SMP Al Furqon Cibiuk Peroleh Penghargaan Bupati sebagai SBP Terbaik

0
148 views

Garut News ( Kamis, 05/10 – 2017 ).

Dinilai berhasil mengembangkan pendidikan berbasis pesantren, SMP Muhammadiyah Plus Cibiuk Pondok Pesantren Al Furqon Muhammadiyah Boarding Schoole (MBS) Cibiuk menerima penghargaan Bupati Garut Rudy Gunawan sebagai SMP terbaik berbasis pesantren di Kabupaten Garut.

Piagam penghargaan diberikan pada “Samen Kabupaten dan Pemberian Penghargaan Prestasi Jenjang SMP Tahun 2017” di Gedung Pendopo Garut, Selasa (03/10-2017).

Kepala SMP Muhammadiyah Plus Cibiuk Cep Dahlan katakan, program SBP adalah sebuah program diprakarsai dan dikoordinir Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud, dan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

Dikeamukakan, keikutsertaan SMP Muhammadiyah Plus Cibiuk pada SBP bermula pada 2010. Melalui seleksi ketat, Tim Verifikasi dari Pemerintah Pusat menilai sekolah berada di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Furqon MBS Cibiuk Jalan Pulobaru 01 Desa Cibiuk Kaler Kecamatan Cibiuk itu laik tergabung dalam program SMP Berbasis Ponpes.

Sehingga pada tahun itu, SMP Muhammadiyah Plus Cibiuk satu-satunya SMP di Garut tergabung dalam SBP, sebelum kemudian pada 2015 tergabung pula sejumlah SMP lainnya.

Pada 2014, Tim Verifikasi Pengawas Provinsi Jabar menilai SMP Muhammadiyah Plus Cibiuk satu-satunya sekolah swasta di wilayah utara Garut terkatagorikan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN).

Di lingkungan Ponpes Al Furqon MBS Cibiuk tak hanya terdapat pendidikan formal tingkat SMP melainkan juga jenjang SMA-nya. Keduanya sama-sama aktif dalam pelbagai kegiatan akademik maupun non akademik, dan berhasil mengukir sejumlah prestasi. Mulai tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

Antara lain juara kedua olympiade biologi tingkat nasional diselenggarakan PP Muhammadiyah di Jogyakarta (2012), juara kedua pidato bahasa Arab tingkat nasional diselenggarakan PP Muhammadiyah di Yogyakarta (2012), juara ketiga lomba pidato bahasa Inggris tingkat Provinsi Jabar diselenggarakan UIN SGD Bandung (2013), juara umum lomba pidato empat bahasa diselenggarakan Pesantren Persis Rancabango Garut (2014), juara kedua tapak suci tingkat Priangan Timur diselenggarakan PW Tapak Suci Jabar (2014), dan juara kedua lomba futsal tingkat kabupaten diselenggarakan PD IPM Garut (2015).

Meski berhasil menorehkan sejumlah prestasi, diakui Cep Dahlan, program kebijakan bantuan Pembinaan SBP belum terealisasi optimal karena sejumlah hal. Antara lain keterbatasan sumber daya manusia, dan masih kurang tersentuh dan terorganisirnya pembinaan kepesantrenan karena masih minimnya implementasi pembinaan terhadap pesantren yang dilakukan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag.

Juga, masih minimnya dukungan Disdik Garut maupun Kemenag Garut sehingga program SBP terkesan hanya urusan Kemendikbud, dan Kemenag Pusat.

“Padahal keberhasilan pendidikan tak hanya diukur dengan prestasi akademik melainkan juga pembentukan kepribadian peserta didik berakhaq al karimah, dan taat beribadah,” imbuhnya, Rabu (04/10-2017).

SBP, lanjutnya merupakan model pendidikan memadukan keunggulan sekolah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pesantren yang mampu membentengi anak didik dari perbuatan-perbuatan menjurus pada dekadensi moral, dan agama. Termasuk kerawanan social dan kenakalan remaja. Sehingga sepatutnya Disdik Garut melihat peluang tersebut dengan ikut membina dan mengarahkan SBP yang ada di Garut menjadi SMP percontohan.

“SBP merupakan salah satu solusi bagi keterpurukan moral generasi muda,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan saat penyerahan piagam penghargaan berharap SMP berbasis pesantren/agama harus memadukan dua sisi keunggulan agama dengan ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Dia juga berharap di Garut dapat tumbuh SMP-SMP lainnya berbasis pesantren/agama.
*********

(NZ).