SMPN 1 Garut Wujudkan Kelulusan Seratus Persen “Plus”

Garut News ( 06/05 – 2014 ).

Dadi Rohaendi, M.Pd.
Dadi Rohaendi, M.Pd.

Pimpinan dan seluruh pengelola proses belajar mengajar, termasuk tenaga kependidikan SMPN 1 Garut, Jawa Barat, senantiasa berupaya mewujudkan kelulusan seratus persen “plus”.

Pada setiap tahunnya.

Berupa, selain seluruh peserta “Ujian Nasional” (UN) bisa berhasil lulus “seratus persen”, juga lulusan sekolah ini, dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang lebih tinggi.

Prosesing Liputan Khusus "Sepenza-TV" SMPN 1 Garut.
Prosesing Liputan Khusus “Sepenza-TV” SMPN 1 Garut.

Di sekolah-sekolah negeri, atawa swasta “unggulan”.

Demikian dikemukakan Kepala SMPN 1 Garut, Dadi Juhaendi, M.Pd kepada Garut News, Selasa (06/05-2014).

Kata dia, dari 904 jumlah muridnya kini 277 siswa di antaranya mengikuti UN-2014, optimis selain bisa meraih kelulusan 100 persen, juga dapat melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan.

Menyusul pada pelaksanaan UN – 2013 lalu, dari 262 pesertanya terdapat 212 di antaranya berhasil diterima di SMAN 1 Garut.

Peserta UN SMPN 1 Garut, Mengerjakan Soal Matematika, Selasa (06/05-2014).
Peserta UN SMPN 1 Garut, Mengerjakan Soal Matematika, Selasa (06/05-2014).

Sedangkan 50 lulusan lainnya, sebagian besar melanjutkan pendidikan pada sekolah swasta unggulan, antara lain di SMA Pelita Harapan.

Saat ini pun SMPN 1 Garut, mengupayakan bisa memiliki sepuluh rombongan belajar, agar setiap rombongan belajar terdapat 36 murid.

Tak seperti sekarang terdapat sembilan rombongan belajar, dan setiap rombongan belajar terdapat 40 murid.

Padahal sarana-prasarana ruang kelasnya tersedia untuk sepuluh rombongan belajar, ungkap Dadi Juhaendi.

Peserta UN-2014, SMPN 1 Garut, Umumnya "Nyareupeung" (memegang) Kepala, Pusing...kali..ye, Mengerjakan Soal Matematika.
Peserta UN-2014, SMPN 1 Garut, Umumnya “Nyareupeung” (memegang) Kepala, Pusing…kali..ye, Mengerjakan Soal Matematika.

Dikatakan, dari 904 murid tersebut, terdapat 358 di antaranya kelas tujuh.

SMPN 1 Garut, juga mengupayakan pengadaan laboratorium “matematika”.

Di antaranya ketersediaan sarana-prasarana piranti peraga, juga antara lain perangkat permainan matematika.

Saat ini rintisan pengadaan laboratorium matematika tersebut, disatukan pada ruang unit keterampilan teknis dasar, kata Dadi Juhaendi, menambahkan.

********

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment