Sepuluh Fakta Unik Yakuza

Jakarta, Garut News ( Kamis, 05/06 – 2014 ).

Ilustrasi Yakuza. Grind365.com
Ilustrasi Yakuza. Grind365.com

– Sindikat kejahatan terorganisasi di Jepang, Yakuza, punya keunikan sendiri dalam menjalankan kejahatannya atawa memainkan peran di masyarakat.

Yakuza layaknya organisasi, memiliki kantor, anggota, dan aturan main, dan uniknya gosip tentang organisasi ini tetap hidup bahkan dibukukan banyak penulis asing.

Berikut sepuluh fakta tentang Yakuza seperti dilansir pada www.listverse.com.

1. Yakuza dalam perpolitikan

Dalam sejarah Yakuza, sejumlah pejabat tinggi dan politikus Jepang masuk dalam jaringan Yakuza.

Misalnya, Menteri Hukum Jepang, Keishu Tanaka.

Ia kemudian dipaksa mundur dari jabatannya pada 2012 karena ketahuan menjadi jaringan Yakuza.

Perdana Menteri pertama dari partai Demokrat Liberal (LDP), Nobusuke Kishi, terbukti bagian dari satu organisasi Yakuza terbesar, Yamaguchi-gumi.

Pada 1971, Nobusuke dan sejumlah politikus memberikan bantuan uang untuk pemimpin Yamaguchi-gumi yang dihukum membayar ganti rugi atas satu kasus pembunuhan.

Dia juga menghadiri pemakaman, dan pernikahan sejumlah anggota Yakuza.

Partai LDP menjalankan pemerintahan selama 58 tahun melakukan pendokumentasian orang-orang menjadi jaringan Yakuza.

Pendokumentasian itu berlangsung 54 tahun lamanya.

Noboru Takeshita, perdana menteri berkuasa pada 1987 ternyata juga anggota jaringan Yakuza.

Menuai banyak kritik dari oposisi, dia kemudian memilih bergabung kembali dengan Inagawa-kai, satu dari tiga organisasi pendiri Yakuza.

Sedikitnya empat perdana menteri Jepang terlibat pada jaringan Yakuza.

Di bidang politik praktis, Yakuza ikut berkampanye dan menjadi penjaga keamanan saat pemilihan umum.

Yakuza juga sanggup memberikan jaminan pada para pemilih untuk memenangkan kandidat mereka jagokan.

2. Ritual Organisasi

Yakuza memiliki struktur kepemimpinan kompleks, dan memiliki banyak tahapan kudu dilalui anggotanya untuk mencapai puncak kekuasaan.

Nah, seorang anggota baru kudu melalui ritual perpeloncoan, disebut sakazukigoto.

Anggota baru mematuhi, dan menghormati para seniornya disebut dengan kobun atau “peran anak”.

Sake, minuman tradisional Jepang, menjadi sajian selalu ada pada ritual perpeloncoan, dan menjadi perekat hubungan di antara mereka.

Tata cara minum sake dalam ritual seperti ini menjadi bagian penghormatan terhadap keyakinan mayoritas warga Jepang, yakni Shinto.

3. Tes tertulis

Menjadi anggota Yakuza tak semata-mata tentang fisik.

Tetapi juga kecerdasan.

Pada tahun 2009, Yamaguchi-gumi, satu dari tiga organisasi pendiri Yakuza, memberlakukan tes tertulis sebanyak 12 halaman.

Tes ini memastikan anggotanya memahami peraturan-peraturan berlaku sehingga tak timbul masalah nantinya.

Tes diawali dengan cerita tentang ekonomi Jepang secara keseluruhan.

Kemudian diikuti topik diuji, misalnya isu limbah industri hingga pencurian kendaraan motor.

Yakuza selama ini dikenal barometer perekenomian Jepang.

Nah, jika para anggota mafia itu menemukan kesulitan, maka mereka kudu melakukan sesuatu untuk meminimalkan kegagalan.
4. Menggugat dan digugat Yakuza

Meski sindikat mafia ini ditakuti, bukan berarti tak ada berani melakukan perlawanan.

Seorang perempuan pemilik bar menggugat pemimpin Yamaguchi-gumi paling berbahaya, Kenichi Shinoda.

Perempuan ini keberatan aksi pemerasan anak buah Kenichi berdalih uang keamanan disertai ancaman membakar barnya jika tak membayarnya.

Perempuan itu menuntut bayaran 17 juta yen atau US$ 2,8 juta dalam gugatannya.

Sebelumnya, sekelompok warga mengusir geng Dojinkai, jaringan Yakuza, dari markasnya di Kota Kurume pada 2008.

Dengan alasan mereka sepantasnya hidup aman, dan untuk itu mereka menuntut gangster itu lenyap dari kota mereka.

Meski mendapat banyak tuntutan hukum, Yakuza juga pernah mengajukan gugatan.

Misalnya, anggota mafia Yakuza di selatan Jepang, Kudo-kai, tak terima diberi label “berbahaya” oleh penegak hukum.

Mereka dituding berbahaya lantaran terlibat sejumlah serangan granat terhadap lawan-lawannya.

Pengacara mereka berargumen label itu tak adil, dan dianggap melanggar konstitusi Jepang.

5. Tato

Satu ikon terkenal dari Yakuza, tato memenuhi seluruh tubuh mereka.

Mereka menggunakan metode tradisional Jepang membuat tato, dikenal irezumi.

Tato ini tanda keberanian melawan rasa sakit atas metode pembuatan tato di tubuh.

Umumnya tato bergambar naga, pegunungan, dan perempuan.

Menariknya, tato ala Yakuza kini disenangi orang-orang tak ada kaitan dengan Yakuza.

Stigma tato pun masih melekat kuat di masyarakat Jepang.

Sampai-sampai Wali Kota Osaka melarang pekerjanya menggunakan tato.

Pemerintah menawarkan cara menegakkan larangan itu, yakni menghapus tato, keluar dari pekerjaan, atawa cari pekerjaan lain di perusahaan swasta.

6. Yubitsume

Anggota-anggota Yakuza tak menjalankan kerja seharusnya mereka lakukan dipaksa memotong jarinya.

Pemotongan bagian tubuh umumnya jari disebut yubitsume.

Biasanya pemotongan pertama bagian badan adalah jari kelingking bagian kiri.

Maka, banyak anggota Yakuza dikenal dari jari mereka hilang bekas dipotong.

7. Majalah Yakuza

Pertama kali Yamaguchi-gumi menerbitkan majalah untuk sekitar 28 ribu anggotanya pada awal 2013.

Majalah itu diberi nama Yamaguchi-gumi Shinpo.

Isi majalah artikel-artikel bercerita pengalaman mereka.

Berhubung jumlah anggotanya terus menurun, majalah ini dipandang sebagai cara membangkitkan semangat.

8. Aktivitas sosial Yakuza

Saat Jepang dilanda tsunami pada 2011, Yakuza termasuk organisasi pertama tiba di lokasi dan memberikan bantuan pada korban tsunami.

Sebelumnya, saat gempa menerjang Kobe, kota terbesar kelima di Jepang, Yakuza menggunakan sepeda motor, kapal boat, dan helikopter mengirimkan bantuan.

Sejumlah masyarakat memuji sikap tanggap Yakuza pada situasi sulit masyarakat, namun ada juga memberikan tanggapan sinis menyebut Yakuza melakukan kegiatan ‘pr’ (public relations).

9. Membasmi Yakuza

Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan pernyataan menumpas Yakuza sebagai organisasi sindikat kejahatan.

Warga Amerika juga tak lagi mau mengadakan transaksi dengan Kenichi Shinoda, pemimpin organisasi terbesar Yakuza, Yamguchi-gumi.

Kenichi masuk daftar satu dari tujuh dalang penjahat di dunia.

Amerika pun memasukkan bos nomor dua di organisasi mafia itu, Kiyoshi Takayama, pada daftar hitam dan membekukan semua aset keduanya di Amerika.

Langkah ini diambil menyusul Jepang memerangi keterlibatan Yakuza dalam bisnis ilegal di negara itu.

Menanggapi sanksi itu, Kenichi berujar, “Jika Yamaguchi-gumi dilarang, publik saat itu juga melakukan pembalasan.”

10. Sokaiya

Sokaiya nama dari satu bentuk suap dalam skala besar selama ini dijalankan oleh Yakuza.

Modusnya, Yakuza membeli saham satu perusahaan membuatnya mendapatkan kursi dan mengikuti pertemuan dihadiri para pemilik saham.

Setelah itu, mereka melakukan segala cara memengaruhi kepemimpinan perusahaan.

Kemudian mereka meminta uang atawa mereka mengancam memermalukan pimpinan perusahaan itu di dalam pertemuan.

Dan biasanya taktik Yakuza ini membuahkan hasil.

Modus lainnya, Yakuza mengadakan kegiatan turnamen olahraga, dan kontes kecantikan kemudian tiketnya dijual dengan harga teramat mahal pada para korbannya lewat blackmail.

Target mereka biasanya perusahaan-perusahaan besar.

WWW.LISTVERSE.COM | MARIA RITA HASUGIAN/Tempo.co

Related posts