SMKN 1 Garut Bukan Penyumbang Jumlah Pengangguran

0
54 views
Drs H. Dadang Johar Arifin, MM.

“Menjadikan Pekerja Migran Indonesia Bermartabat”

Garut News ( Jum’at, 16/03 – 2018 ).

Drs H. Dadang Johar Arifin, MM.

Kepala SMKN 1 Garut Drs H. Dadang Johar Arifin, MM menyatakan, setiap seluruh lulusan lembaga pendidikan kejuruan ini bukan penyumbang jumlah pengangguran. Melainkan berkemampuan membidik peluang kerja.

Sehingga harus senantiasa termotivasi berjuang ‘berhijrah’ membangun diri sendiri, dan membangun bangsa, apalagi pada tahun ajaran baru 2018/2019 menambah dua jurusan baru terdiri Energi Terbarukan, dan jurusan Tata Kelola Logistik.

Seriulina B.R Tarigan, SE

Maka institusinya memiliki sembilan jurusan, yang sebelumnya terdapat jurusan Multi Media, Teknik Jaringan Komputer, Pemasaran, Administrasi Perkantoran, Akuntasi, Analis Kesehatan, serta jurusan Farmasi.

Demikian diungkapkan Dadang Johar Arifin kepada Garut News seusai membuka Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri  dan Migrasi Aman di Tingkat SMK bersama “Badan Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia” (BP3TKI), Jum’at (16/03-2018), di Kampus SMKN 1.

Arief Rachman, S.Sos

Direktur Pemetaan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri pada BNP2TKI, Seriulina B.R Tarigan, SE dihadapan 150 murid kelas XI dan kelas XII SMKN 1 Garut antara lain detail mengemukakan programnya memfasilitasi peningkatan potensi pencari kerja.

Termasuk pengembangan dan peningkatan potensi diri agar memiliki kesiapan berkompetensi, mengaktualisasikan diri, gigih, dan tak mudah menyerah. Guna menjadi pekerja Migran Indonesia yang “bermartabat”.

Bersama Wujudkan Pekerja Migran Indonesia yang Bermartabat.

Sehingga dapat mewujudkan peningkatan pemanfaatan bekerja di luar negeri, termasuk bisa membuka pasar kerja di luar negeri.

Selain itu, juga berpeluang menjadi pegawai negeri, karyawan swasta, maupun sukses menjadi wirausaha, termasuk dapat bekerja di luar negeri dengan keterampilan bersertivikasi, dan kemampuan berbahasa asing yang memadai.

“Maka siapkan kemampuan diri berkompetensi meraih peluang bekerja di luar negeri pada pelbagai negara di Kawasan Asia – Fasifik, Timur Tengah, dan Kawasan Eropa – Amerika,” imbuh Seriulina B.R Tarigan.

H. Atep Sujana.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program pada BP3TKI Bandung, Tugiarto, S.Sos di antaranya rinci mempresentasikan syarat pada mekanisme penempatan pekerja Migran Indonesia.

Sedangkan Kepala Seksi Penempatan Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Garut, Arief Rachman, S.Sos menyampaikan pemahaman ketenagakerjaan dan prosedural yang benar dalam penempatan tenaga kerja di dalam, dan luar negeri bagi para murid yang akan menamatkan SMK/SMA.

Intan Nurlia.

Upaya lembaganya pun selama ini, antara lain senantiasa menyosialisasikan mengenai peluang kerja di luar negeri. Termasuk penyelenggaraan “Job Fair 2018” yang diikuti sekitar 15 perusahaan berlangsung di Garut pada 20 – 21 Februari 2018.

Lantaran pertumbuhan  penduduk  berdampak pada penyerapan tenaga kerja sektor formal maupun informal. Sehingga terus berusaha agar pencari kerja segera mendapatkan pekerjaan, Antara lain menyelenggarakan  Bursa Kerja atau Job Fair 2018 di Halaman/ Ruangan Gedung Sasakadana.

Presentasi Disnakertrans.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Rd. H. Tedi, S.Sos, M.Si, katakan, Job Fair 2018 dilaksanakan bekerjasama dengan Kemenaker RI, diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran.

Berdasar data tahun 2017 tercatat sekitar 21.014 pencari kerja (pencaker), dan sebanyak 1.000 hingga 1.500 orang terserap pasar kerja.

Kegiatan ini diikuti 15 perusahaan bergerak di bidang perdagangan dan industri, seperti : PT. Changshin Reksa Jaya, PT. Bina Artha Ventura, Sehati Group, Rumah Makan Cibiuk dan Bidang Perbankan seperti BPR KS, dan Mandala Multi Finance.

Kemenaker RI dan Disnakertrans Kabupaten Garut juga  melaksanakan edukasi bagi para pencari kerja, hal ini agar para pencari kerja terdorong untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas dalam menghadapi dunia kerja.

Tugiarto, S.Sos

Cepi Nugraha dari Mardel Anugerah International (International Manpower Supplier & Consultant), memaparkan pula upaya menempatkan tenaga kerja yang berkualitas, dan profesional ke mancanegara.

Wakil Kepala SMKN 1 Garut, Drs H. Atep Sujana, M.Mpd katakan, pihak sekolah dengan dukungan penuh Kepala Sekolah proaktif mendatangkan banyak nara sumber dari pusat, provinsi maupun dari kabupaten.

Guna menyosialisasikan ragam peluang kerja di dalam dan luar negeri, bahkan lulusan tahun ini pun ada sekitar 176 yang merencanakan bekerja di Malaysia 16 lulusan, selebihnya di Korea Selatan sehingga mereka terus dilatih berbahasa Korea.

Staf Pengajar SMKN 1 Garut Juga Menyimak Sosialisasi.

Pengajar Bahasa Indonesia SMKN 1 Garut, Intan Nurlia, S.Pd juga mengemukakan dengan metode pembelajaran yang menarik, selama ini para peserta didiknya bisa semakin lancar berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, yang baik dan benar.

Pengajar Pemasaran SMKN 1 Garut, Wenda Wibisana, S.Pd juga angkat bicara mengenai pelaksanaan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri  dan Migrasi Aman di Tingkat SMK, patut diapreesiasi positip serba bisa memotivasi para peserta didik, katanya.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.