Seorang Calhaj Asal Garut Dipastikan Batal Diberangkatkan

0
13 views
Ilustrasi. Calhaj Asal Garut Terpaksa Berdesakan Bersama Ratusan Hingga Ribuan Pengantar, Mereka Bersamaan Berobsesi Bisa Cepat Memasuki Pelataran Atawa Halaman Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (02/09-2014) pagi.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 12/08 – 2016 ).

Ilustrasi. Calhaj Asal Garut Terpaksa Berdesakan Bersama Ratusan Hingga Ribuan Pengantar, Mereka Bersamaan Berobsesi Bisa Cepat Memasuki Pelataran Atawa Halaman Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (02/09-2014) pagi.
Ilustrasi. Calhaj Asal Garut Terpaksa Berdesakan Bersama Ratusan Hingga Ribuan Pengantar, Mereka Bersamaan Berobsesi Bisa Cepat Memasuki Pelataran Atawa Halaman Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (02/09-2014) pagi.

Seorang “calon haji” (calhaj) asal Kabupaten Garut tergabung “kelompok terbang” (kloter) pertama wilayah Jawa Barat dipastikan batal diberangkatkan menuju tanah suci pada musim ibadah haji 1437 H/2016 M ini, Lantaran yang bersangkutan diketahui menderita gagal ginjal kronis dengan cuci darah.

Sesuai “Peraturan Menteri Kesehatan” (Permenkes) Nomor 15/2016 tentang Isthithaah Kesehatan Jamaah Haji, penderita gagal ginjal kronis dengan cuci darah atawa CAPD tak bisa diberangkatkan beribadah haji.

Sedangkan tiga calhaj lainnya batal diterbangkan bersama rombongan kloter pertama dengan alasan beda. Seorang di antaranya tertahan di Asrama Haji Bekasi sebab menderita herpes. Sedangkan dua lainnya terpaksa dipulangkan ke Garut karena belum divaksin.

“Kalau yang cuci darah itu tak bisa diberangkatkan sesuai Permenkes 15/2016. Kita juga enggak bisa berbuat banyak. Apalagi Permenkes ini baru terbit satu bulan, dan belum sempat disosialisasikan,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut Usep Saepudin Muhtar, Kamis (11/08-2016).

Sedangkan calhaj penderita herpes, katanya, masih bisa diberangkatkan, dan kini ditangani di Bekasi. Begitu pun dua calhaj belum divaksin masih bisa diberangkatkan jika keduanya dipastikan sudah divaksin.

“Kita juga bingung, dua orang belum divaksin itu ternyata keberangkatannya tak melalui KBIH seperti lainnya,” kata dia.

Disinggung mengenai visa haji sempat menghantui sejumlah calhaj asal Garut, Usep meyakinkan persoalan ini bisa diatasi. Sehingga hampir dipastikan semua rombongan calhaj asal Garut bisa diberangkatkan. Menurut dia pula, saat ini visa keluar, dan diuruskan di Kedutaan Arab Saudi.

Sebelumnya, diketahui terdapat sekitar 160 visa haji belum keluar, dan belum diterima calhaj asal Garut. Akibatnya calhaj asal Garut kloter pertama sempat terjadi tambal sulam.

Calhaj belum menerima visa terpaksa tertunda keberangkatannya, mereka digabung dengan kloter berikutnya sampai visa diterima. Mengisi kekosongan kuota pada kloter pertama, calhaj semula dijadwalkan diberangkatkan pada kloter berikutnya dimajukan pada kloter pertama.

“Kejadian ini memang baru kali ini menimpa calhaj Garut, lantaran selama ini calhaj Garut tak pernah tergabung dalam kloter pertama,” ungkap Usep.

Dikemukakan, rombongan calhaj asal Garut tergabung kloter 10 akan diberangkatkan, Jum’at (12/08-2016). Jumlah rombongan kloter ini mencapai 360. Diagendakan pelepasan keberangkatan mereka dari Pendopo, Kamis malam.

*********

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here