SMKN 9 Garut Efektifkan Pemasaran Kualitas Lulusan

0
55 views
Kepala SMKN 9 Garut, H. Supriyanto, S.Pd, MM Dampingi Aparat BPBD Memandu Murid Presentasikan Upaya Penanggulangan Bencana Pada Kegiatan MPLS, Rabu (20/07-2016).

“Penyelenggaraan MPLS Berbasis Pengenalan Kompetensi Keakhlian”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 20/07 – 2016 ).

Kepala SMKN 9 Garut, H. Supriyanto, S.Pd, MM Dampingi Aparat BPBD Memandu Murid Presentasikan Upaya Penanggulangan Bencana Pada Kegiatan MPLS, Rabu (20/07-2016).
Kepala SMKN 9 Garut, Drs H. Supriyanto, MM Dampingi Aparat BPBD Memandu Murid Presentasikan Upaya Penanggulangan Bencana, Pada Kegiatan MPLS, Rabu (20/07-2016).

“Sekolah Menengah Kejuruan Negeri” (SMKN) 9 Garut menjadikan momentum tahun pelajaran 2016/2017 ini, semakin mengefektifkan pemasaran kualitas kelulusan lembaga pendidikan formal kejuruan tersebut.

Agar setiap seluruh lulusannya bisa terserap lapangan pekerjaan sesuai kompetensi keakhlian, serta keterampilan teknisnya masing-masing. Bahkan juga diharapkan ragam peluang lapangan kerjalah yang justru membutuhkan, dan mencari mereka.

Lutfi Nurhakim, S.Pd, Perkenalkan Kompetensi Keakhlian.
Lutfi Nurhakim, S.Pd, Perkenalkan Kompetensi Keakhlian.

Obsesi maupun optimisme itu, antara lain dilatarbelakangi selama ini pun SMKN 9 Garut kerap mendapatkan kepercayaan menjadi Tim Perencana dan Pengawas juga konsultan rehabilitasi pembangunan fisik sekolah, ungkap Kepala SMKN 9, Drs H. Supriyanto, MM.

Dikemukakan, pada 2016 guru dan siswanya memperivikasi teknik gambar bangunan pada kegiatan rehabilitasi 42 Sekolah Dasar di kabupaten setempat, yang sebagian besar berlokasi di wilayah terpencil Selatan Garut.

Sehingga lembaga pendidikan ini, masih menjadi satu-satu SMKN yang acap mendapatkan amanah menjadi tim perencanaan gambar, RAB, juga pengawasan, menyusul dimilikinya keunggulan komparatif, dan kompetitif pada jurusan teknik gambar bangunan.

Penyelenggaraan MPLS SMKN 9 Garut, Juga Mendapat Pengawasan dan Bimbingan Guru.
Penyelenggaraan MPLS SMKN 9 Garut, Juga Mendapat Pengawasan dan Bimbingan Guru.

Didukung pula jurusan teknik elektronika industri, teknik instalasi tenaga listrik, teknik otomotif kendaraan ringan, serta jurusan multi media.

Meski demikian ungkap Supriyanto, ragam upaya peningkatan kualitas lulusannya tetap konsisten dilaksanakan, di antaranya berupaya membenahi ragam fasilitas utama dan penunjang, peningkatan tiga ruang bangunan kelas menjadi dua lantai, serta penataan ruang perkantoran sekaligus peningkatan kualitas, dan kuantitas ruang praktekum.

“MPLS Berbasis Pengenalan Kompetensi Keakhlian”

Sebanyak 242 murid baru tahun pelajaran 2016/2017 terdiri 79 perempuan, dan 345 laki-laki. Kini diikutsertakan “Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah” (MPLS) berbasiskan pengenalan kompetensi keakhliannya masing-masing.

Senantiasa Berada Ditengah-tengah Anak Didik.
Senantiasa Berada Ditengah-tengah Anak Didik.

Selain tentunya diperkenalkan pada suasana lingkungan, beserta kondisi sarana prasarana utama dan penunjangnya, dengan harapan bisa memotivasi semangat belajar siswa sekaligus mencintai kemudian menjaga dan ikut serta memelihara, dan dimilikinya kebanggaan terhadap kampusnya sendiri, imbuh Ketua Pelaksana MPLS Lutfi Nurhakim, S.Pd.

Dikatakan Nurhakim, pada rangkaian penyelenggaraan MPLS tersebut, juga ditampilkan sejumlah nara sumber berkompeten, antara lain pengenalan dan pemahaman prinsip-prinsip dasar bela negara/cinta tanah air disajikan Danramil setempat.

Kemudian ragam upaya meminimalisir dampak bencana alam, upaya penanggulangannya, siaga bencana alam, serta upaya memelihara dan menjaga lingkungan, disajikan nara sumber dari BPBD Kabupaten Garut.

Murid SMKN 9 Garut, Terampil Presentasikan Upaya Penanggulangan Bencana Alam, Dihadapan Aparat BPBD.
Murid SMKN 9 Garut, Terampil Presentasikan Upaya Penanggulangan Bencana Alam, Dihadapan Aparat BPBD.

Sehingga setiap seluruh proses pelaksanaan MPLS itu, diharapkan bisa membentuk karakter murid yang baik, sehat, mandiri, serta tangguh dan cerdas menanggulangi ragam kendala maupun hambatan dihadapi, yang pada gilirannya bisa menjadi peserta dirik yang inovatif, kreatif, bisa menjadikan setiap tantangan menjadi peluang, serta beriman-bertaqwa.

Masih menurut Lutfi, pihaknya pun mulai merintis bisa terwujudnya lingkungan sekolah berbasis pesantren. Lantaran 15 persen  muridnya berasal dari wilayah Selatan Garut, antara lain Pameungpeuk, Banjarwangi, bahkan Cihurip, serta dari Cisewu.

Dialog Interaktif Upaya Meminimalisir Dampak Bencana Alam, Pada MPLS SMKN 9 Garut.
Dialog Interaktif Upaya Meminimalisir Dampak Bencana Alam, Pada MPLS SMKN 9 Garut.

Mereka umumnya sambil belajar di pesantren, serta lainnya kos. Karena itu jika sekolah ini memiliki sarana pesantren maupun asrama, dipastikan bisa sekaligus dipelajari ilmu teknik seerta ilmu keagamaan, ungkap Nurhakim, juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, serta pengajar ilmu matematika itu.

Sebagaimana diungkapkan pula Kepala Sekolah Supriyanto, pihaknya pun membangun komunikasi melalui silaturahmi dengan para orang tua murid pada hari pertama dimulainya tahun pelajaran ini.

Diharapkan semakin menjadi perekat terjalinnya kebersamaan, menyusul pendidikan merupakan tanggungjawab pemerintah, sekolah juga masyarakat.

Seluruh 242 Murid Baru SMKN 9 Garut, Diikutsertakan Kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2016/2017.
Seluruh 242 Murid Baru SMKN 9 Garut, Diikutsertakan Kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2016/2017.

SMKN 9 Garut, kini memiliki total murid mencapai 1.219  pada sedikitnya 37 rombongan belajar dikelola 79 guru, 49 guru di antaranya masih berstatus bukan PNS namun telah mendedikasikan dirinya selama tujuh tahun malahan mencapai 13 tahun tetap bersemangat mengabdikan diri, mereka didukung pula 20 tenaga kependidikan.

Keluarga besar SMKN 9 Garut, juga mengelola pemberdayaan sedikitnya 36 ruang kelas.

Beserta ruang praktrek termasuk 12 laboratorium setiap jurusan, serta beragam sarana-prasarana penunjang lain.

Seperti perpustakaan, sarana olahraga dan jaringan internet dengan tiga hot spot bertotal kapasitas 150 mega.

Ketauladanan Figur Pemberi Motivasi Proses Kegiatan Belajar Mengajar.
Ketauladanan Figur Pemberi Motivasi Proses Kegiatan Belajar Mengajar.

SMKN 9 Garut selama ini pun, bisa menyajikan kontribusi pemenuhan kebutuhan perencanaan termasuk gambar bangunan, di antaranya pada pembangunan SMPN 1 Cikajang, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 7, SMKN 10, SMKN 12, Akper Bidara Mukti, bahkan pada SMKN di luar kabupaten ini, antara lain SMKN 2 Karawang.

Sehingga para lulusannya semakin memiliki daya saing, termasuk kemampuan akademis dengan kesiapan mapan, apabila pihak perusahaan yang merekrut lulusan SMKN 9 Garut, menugas belajarkan di dalam maupun di luar negeri.

 

*****