Seratus Hari Rudy – Helmi Sarat Serimonial Penciteraan

Oleh : John Doddy Hidayat.

 “Jika masalah mutasi rotasi pejabat ini, tak selesai seratus hari kerja pertama saya, kewibawaan saya di mata masyarakat jatuh,” ungkap Bupati Rudy Gunawan, saat menerima rombongan pengurus PGRI Kabupaten Garut di Ruang Rapat Setda, Jumat (28/02-2014) sore.

Garut News ( Rabu, 07/05 – 2014 ).

Duet Rudy - Helmi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Duet Rudy – Helmi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Rentang waktu perjalanan selama seratus hari pertama, “ucap, laku dan lampah” duet Bupati Garut, Rudy Gunawan bersama Wakilnya Helmi Budiman, dinilai banyak kalangan hanya “pakepuk” atawa menyibukkan diri dengan beragam aktivitas serimonial, bahkan masih sarat penciteraan, atawa “pupujieun”.

Padahal Kabupaten Garut, Jawa Barat, bersama seluruh elemen dan komponen penduduknya, hingga kini masih dikepung beragam kemelut, di antaranya permasalahan sosial, ekonomi juga sosio politik.

Tetapi bupati beserta wakilnya, termasuk petinggi lain di lingkungan Pemkab/Setda setempat, masih “ngagugulukeun”,  atawa menyibukkan kepentingan masing-masing.

Sampah Masih Sarat Berserakan Nyaris Dimana-mana. (Foto: John Doddy Hidayat).
Sampah Masih Sarat Berserakan Nyaris Dimana-mana. (Foto: John Doddy Hidayat).

Berupa upaya mewujudkan penciteraan di tengah masyarakat sebagian besar hidup miskin, dengan kondisi sarana-prasarana atawa infrastruktur masih banyak “amburadul”.

Sehingga pantas, kini menuai merebak-maraknya badai kritikan, antara lain disuarakan “Himpunan Mahasiswa Islam” (HMI) Cabang Kabupaten Garut.

Mereka berpendapat, pasangan Rudy – Helmi hanya menyibukkan diri dengan aktivitas sarat serimonial, serta penciteraan.

Karena itu, kalangan mahasiswa tergabung HMI mendesak DPRD kabupaten setempat agar segera mengevaluasi, dan mengaudit kinerja Rudy Gunawan bersama Helmi Budiman.

Salah Satu Potret, Wajah Kemiskinan Penduduk Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).
Salah Satu Potret, Wajah Kemiskinan Penduduk Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).

Menurut versi HMI, kegiatan audit tersebut dinilai penting sebagai langkah awal “pembuktian” kualitas kinerja, serta realisasi janji manis kampanye pasangan Rudy – Helmi pada masyarakat.

Terutama di sejumlah kebijakan diproduk Rudy – Helmi pada upayanya mengimplementasikan visi beserta misinya.

Antara lain penetapan program seratus hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, penyusunan “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah” (RPJMD) 2014-2019, juga rotasi mutasi pejabat struktural eselon II.

Meski benar adanya, secara umum kinerja bupati dan wakilnya dinilai berdasar capaian RPJMD lima tahunan itu.

Serta “Laporan Keterangan Pertanggungjawaban” (LKPJ) tahunan, dan akhir masa jabatan.

Salah Satu Masalah Sosial di Kota Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).
Salah Satu Masalah Sosial di Kota Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).

Namun, seratus hari kerja diprogramkan bupati berslogan “Garut Intan” (Garut Indah, Garut Nyaman, Garut Tertib, Garut Andalan, dan Garut Nyantri).

“Malahan dibentuk ‘Satgasus’ (Satuan Petugas Khusus) segala,” ungkap Ketua HMI kabupaten setempat, Dian Elvan Hasanuddin, Selasa (06-05-2014).

Maka tandas dia, kualitas kinerja Bupati Rudy Gunawan beserta Wakilnya Helmi Budiman ini, mendesak kudu dievaluasi pada seratus hari “gawe” nya tersebut.

Sebagai indikator awal bagi masyarakat, bisa menilai sekaligus merasakan kualitas kinerja termasuk intensitas kesungguhan keduanya, merealisasikan perubahan dijanjikan Rudy-Helmi ini.

“Seratus hari gawe Rudy-Helmi memimpin Garut, perubahan dan kualitas kinerja apa direalisasikan? Adakah indikasi ke arah perubahan atawa hanya melulu doang penciteraan, dan menjual bualan-bualannya?,” kritik Dian, lantang.

Perempuan Renta Berusia 80 Tahun Lebih, Terpaksa Menjadi Pengemis di Kota Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).
Perempuan Renta Berusia 80 Tahun Lebih, Terpaksa Menjadi Pengemis di Kota Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).

Masih menurut Dian, indikator kinerja mesti dicapai dari beragam kegiatan program seratus hari kerja diproduk Rudy-Helmi, kegiatan bisa terealisasi kurang 50 persen.

Ganjalan ketidaktersediaan anggaran pendukung program, lantaran APBD 2014 sudah ditetapkan, kerap menjadi alibi Bupati Rudy Gunawan.

Terkait proses perumusan dan penyusunan RPJMD, terindikasi kuat terdapat sejumlah kejanggalan, dan terkesen “dipaksakan”.

Sinyalemennya terbukti tak berbasiskan keakuratan data pendukung, sebagai indikator capaian kinerja mendasari penetapan isu-isu strategis menjadi prioritas pembangunan lima tahun ke depan.

“Padahal, jika perencanaannya kacau, dipastikan pembangunan lima tahun ke depan bisa gagal, jangan sampai penyusunan, dan pengesahan RPJMD 2014-2019, justru hanya merencanakan kegagalan Garut ke depan,” tegasnya pula, lantang.

Buruh Tani di garut Dikepung Kemiskinan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Buruh Tani di Garut Dikepung Kemiskinan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sedangkan mengenai reformasi birokrasi, juga dinilai masih “setengah badan”, kendati rotasi/mutasi pejabat dilakukan melalui uji kompetensi, psikhotes, bahkan lelang jabatan, nyaris menyerupai lelang ikan asin di pasar becek tradisional.

Demikian pula permasalahan sampah dicanangkan Rudy bisa beres pada seratus hari kerja, ternyata justru kini menjadi top manager DLHKP nya, dipimpin pertinggi berstatus PLT.

Dipastikan dia tak bisa mewujudkan kebijakan strategis.

“Ketua MUI Angkat Bicara Seratus Hari Rudy – Helmi”

KH Drs Agus Muhammad Soleh, Tertawa dengan Ringan, Selasa (06/05-2014).
KH Drs Agus Muhammad Soleh, Tertawa dengan Ringan, Selasa (06/05-2014).

Setelah berulangkali dibujuk Reporter Garut News, Ketua “Majelis Ulama Indonesia” (MUI) Kabupaten Garut, KH. Drs Agus Muhammad Soleh, akhirnya juga angkat bicara mengenai “seratus hari pertama kepemimpinan Rudy – Helmi”.

Di ruang kerjanya, Selasa (06/05 -2014), Agus Muhammad Soleh katakan “wajar” terdapat aksi unjukrasa atas kepemimpinan mereka, pada seratus hari pertama itu.

Lantaran, meski program seratus hari Bupati Garut, Rudy Gunawan bersama Wakilnya Helmi Budiman tak berbasiskan regulasi atawa peraturan apapun.

Sampah Berserakan Pada Persimpangan Jalan di Kota Garut, Rabu (07/05-2014). Foto : John Doddy Hidayat).
Sampah Berserakan Pada Persimpangan Jalan di Kota Garut, Rabu (07/05-2014). Foto : John Doddy Hidayat).

Tetapi mereka malahan memprogramkannya, sehingga salah satu konsekuensinya terdapat aksi unjukrasa, ungkap Ketua MUI.

Karena itu, kata dia, aksi unjukrasa tersebut hendaknya kudu bisa diterima “legawa”, bahkan kudu dapat dijadikan “pendorong” upaya meningkatkan kualitas kinerja bupati beserta wakilnya.

Selain itu, hendaknya pula menjadi perhatian bersama, sebab unjukrasa menyikapi “gawe” seratus hari pertama Rudy – Helmi, mencerminkan selama ini masyarakat itu “beunta”.

Atawa senantiasa melihat dan mengawasinya.

Setiap Diguyur Hujan Pelataran Perkantoran Setda Garut Becek Tergenang, Rabu (07/05-2014). Foto: John Doddy Hidayat.
Setiap Diguyur Hujan Pelataran Perkantoran Setda Garut Becek Tergenang, Rabu (07/05-2014). Foto: John Doddy Hidayat.

Dikemukakan Agus Muhammad Soleh, tentunya tetap menghargai upaya Pimpinan Baru Kabupaten Garut, sekarang.

Menentukan skala prioritas, dengan program seratus hari pertamanya pasca pelantikan menjadi bupati dan wakil bupati, pada Kamis (23/01-2014) lalu.

Meski jabatan bupati beserta wakilnya itu, bukan selama seratus hari, melainkan lima tahun, sehingga upayanya menentukan langkah strategis dan mendesak pun, dipastikan tak mungkin bisa direalisasikan hanya dengan waktu selama seratus hari.

Karena itu, realisasi sasaran seratus hari pertama ini, hendaknya dijadikan kajian berevaluasi, agar setiap seluruh program bupati bersama wakilnya, bisa benar – benar menyentuh kepentingan masyarakat.

Sebab mereka berdua ini, masih banyak kesempatan hingga lima tahun mendatang, katanya.

Kendati seluruh jajaran keluarga Besar MUI bersama masyarakat, tetap mengehendaki agar bupati bersama wakilnya “concern”, bisa membawa Kabupaten Garut lebih maju dan berkembang.

Sekaligus menjadikan Kabupaten Garut keluar dari beragam “kemelut”, membawa Kabupaten Garut keluar dari pemasalahan ekonomi, pendidikan, sosial serta membawa keluar dari permasalahan – permasalahan lainnya, imbuh Agus Muhammad Soleh, menyerukan.

Memotret Bupati. (Foto: John Doddy Hidayat).
Memotret Bupati. (Foto: John Doddy Hidayat).

Bupati Rudy Gunawan berkilah, sebenarnya tak terdapat seratus hari kerja, kerja kepala daerah beserta wakilnya hingga lima tahun ke depan.

Kata dia, seratus hari kerja, langkah awal menerapkan program tertuang pada RPJMD, selama lima tahun ke depan, katanya.

“Kini kami memersiapkan ‘pondasi’ agar tujuan direncanakan bisa tercapai baik selama masa pemerintahan kami. Berilah kesempatan kami pada 2015 nanti, ketika program kami mulai dijalankan,” katanya pula.

Pada bagian lain Bupati di antaranya pernah katakan,  “Jika masalah mutasi rotasi pejabat ini tak selesai seratus hari kerja pertama saya, kewibawaan saya di mata masyarakat jatuh,” ungkap Rudy Gunawan saat menerima rombongan pengurus PGRI Kabupaten Garut di Ruang Rapat Setda, Jumat (28/02-2014) sore.

******

Related posts

Leave a Comment