SMA/SMP PGRI Garut Jadi Langganan Tetap Maling

0
55 views

Garut News ( Ahad, 08/03 – 2015 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Kalangan pengurus juga murid SMA dan SMP PGRI Kabupaten Garut di Jalan Guntur Melati Tarogong Kidul dihebohkan aksi pencurian sejumlah sarana belajar mengajar sekolah mereka, Sabtu (07/03-2015) dini hari.

Sejumlah perangkat komputer dan proyektor, bahkan tabung gas elpiji kapasitas tiga kilogram menjadi raib diembat maling diperkirakan lebih dari dua orang tersebut.

Sehingga, selain dirugikan secara material, para siswa dua sekolah satu lingkungan milik Yayasan PGRI itu, tak bisa mengikuti praktek keterampilan komputer.

Kepala SMA PGRI Elin Kustini, katakan aksi pencurian diketahui pagi hari ketika penjaga sekolah hendak membersihkan ruangan.

Pelaku diperkirakan masuk ruangan komputer melalui pintu depan dengan cara membongkar daun pintunya, meski sebelumnya terkunci.

Mereka sebelumnya masuk halaman sekolah mengendarai kendaraan roda empat melalui pintu gerbang sekolah.

“Mereka leluasa menggasak komputer lantaran di sekolah tak ada menjaga. Tahunya, saat penjaga datang sekitar setengah enam pagi, dilihat ruangan komputer terbuka dan komputernya tak ada,” ungkap Elin, Ahad (08/03-2015).

Akibatnya, pihak sekolah mengalami kerugian hingga mencapai belasan juta rupiah. Terdapat enam unit komputer baru dibeli, dua bulan raib diembat pencuri.

Kejadian ini dilaporkan ke polisi, dan sementara waktu, ruangan komputer tak bisa digunakan proses belajar mengajar, bebernya.

Kepala SMP PGRI Deni Rustendi juga katakan, aksi itu merupakan kali keempat terjadi dalam setahun belakangan.

Sasaran aksi pencurian sebelumnya pun sama, yakni perangkat komputer.

Akibatnya sampai sekarang, para siswa tak bisa praktek komputer. Nah, pencurian kali ini jadi sasaran sekolah kami proyektor dan tabung gas elpiji tiga kilogram.

Mungkin karena memang tak ada lagi barang bisa diambil. Sebab jika dilihat, kondisi ruangan berantakan.

Sepertinya mencari uang atawa barang berharga lainnya, ungkap Deni.

Sejumlah penduduk menilai lokasi gedung SMA dan SMP PGRI rawan terjadi aksi pencurian lantaran selain tak ada penjaga, di depan lingkungan sekolah tersebut juga tak ada lampu penerangan.

Sehingga memungkinkan pencuri leluasa melakukan aksinya.

Tapi bisa saja pelaku masuk lingkungan sekolah melalui jalan belakang tembus ke Terminal Guntur Garut dan Pasar Guntur Ciawitali Garut, maupun ke arah pinggiran Sungai Cimanuk.

Sebab, jika lewat depan kan mesti melalui permukiman warga. Tetapi memang kalau malam suasananya gelap, ujar warga setempat, Iskandar(40).

**********

Noel, Jdh.