Sisi Lain Hitler : Terhadap Islam

Garut News ( Sabtu, 01/03 – 2014 ).

Foto : Ist.
Foto : Ist.
“Bisa saja saya musnahkan semua yahudi di dunia ini tapi saya sisakan sedikit yang hidup agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka” (Adolf Hitler)

langsung simak aja gan:

Pihak Inggris melakukan lebih dahsyat dari itu.

Pihak Jepang semasa zaman Kekaisarannya dulu juga sama.

Tetapi kenapa dunia hanya menghukum Hitler, dan meletakkan kesalahan bahkan memburuk-burukkan nama Nazi seolah-olah Nazi masih ada hingga hari ini.

Sedangkan mereka melupakan kesalahan pihak Inggris pada Scotlandia, pihak Jepang pada dunia, dan pihak Afrika Selatan pada kaum kulit hitam mereka?”

Ada dua sebab mengapa Hitler/Nazi selalu di pojokkan, yaitu:
Prinsip Hitler berkaitan dengan Yahudi, Zionisme dan berdirinya negara Israel.

Hitler pun dituduh melancarkan Holocaust menghapus Yahudi lantaran beranggapan Yahudi akan menghancurkan, dan menguasai dunia pada suatu hari nanti.

Padahal Holocaust sendiri hingga kini masih menjadi pertanyaan besar, apakah memang benar-benar terjadi, dan dilakukan Nazi.

Prinsip Hitler berkaitan dengan Islam.

Hitler memelajari sejarah kerajaan terdahulu dan umat lampau, bahkan menyatakan ada tiga pengaruh terkuat, yaitu Persia, Romawi dan Arab.

Ketiga pengaruh ini menguasai dunia di masa lalu bahkan Persia serta Romawi mengembangkan pengaruh mereka hingga hari ini, sedangkan Arab sendiri sungguh sangat di sayangkan masih lebih pada persengketaan sesama mereka saja.

Dia melihat ini sebagai satu masalah besar, lantaran Arab akan merusak pengaruh Islam menurutnya dulu begitu hebat.

Atas rasa kagumnya Hitler pada pengaruh Islam, ia mencetak risalah berkaitan Islam, dan disebar pada tentara Nazi semasa perang, bahkan pada tentara bukan Islam.

Hitler juga memberi peluang pada tentara Jerman beragama Islam menunaikan shalat ketika masuk waktunya dimana saja, bahkan tentara Jerman pernah shalat di dataran Berlin, dan Hitler ketika itu menunggu mereka sampai selesai shalat berjamaah, menyampaikan pidatonya.

Hitler pun sering bertemu para ulama Islam, dan meminta pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama atawa bagaimana kisah Rasulullah SAW dan para sahabat.

Juga meminta para Syeikh agar mendampingi tentaranya (Nazi) mendoakan mereka yang bukan Islam, dan memberi semangat pada beragama Islam melawan Yahudi.

*** (Sumber:Kompas.com)

Related posts

Leave a Comment