Sempat Diwarnai Ketegangan Bahkan Bersuasana Memanas

Garut News ( Senin, 01/09 – 2014 ).

Deden Rochim. (Foto: John Doddy Hidayat).
Deden Rochim. (Foto: John Doddy Hidayat).

Meski sempat diwarnai ketegangan bahkan bersuasana panas munculnya sejumlah kandidat.

Ternyata Deden Rochim terpilih menjadi Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Garut, pada Ahad (31/08-2014).

Dia juga selama ini Ketua “Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia” (HPDKI) kabupaten setempat itu, terpilih menjadi Ketua Pengcab PSSI Garut secara aklamasi.

Sebelumnya sejumlah kalangan memerkirakan pemilihan Ketua dilakukan melalui voting. Apalagi menjelang pelaksanaan pemungutan suara pemilihan ketua itu bermunculan tujuh nama kandidat.

Ketujuh kandidat tersebut, terdiri Deden Rochim, Amirudin Latif, Agus Kurnia, Atep Suryana, Zaki Saleh, Dadang Sutaryat, dan Wisman Zulfikar.

Bahkan salah satu kandidat kuat menjadi pesaing ketat Deden, yakni Amirudin Latif disebut-sebut mendapat dukungan Wakil Bupati Helmi Budiman.

Tetapi kandas melaju lantaran terganjal tak adanya surat ijin atasan, katanya.

Amirudin tercatat anggota Polres Garut gagal menunjukkan surat izin Kapolres Garut seperti disyaratkan/statuta PSSI.

Waktu satu jam diberikan panitia bagi Amiruddin juga Manajer Tim Sepakbola Garut pada Porda Jabar XII/2014 ini, untuk mendapatkan surat izin atasan gagal dimanfaatkan.

Sebab, Kapolres Garut dikabarkan berada di luar daerah.

Selepas Amiruddin dinyatakan tak memenuhi persyaratan, kandidat lain yakni Agus Kurnia tiba-tiba menyatakan mengundurkan diri beralasan tercatat sebagai PNS, dan tak mengantongi surat izin atasan, yakni Bupati.

Tak lama kemudian muncul usulan memilih Deden Rohim sebagai Ketua secara aklamasi.

Sebuah usulan juga disetujui langsung empat kandidat lainnya. Deden pun meyakinkan terpilih menjadi Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Garut.

Sedangkan empat kandidat lain ditetapkan sebagai pengurus dan anggota komite eksekutif (exco). Atep Suryana menjadi wakil ketua, sedangkan tiga kandidat lainnya, Zaki Saleh, Dadang Sutaryat, dan Wisman Zulfikar, anggota.

Sedangkan posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) masih kosong. Ketua terpilih Deden katakan selambatnya jabatan Sekjen terisi sebulan ke depan.

Dikemukakan, dirinya menginginkan posisi Sekjen diisi orang benar-benar profesional, katanya pula.

“Tentu kita mencoba mengerahkan tenaga, dana, dan pikiran untuk pengembangan olahraga sepakbola di Garut agar berprestasi lebih baik. Kita gairahkan kembali persepakbolaan Garut melalui sekolah sepakbola, serta pencarian bibit mulai tingkat desa hingga kecamatan untuk merangsang klub lain. Kita juga coba sesuaikan jadwal dengan kegiatan Pengprov terutama kaitan kompetisi sepakbola di Jabar,” ujarnya.

Terbentuknya kepengurusan baru Pengcab PSSI Kabupaten Garut, kata dia, pihaknya juga berupaya mendorong Pemkab dan stakeholder terkait ke pembangunan sarana prasarana olahraga sepakbola memadai, terutama rencana pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Indoor di Ciateul sejak lama diidamkan masyarakat Garut.

“Mudah-mudahan keberadaan kita juga menjadi suntikan semangat bagi Tim Sepakbola Kabupaten Garut akan bertanding di final sepakbola Porda Jawa Barat XII/2014 di Bekasi,” imbuhnya menyerukan.

Komite Normalisasi dari PSSI Jabar Dedi Suryadi menyatakan apresiasi dan kegembiraannya Kongres Asosiasi PSSI Garut diikuti 34 dari 40 klub sepakbola itu berjalan aman dan lancar.

Dedi juga Ketua Persigar Garut itu berharap, terbentuknya kepengurusan baru, Pengcab PSSI Garut sepuluh tahun lebih mengalami kevakuman bisa kembali bergairah, dan mampu menunjukkan daya saing dengan daerah lain.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment