Sembilan Paket Pelatihan BLK Garut Diikuti 1.872 Peserta

0
12 views
Instruktur otomotif, Ahmad Soleh Membingbing Langsung Peserta Pelatihan Perbaikan Sepeda Motor.
Sebelumnya Selama Empat Hari Disajikan Proses Pembelajaran Teori.

“Diharapkan Bisa Berusaha Mandiri, Atau Terserap Lapangan Kerja”

Garut News ( Selasa, 08/10 – 2019 ).

Dari sembilan paket pelatihan diselenggarakan “Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja” (UPT BLK) pada “Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi” (Disnakertrans) Kabupaten Garut 2019 ini, diikuti 1.872 peserta.

Sebanyak 32 peserta di antaranya mengikuti pelatihan perbaikan sepeda motor, terbagi dua rombongan belajar/kelas masing-masing dengan 16 peserta.

Kesembilan jenis pelatihan itu selain terdiri perbaikan speda motor, teknik komputer, las listrik, mesin bubut, instalasi listrik, perbaikan telepon genggam, juga keterampilan menjahit.

Instruktur Otomotif, Sumpena. Mengawasi Langsung Peserta Praktek Perbaikan Sepeda Motor.

Kemudian pelatihan audio visual, serta teknik bangunan, yang masing-masing kegiatan pelatihan berlangsung selama 20 hari.

“Setiap seluruh paket pelatihan tersebut, bersumber dana dari BPPLK Pusat Bandung, sedangkan UPT BLK Garut sebagai penerima manfaat”.

Sedangkan penyelenggaraan paket pelatihan bersumber perubahan APBD Garut 2019 terdiri keterampilan menjahit, dan teknik perbaikan sepeda motor.

Seluruh penyelenggaraan pelatihan itu berbasiskan kompetensi, yang diharapkan para lulusannya selain bisa membuka usaha mandiri, juga terserap lapangan kerja termasuk di luar Provinsi Jawa Barat, bahkan ada yang dapat bekerja di luar negeri.

Banyaknya peserta peminat pelatihan, sehingga digelar seleksi penerimaan peserta pelatihan ini.

Praktekum Perbaikan Sepeda Motor di BLK Garut.

1.755 Terserap Menjadi Operator Pabrik Sepatu”

Dilaporkan pula hingga akhir  September 2019, dari 20. 257 pencari kerja di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hanya  2.987 orang yang tersalurkan memasuki peluang lapangan kerja. Sehingga masih ada 17.540 pencari kerja yang belum terserap.

“Namun pencari kerja yang belum terserap mencapai 17.540 orang itu, jumlahnya masih relatif sebab ada yang mendapatkan pekerjaan tetapi tak melaporkannya,” ungkap Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans kabupaten setempat Agus Firmanyah, SE. di ruang kerjanya, Senin (07/10-2019).

Kepada Garut News dia katakan, para pencari kerja tersebut umumnya lulusan SMP ke atas atau sederajat. Mereka 2.987 orang yang tersalurkan sebagian besar atau 1.755 terserap menjadi operator pabrik sepatu di Leles Garut.

Kemudian dari 1.775 yang menjadi operator pabrik sepatu tersebut, hanya 24 laki-laki sedangkan selebihnya kaum perempuan sesuai dengan jenis pekerjaannya.

Disusul pernyerapan 1.232 tenaga kerja lainnya tersalurkan pada beberapa perusahaan di dalam dan luar Kabupaten Garut, juga termasuk tersalurkan pada lapangan pekerjaan di kawasan Asia Pasifik, ungkap Agus Firmanyah.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here