SMPN 1 Garut Konsisten Pertahankan Kualitas Akademis

0
368 views

Garut News ( Selasa, 06/01 – 2015 ).

Dadi Juhaendi Bersama Tjuk Mardianto.
Dadi Juhaendi Bersama Tjuk Mardianto.

Segenap jajaran keluarga besar pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 1 Garut, berkomitmen senantiasa konsisten.

Memertahankan kualitas akademis, bahkan terus berupaya meningkatkannya.

Kepala lembaga pendidikan tersebut Dadi Juhaendi, M.Pd didampingi Wakil Kepala Sekolahnya Drs Tjuk Mardianto katakan, selain memertahankan dan meningkatkan kualitas akademik juga mengembangkan kreativitas seni dan budaya.

"ISO" Selama Ini Diraih SMPN 1 Garut.
“ISO” Selama Ini Diraih SMPN 1 Garut.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Selasa (06/01-2015), mereka mengemukakan pula prestasi kreasi seni dan budaya setiap seluruh muridnya terus didorong bisa berprestasi tingkat nasional, termasuk pada ajang lomba cipta lagu.

Selain itu, juga tak pernah absen ikut serta pada ajang olimpiade fisika, matematika, biologi, serta ilmu pengetahuan sosial (IPS).

Bahkan pada Juli 2014, seorang muridnya atas nama Nabila berhasil mengukir prestasi spekatakuler, lantaran berhasil meraih juara pertama di ajang kompetisi selancar es tingkat Asean.

Kini dari 1.022 murid SMPN 1 Garut terhimpun pada 30 “rombongan belajar” (Rombel), dikelola 63 guru, sepuluh di antaranya guru tidak tetap.

Masih terdapat pula empat guru dalam proses sertivikasi, ungkap Dadi Juhaendi, seraya mengemukakan sekolahnya selama ini pun berbasiskan ramah lingkungan.

Pada 2015 ini, terdapat pula pelaksanaan program tambahan jam belajar selama 16 jam setiap pekannya, khusus antara lain pada bidang studi matematika, fisika, biologi.

Penghargaan Sekolah Berbasis Wawasan Lingkungan.
Penghargaan Sekolah Berbasis Wawasan Lingkungan.

Didesak pertanyaan Garut News, Dadi Juhaendi menyatakan bisa “mati suri” jika alokasi pagu anggaran “Biaya Operasional Sekolah” (BOS) dihentikan.

Justru bisa berakibat seluruh beban biaya pendidikan ditanggung orangtua murid.

Sehingga sumber lain katakan, janji manis sekolah gratis sejak dahulu hingga kini, ternyata masih menjadi wacana….bro.

**********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here