Seniman Budayawan Garut Minim Perhatian Pemkab Setempat

Garut News ( Jum’at, 03/10 – 2014 ).

Penanggungjawab. (Syam Sumaryana, SH, MH). Foto : Jdh.
Penanggungjawab. (Syam Sumaryana, SH, MH). Foto : Jdh.

Urun rembuk Komunitas Garut di Gedung Pendopo Kabupaten, 21 September 2014, sebentuk kegiatan bertujuan menginventarisir komunitas seniman masih aktif berkesenian, di dalam atawa di luar kota.

Helatan tersebut, terkait bahasan pokok yang ternyata keberadaan para budayawan dan seniman ini, ternyata kurang bahkan tak mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Sehingga salah satu kendala pokok paling dirasakan kelompok seniman, yakni tak adanya fasilitas bisa dijadikan lahan mereka menyelenggarakan aktivitas seni budaya.

Malahan salah satu gedung kesenian di Kabupaten Garut, “Bale Paminton Inten Dewata” pun, semestinya menjadi wahana expresi seni.

Tetapi kerap hanya dijadikan sarana kegiatan pesta pernikahan, atawa helatan resepsi lain yang tak ada hubungannya sama sekali dengan kegiatan-kegiatan seni.

Inilah merupakan sebuah polemik sangat tak berpihak pada seluruh pelaku seni yang ada, lantaran mahalnya biaya sewa gedung diperparah penerapan aturan terlalu ruwet, ternyata inilah yang tak disadari oleh pemerintah.

Entah ini karena sistem yang salah, atawa kurangnya kepedulian maupun monitoring pemerintah terhadap gedung kesenian itu.

Kemudian kesekian kalinya pembahasan mengenai rencana “Art Centre” (AC) menguat ke permukaan, sebuah konsep tercipta sejak 2000, sebenarnya sebuah terobosan bagi para pelaku seni di Kabupaten Garut.

Rencananya bakal direalisasikan 2015, yang menurut salah satu pembicara Mlenik maumeriadi juga Kepala Disbudpar setempat.

Meski hanya mimpi tetapi itulah kenyataan dan “asa” atawa harapan, serta tak ada salahnya kita bermimpi demi harapan, pungkas PJ Purnama.

Menurut Ketua Panitia, Mira Baharie, sangat dibutuhkan refleksi dan inventarisir kaum budayawan.

Lantaran hal tersebut adalah alat bisa dijadikan tolak ukur menguji seberapa besar kebutuhan diperlukan.

Urun rembuk Komunitas Garut selain dihadiri Mlenik Maumeriadi, juga Iwan Muri (pelukis) Dewan Kesenian, praktisi seni dan komunitas-komunitas seni di Kabupaten garut.

Semoga menjadi suatu awal terobosan mewujudkan cita-cita juga asa dari para budayawan juga para praktisi seni, katanya.

*******

Jdh.

Related posts