Sepuluh Dari 141 Desa Tolak Bergabung DOB Garsel

0
11 views
Dadang HS.
Kawasan Garut Selatan.

“Bolanya Bergulir di Provinsi”

Garut News ( Rabu, 18/12 – 2019 ).

Terdapat 141 desa tersebar pada 16 wilayah kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Garut menyetujui diusulkannya pembentukan ‘Daerah Otonomi Baru’ (DOB) Kabupaten Garut Selatan.

Namun ternyata sepuluh di antaranya dari 141 desa tersebut, juga menyatakan menolak bergabung dengan DOB Garut Selatan.

Demikian diketahui berdasar hasil review atas pendapat masyarakat desa pada 16 kecamatan di wilayah selatan Garut terkait pengusulan pembentukan DOB Garut Selatan dilaksanakan melalui ‘Musyawarah Desa’ (Musdes) belum lama ini.

Kepala Bagian Pemerintahan pada Setda Pemkab setempat Dadang HS katakan, sepuluh desa itu tersebar di dua wilayah kecamatan. Terdiri Kecamatan Singajaya, dan Kecamatan Cikajang. Dari sembilan desa di Kecamatan Singajaya, Desa Cigintung menyatakan menolak bergabung.

Sedangkan di Kecamatan Cikajang ada sembilan dari 12 desa menyatakan menolak bergabung. Kesembilan desa tersebut meliputi Desa Cikajang, Padasuka, Cibodas, Mekarsari, Simpang, Mekarjaya, Girijaya, Karamatwangi, dan Desa Margamulya.

Mengenai dampak penolakan desa ini terhadap cakupan wilayah pembentukan DOB Garut Selatan, Dadang menyatakan, hal itu bergantung finalisasi persetujuan antara Bupati dengan DPRD Garut sebelum kemudian diusulkan ke Pemprov Jawa Barat.

“Tentu hasil Musdes itu jadi pertimbangan. Namun biasanya diambil suara mayoritas. Pindah desa kan enggak ada. Paling juga pemekaran atau penggabungan desa. Maka hitungannya kecamatan. Di Singajaya kan hanya satu desa menolak gabung. Jadi bagi Singajaya tetap masuk Garut Selatan. Beda dengan Cikajang, sembilan desa menolak gabung, dan tiga desa lainnya setuju gabung. Kemungkinan Cikajang tak masuk lagi ke DOB Garut Selatan. Tetapi ya tergantung nanti hasil persetujuan Bupati dengan DPRD,” imbuh Dadang.

Itulah alasannya, lanjut dia, hingga sebelum dilakukan review, Kecamatan Singajaya masih dimasukkan menjadi salah satu bagian kecamatan bergabung dengan DOB Garut Selatan, sebelum moratorium pemekaran daerah diberlakukan Pemerintah pada 2014 lalu. Meski ketika itu juga sempat diwarnai pro kontra antara setuju dengan yang menolak bergabung DOB Garut Selatan.

“Waktu itu, jumlah desa di Cikajang ada 11 kecamatan. Suara setuju gabung DOB lebih banyak, yakni enam desa. Sedangkan menolak bergabung lima desa. Yang setuju gabung DOB Garut selatan tersebut juga syaratnya Kecamatan Cikajang dijadikan sebagai ibu kota DOB Garut Selatan. Sekarang kan perkembangannya lain, dan suara masyarakatnya juga berbeda,” ungkap Dadang.

Dikemukakan, pihaknya dari Bagian Pemerintahan, dan dinas/instansi terkait lainnya merampungkan tugasnya memerbaiki, serta melengkapi syarat administrasi, dan kewilayahan mengenai usulan pembentukan DOB Garut Selatan dengan digelarnya Musdes pada setiap desa di 141 desa wilayah selatan Garut.

Nota persetujuan Bupati pun dilayangkan ke DPRD Garut untuk dibahas, dan dirapatparipurnakan guna mendapatkan persetujuan Bupati, dan DPRD sebagai lampiran tak terpisahkan dari usulan pembentukan DOB Garut Selatan disampaikan ke Pemprov Jabar.

“Mudah-mudahan Desember ini finalisasi persetujuannya selesai, dan bisa disampaikan ke Pemprov Jabar. Jadi untuk soal DOB Garut Selatan ini di Garut selesai, tinggal memantau bagaimana prosesnya di Provinsi. Bolanya kan di sana nantinya,” beber Dadang pula.

********

Abiyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here