Silaturahmi Ormas Islam Garut Wujudkan Keamanan/Kenyamanan

by

“Usung Tema : Garut yang Religius, Bebas Dari Penyakit Masyarakat, dan Idiologi Terlarang”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 13/10 – 2017 ).

*************** Dewan Penasihat “Persaudaraan Muslimin Indonesia” (Parmusi) Jawa Barat Suryaman AS antara lain katakan, penyelenggaraan Silaturahmi Ormas Islam, yang digelar Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Garut, memiliki makna bisa senantiasa mewujudkan keamanan, dan kenyamanan di kabupaten ini.

Didesak pertanyaan Garut News, apakah selama ini Garut tak aman, dan tak nyaman…? Suryaman AS menyatakan, lihat saja selama ini bisa terjadi kasus tertembaknya pemandu lagu di tempat karaoke.

Sehingga pihaknya pun, mendesak Pemkab Garut mencabut perizinan tempat-tempat usaha hiburan malam yang tersebar di kabupaten tersebut, lantaran keberadaannya dinilai lebih banyak menimbulkan madlarat daripada manfaat.

Suryaman.

**************** Dia menilai, banyak tempat hiburan malam di Garut, pub maupun berkedok kafe, dan tempat karaoke keluarga, disinyalir kerap dijadikan tempat berlangsungnya perbuatan berbau maksiat.

Mulai dari penjualan minuman beralkohol, pergaulan bebas hingga transaksi seksual terselubung. Termasuk berpotensi dijadikan tempat transaksi narkoba.

Keberadaan tempat hiburan malam ini, juga dikhawatirkan berdampak pada terjadinya dekadensi moral masyarakat, terutama kalangan remaja pelajar, dan mahasiswa.

“Kita minta pemerintah serta aparat keamanan mulai Satpol PP, TNI, Polisi, dan Kejaksaan turun ke lapangan, berbenah mulai menginventarisasi, dan menindak tegas siapa pun oknum aparat terlibat membackingi atau menjadi pengawal di lokasi tempat hiburan tersebut,” tandasnya kembali dikemukakan, Jum’at (13/10-2017), di Islamic Center.

Mantan anggota DPRD Garut juga Dewan Penasihat Presidium Garut Selatan itu, meminta pula pencabutan izin tak hanya dilakukan pada tempat hiburan malam, melainkan juga penginapan-penginapan terselubung di Garut.

“Jangan biarkan masyarakat nanti bertindak sendiri sebab tak ada keseriusan Pemkab setempat melakukan pembenahan masalah ini! Apalagi, kita sekarang ini dihadapkan pada agenda besar politik, Pilkada serentak 2018, Pilpres, dan Pileg 2019,” imbuhnya.

Dia pun meminta DPRD Garut segera melakukan evaluasi terhadap “Peraturan Daerah” (Perda) mengatur keberadaan hotel, penginapan, dan restoran termasuk tempat hiburan berikut pajaknya.

“Jika perlu, dicabut saja. Jangan ada tempat hiburan malam. Toh kontribusinya terhadap PAD (pendapatan asli daerah) Garut juga tak seberapa ?” tegasnya.

Wakil Bupati Helmi Budiman ketika membuka ajang silaturahmi ini, juga antara lain katakan agar pelbagai aspirasi bisa disalurkan melalui mekanisme demokrasi di DPRD, dengan cara-cara yang baik.

“Kita punya NKRI, yang juga harus dijaga bersama,” katanya.

Rangkaian helatan bertemakan, “Garut yang Religius, Bebas Dari Penyakit Masyarakat, dan Idiologi Terlarang” tersebut, juga di antaranya diawali tausyiah, serta diskusi bersama guna menemukan ragam solusi antara lain mewujudkan Garut yang aman dan nyaman.

 

*********