Sidak Serimonial/Protokoler Bupati Terindikasi Picu Kenaikan Harga

“Proses Perdagangan Daging Sapi Import Mendesak Segera Ditertibkan”

Garut News ( Senin, 02/06 – 2014 ).

H. Dayat.
H. Dayat.

Aktivitas “Inspeksi Mendadak” atawa “Sidak” Bupati Rudy Gunawan bersama rombongan di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Jawa Barat, meski berbau serimonial dan protokoler, Jum’at lalu (30/05-2014) pagi.

Tetapi sama sekali “tak berpengaruh”, malahan  terindikasi bisa tetap memicunya kenaikan harga bahan pokok menjelang Puasa Ramadhan 2014 ini.

Lantaran para pedagang di pasar tersebut, sama sekali tak mendapatkan solusi maupun jaminan pasti, dapat tetap terpenuhinya pasokan beragam komoditi, guna bisa tetap memenuhi peningkatan kebutuhan konsumen.

Penjualan daging Ayam Potong di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Jawa Barat.
Penjualan daging Ayam Potong di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Jawa Barat.

Sehingga terjadinya “disparitas demand dan suply” penyebab kenaikan harga, ungkap beberapa pedagang setempat termasuk, Harun(45) kepada Garut News, Senin (02/06-2014).

Kepala UPTD Pasar, H. Dayat juga mengemukakan, sejak Ahad (01/06-2014) terjadi kenaikan harga bahan pokok pada sejumlah mata dagangan di Pasar Ciawitali Guntur tersebut.

Di antaranya cabe merah semula Rp20 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram, daging ayam potong semula Rp26 ribu, merangkak naik harganya menjadi berkisar Rp29 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Harga Cabe Merah Kembali Meningkat.
Harga Cabe Merah Kembali Meningkat.

Disusul Daging sapi produk dalam negeri semula pada kisaran Rp90.000 hingga Rp92 ribu menjadi Rp95 ribu per kilogram.

Beragam jenis sayuran juga mengalami peningkatan harga, katanya.

Antara lain, Wortol semula Rp4 ribu menjadi Rp6 ribu per kilogram, serta kentang semula Rp6 ribu menjadi berkisar Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.

Bahkan kini terdapat sekurangnya empat pedagang daging sapi import, harganya berkisar Rp76 ribu hingga Rp82 ribu per kilogram.

Terdapatnya pedagang daging sapi import itu, menuai ketaknyamanan sekitar 100 an pedagang daging sapi lokal.

Lantaran terjadi disparitas harga, atawa relatif murahnya daging sapi import dibandingkan harga daging sapi lokal, dinilai bisa melibas, maupun mematikan pemasaran daging sapi lokal.

Sehingga diharapkan institusi teknis terkait segera bisa menertibkan proses penjualan daging sapi import ini.

Sebelum lebih jauh memicu terjadinya keresahan dan permasalahan di antara pedagang tersebut, imbuh H. Dayat, menyerukan.

Didesak pertanyaan Garut News, dikemukakan terjadinya kenaikan harga bahan pokok menjelang Puasa Ramadhan, relatif sulit bisa kembali turun.

Bahkan biasanya kian terus-menerus merangkak naik hingga pasca Lebaran Idul Fitri.

Bahkan, terjadinya kenaikan harga bahan pokok juga lantaran bandar yang lebih bisa menentukan, daripada aktivitas “Sidak”, katanya, menambahkan.

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts