Skandal Miras Oplosan Coreng Obsesi Garut Bermartabat

0
54 views

“21 Korban Bertumbangan, Terdapat  Delapan Korban Tewas Mengenaskan”

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Jum’at, 04/09 – 2015 ).

Dua Pasien Oplosan Masih jalani Perawatan Inap di RSU dr Slamet Garut, Ditunggui Keluarganya.
Dua Pasien Oplosan Masih jalani Perawatan Inap di RSU dr Slamet Garut, Ditunggui Keluarganya.

Skandal penenggak “minuman keras” (Miras) oplosan menelan 21 korban bertumbangan, bahkan terdapat delapan korban di antaranya tewas mengenaskan.

Sebagai tragedi kemanusiaan sangat memilukan, sehingga bisa mencoreng obsesi menjadikan Kabupaten Garut bermartabat.

Inilah enam korban tewas dari 21 korban lantaran diduga kuat penenggak minuman haram yang bertumbangan tersebut, terdiri HB(20) penduduk Sindangheula yang masuk “Instalasi Gawat Darurat” (IGD) dr Slamet pada 31 Agustus 2015.

Korban Miras Oplosan Berangsur Pulih di RSU dr Slamet.
Korban Miras Oplosan Berangsur Pulih di RSU dr Slamet.

Disusul Syl(24) asal Cimaragas juga masuk IGD pada 31 Agustus 2015, kemudian Ai(27) warga Regol masuk IGD (01/09-2015), MR(15) penduduk Bentar masuk IGD (02/09-2015), Yna(39) asal Jalan Tangsi masuk IGD juga pada (02/09-2015).

Serta korban tewas Ccp(28) warga Mandalagiri juga sama mulai masuk IGD pada 2 September 2015, sedangkan dua korban tewas lainnya berlangsung sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Lingga Saputra.
Lingga Saputra.

Sebanyak 15 korban lainnya yang bertumbangan, terdapat beberapa di antaranya pula yang memaksakan diri ingin pulang, serta terdapat yang masih dilakukan perawatan inap, ungkap Staf Humas RSU dr Slamet, Lingga Saputra.

Lingga Saputra serukan, agar siapapun tak menyalahgunakan alkohol. Melainkan hendaknya bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya seperti untuk membersihkan luka pada permukaan kulit.

Diingatkan, jangan justru alkohol tersebut dijadikan bahan baku Miras oplosan, lantaran berbahaya bahkan bisa merenggut nyawa manusia.

Dia katakan, Miras oplosan yang bisa mematikan itu, dampaknya mulai terasa menyakitkan beberapa jam hingga 24 jam setelah ditenggak korban.

aa7Dalam pada itu, korban Miras oplosan hingga Jum’at (04/09-2015) terus bertambah, diperoleh informasi empat korban kembali memasuki ruang IGD.

Terdapat enam korban tewas, serta dua korban tewas sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

ALAN (20), WIDI (19), DIKI (16), DAN ARIF (16) KORBAN TERBARU BERDATANGAN KE IGD RSUD DOKTER SLAMET UNTUK MENDAPATKAN PERTOLONGAN MEDIS.

KE EMPAT KORBAN MENGAKU MENENGGAK MIRAS OPLOSAN HASIL RACIKAN SENDIRI, MEREKA  UMUMNYA MENGELUHKAN SAKIT YANG SAMA YAKNI KEPALA PUSING, MUAL SERTA MUNTAH-MUNTAH.

Bahan baku yang Mematikan.
Bahan baku yang Mematikan.

IPIS(50) SALAH SEORANG KORBAN MENGAKU MIRAS OPLOSAN YANG IA RACIK SENDIRI BERBAHAN BAKU ALKOHOL 75 PERSEN DICAMPUR DENGAN MINUMAN SUPLEMEN. DENGAN TAKARAN ALAKADARNYA IA MENCAPUR CAIRAN ALKOHOL YANG IA BELI Rp 7 RIBU PERBOTOL TERSEBUT DENGAN SERBUK SACHET SUPLEMEN HEMAVITON YANG IA BELI SEHARGA Rp2 RIBU.

MURAHNYA BAHAN BAKU MIRAS MENJADIKAN IA NEKAT MENGONSUMSINYA TANPA TAHU RESIKO. IPIS BERALASAM MENENGGAK MIRAS OPLOSAN KARENA ADA MASALAH KELUARGA.

Bahan Baku Miras Oplosan.
Bahan Baku Miras Oplosan.

NAMUN SETELAH MERASAKAN AKIBAT DARI MIRAS OPLOSAN YANG IA RACIK SENDIRI TERSEBUT, IAPUN MENGAKU KAPOK DAN TAK AKAN MENGULANGI PERBUATANNYA.

MENURUT PETUGAS RSUD DOKTER SLAMET/ TOTAL KORBAN MIRAS OPLOSAN HINGGA HARI JUM’AT INI MENCAPAI 21. ENAM DI ANTARANYA MENINGGAL DUNIA, SEDANGKAN DUA LAGI TEWAS SEBELUM SEMPAT DIBAWA KE RUMAH SAKIT.

SEBAGAIAN PASIEN PULANG KE RUMAH MASING-MASING SEMENTARA SEMBILAN PASIEN LAINNYA MASIH MENEMPATI RUANG PERAWATAN DAN DALAM PENGAWASAN PETUGAS MEDIS.

SKANDAL MIRAS OPLOSAN DI KABUPATEN GARUT, TERNYATA BUKAN HANYA KALI INI TERJADI, DESEMBER 2014 LALU TERCATAT 16 MEREGANG NYAWA AKIBAT MENGONSUMSI MIRAS OPLOSAN JENIS CHERYBELLE.

UPAYA PEMBERANTASAN BERUPA PEMUSNAHAN, DAN RAZIA MIRAS DILAKUKAN APARATPUN SEOLAH TAK MENCIUTKAN NYALI PARA PENIKMAT MINUMAN KERAS DI KOTA DODOL INI, MEREKA KEMBALI MENENGGAK CAIRAN MEMATIKAN ITU.

Dari 21 korban berusia bervariasi berkisar usia 15 tahun hingga yang beruia 50 tahun.

********

Nugraha, John Doddy Hidayat.