Sepakat Keluarkan Cikajang Dari Rencana DOB Garsel

0
10 views
Potensi 'Pembangkit Listrik Tenaga Air' (PLTA) Garsel.
Proses Pembangunan PLTA Garsel.

“Hanya Tinggal Finalisasi Persetujuan Rapat Paripurna DPRD Garut”

Garut News ( Jum’at, 20/12 – 2019 ).

Proposal pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Selatan tuntas dilengkapi persyaratan termasuk faktualisasi dukungan desa beberapa waktu lalu.

Sebagian Kawasan Garsel.

Hanya tinggal dilakukan finalisasi persetujuannya melalui Rapat Paripurna DPRD Garut pada Desember ini, sebelum pergantian akhir 2019.

“Tanggal rapat paripurnanya belum ditentukan. Kita membahasnya dulu sebelum nanti diusulkan ke Provinisi. Tetapi yang jelas, mudah-mudahan rapat paripurnanya dilaksanakan sebelum Desember berakhir,” imbuh Wakil Ketua DPRD Garut Agus Hamdani, Kamis (19/12-2019).

Sekretaris DPRD Dedy Mulyadi juga katakan, surat Bupati Garut tentang proposal pembentukan DOB Garsel hasil pemutakhiran data serta review atas faktualisasi dukungan desa-desa di wilayah selatan diterima Bagian Kesekretariatan DPRD belum lama ini.

“Surat ini belum ada pembahasan DPRD, namun kita sampaikan ke Pimpinan (DPRD),” katanya.

Dikemukakan, beda dengan usulan pembentukan DOB Garsel tahun-tahun sebelumnya mencakup 16 kecamatan di wilayah selatan Garut, hasil review sekarang terdapat perubahan jumlah kecamatan tergabung DOB Garsel berkurang menjadi 15 kecamatan.

Meliputi Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Mekarmukti, Bungbulang, Pakenjeng, Caringin, Cisewu, Talegong, Cisompet, Cihurip, Pamulihan, Banjarwangi, Singajaya, dan Kecamatan Peundeuy.

Satu kecamatan, Kecamatan Cikajang tak lagi masuk sebagai bagian DOB Garsel lantaran banyaknya desa menolak bergabung. Dari 13 desa di Cikajang, sembilan desa mendukung pembentukan DOB Garsel namun menolak bergabung dengannya.

Kesembilan desa tersebut terdiri Desa Cikajang, Padasuka, Cibodas, Mekarsari, Simpang, Mekarjaya, Girijaya, Karamatwangi, dan Desa Margamulya.

“Di Cikajang, mendukung bergabung dengan DOB Garsel kan hanya tiga desa,” kata Dedy.

Sebelumnya, Dewan Penasehat Presidium Garsel Suryaman Anang Suatma menyatakan, pihaknya dengan Pemkab Garut sepakat mengeluarkan Kecamatan Cikajang sebagai bagian dari rencana DOB Garsel.

Disebutkan, selain berdasar hasil review faktualisasi dukungan desa, penegasan dikeluarkannya Kecamatan Cikajang dilakukan agar pro kontra kerap muncul di masyarakat Cikajang tak mengganggu, atau merusak suasana dan tatanan administratif menyangkut persiapan pembentukan DOB Garsel.

“Daripada memunculkan gaya politik lokal terus terusan main tarik ulur, dan menjadi hambatan ke depannya, ya mendingan Cikajang dikeluarkan saja. Lagipula, itu kan hak dan keinginan masyarakatnya sendiri,” tandasnya.

Masih menurut Suryaman, semula Kecamatan Cikajang masuk di antara 16 kecamatan akan menjadi bagian dari wilayah DOB Garsel karena secara historis, geografis, tata letak wilayah, dan hasil kajian mengacu hasil kajian Badan Pengembangan Wilayah Jabar Selatan Pemprov Jabar menunjukkan Cikajang layak masuk DOB Garsel.

Dia sendiri optimis, proposal pembentukan DOB Garsel hasil review itu selesai diparipurnakan DPRD Garut Desember ini. Sehingga akhir 2019 ini, atau setidaknya awal 2019, bisa langsung disampaikan ke Pemprov Jabar.

“Kalau ngobrol-ngobrol dengan unsur Pimpinan DPRD sih, sepertinya diparipurnakan pada 27 Desember ini,” katanya.

******

Abiyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here