelektual, Bermoral, Berbasis Kearifan Lokal, serta Berwawasan Global.

 

******