Sengketa Tapal Batas TWA Masih Belum Tuntas

by

Garut News ( Sabtu, 08/03 – 2014 ).

TWA Talagabodas. (Foto: John Doddy Hidayat).
TWA Talagabodas. (Foto: John Doddy Hidayat).

Hingga kini, BBKSDA Provinsi Jawa Barat menunggu penuntasan konflik tapal batas dua desa pada dua wilayah kecamatan agar bisa membuka kembali kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas di Kecamatan Pangatikan Garut.

Sekarang, penyelesaiannya diupayakan pemerintah daerah setempat.

Tapal batas disengketakan pada kawasan TWA Talaga Bodas tersebut, terletak pada Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan, dan Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja.

Pemkab Garut, atawa Tim Penanganan Tapal Batas Desa pada BPMPD belum bisa memutuskan lantaran masih mengumpulkan serta mengkaji pelrbagai berkas dokumen, dan literatur terkait kedua tapal batas desa itu.

Meski tim melakukan survey lapangan disaksikan penduduk, pemerintahan Desa Sukahurip, serta Desa Sukamenak, dan pihak terkait lainnya.

“Kita masih mengumpulkan berkas-berkas dokumen dibutuhkan agar keputusan kita ambil benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan dapat diterima semua pihak. Kita enggak berani mengambil keputusan tanpa disertai berkas dokumen cukup,” kata Kepala BPMPD, Wawan Nurdin, Jum’at (07/03-2014).

Didesak pertanyaan target penyelesaian kasus tapal batas kedua desa ini, Nurdin hanya menyebutkan pihaknya berupaya secepatnya menuntaskan, katanya.

Peluncuran “Badan Kolaborasi Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat” (BKPEBM) di TWA Talaga Bodas pada 5 Februari 2014 lalu batal digelar.

Lantaran di demo warga Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja.

Penduduk menolak TWA Talaga Bodas dibuka untuk umum terkait kegiatan wisata, apalagi di bawah pengelolaan BKPEBM, sebelum konflik tapal batas Desa Sukamenak Wanaraja dengan Desa Sukahurip Pangatikan mencuat sejak 2004 lalu dituntaskan.

Kepastian tapal batas kedua desa tersebut diperlukan terutama guna menegaskan siapa berhak mengelola kawasan Talaga Bodas, menyusul terjadinya pemekaran wilayah Kecamatan Wanaraja menjadi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Wanaraja, Pangatikan, dan Sucinaraja.

Semula, kawasan TWA Talaga Bodas masuk wilayah Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja.

Belakangan pasca pemekaran 2004, Talaga Bodas masuk wilayah administrasi Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan.

Namun akses jalan terdekat menuju kawasan Talaga Bodas tersebut masuk wilayah administrasi Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja.

BBKSDA pun mau tak mau menerima tuntutan warga tersebut, kendati peluncuran TWA Talaga Bodas sebagai salah satu kawasan pengembangan ekowisata unggulan di Kabupaten Garut dirancang selama ini, tertunda.

“Sesuai kesepakatan dengan masyarakat, kita masih menunggu tata batas desa difasilitasi Pemda. Info tadi pagi, katanya hampir clear. Setelah itu, kita nunggu kepastian kedua desa sudah ada kesepahaman dan kesepakatan. Baru, nanti kita buka lagi Talaga Bodas dengan konsep yang bisa kita terima, dan menguntungkan semua pihak, tetap tak keluar dari koridor peraturan berlaku,” ungkap Kabid Teknis BBKSDA Jawa Barat, Munarto.

****

Noel, JH.