Siklus Regenerasi Tak Saling Melukai

0
35 views

Disusun Oleh : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 08/03 – 2015 ).

Tak Saling Melukai, Meski Berlangsung Hingga Belasan Menit. (Foto : John Doddy Hidayat).
Tak Saling Melukai, Meski Berlangsung Hingga Belasan Menit. (Foto : John Doddy Hidayat).

Ketika kupu-kupu betina membuahkan telur, dipastikan sebelumnya melalui proses saling memikat, kemudian bisa melangsungkan perkawinan dengan kupu-kupu jantan.

Meski berlangsung hingga selama belasan menit, namun tak saling melukai keindahan kepak sayapnya masing-masing, bahkan pada siklus ekologinya juga saling menguntungkan dengan jenis satwa lainnya.

Kerap beda dengan manusia, umumnya indah saling menawan mengawali pertemuan, namun acap pula berakhir dengan perikaian.

Ditengah Kesenyapan Semak Belukar. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ditengah Kesenyapan Semak Belukar. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kupu-kupu tergolong ke dalam ordo Lepidoptera, atau ‘serangga bersayap sisik’ (lepis, sisik dan pteron, sayap).

Sebenarnya, kupu-kupu dewasa mampu hidup selama seminggu maupun hampir setahun tergantung pada spesiesnya.

Kebanyakan spesies melalui tingkat larva yang agak lama, terdapat pula yang mampu menjadi dorman ketika dalam tingkat pupa atawa telur supaya bisa mengarungi musim dingin.

Berlangsung Proses Regenerasi. (Foto : John Doddy Hidayat).
Berlangsung Proses Regenerasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kupu-kupu bisa bertelur sekali maupun banyak kali setiap tahun. Jumlah keturunan setahun berbeda pada pengaruh iklim, sedangkan kupu-kupu yang tinggal di daerah tropis mampu bertelur lebih sekali dalam setahun

Larva kupu-kupu, yaitu ulat, memakan daun tumbuhan dan menghabiskan seluruh waktunya sebagai beluncas untuk mencari makanan.

Kebanyakan beluncas adalah maun, tetapi ada beberapa spesies seperti Spalgis epius dan Liphyra brassolis yang memakan serangga.

Beberapa larva, terutama yang tergolong dalam Lycaenidae, menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan semut.

Ulat Junonia coenia.(Foto : John  Doddy Hidayat).
Ulat Junonia coenia.(Foto : John Doddy Hidayat).

Beluncas berhubungan dengan semut melalui penggunaan getaran dipancarkan melalui substrat di samping merembeskan sinyal kimia.

Semut sedikit banyak melindungi larva ini; sebagai balasan, larva menolong semut mengumpulkan rembesan madu.

Ulat dewasa kemudian menjadi kepongpong, selanjutnya membidani kelahiran kupu-kupu yang cantik, juga lucu.

 

*******

Sumber :

Wikipedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here