Selama Ramadlan Terjadi Peningkatan Volume Sampah Garut

0
59 views
Pasukan Kuning Menyapu Kota Garut.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 08/06 – 2017 ).

Pasukan Kuning Menyapu Kota Garut.
Pasukan Kuning Menyapu Kota Garut.

Tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, setiap memasuki Shaum Ramadlan, volume sampah di kawasan perkotaan Garut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasanya.

Demikian pula pada Ramadlan 1438 H/2017 ini. Hingga memasuki pekan kedua volume sampah di kawasan perkotaan Garut meningkat hingga sekitar 10 persen. Volume tersebut diperkirakan bakal kian meningkat hingga malam takbiran jelang Idul Fitri mencapai sekitar 25 persen.

Maka tak heran jika kesibukan para petugas pengangkut sampah juga meningkat selama Ramadlan.
“Sampah terangkut pada hari-hari biasa sekitar 600 kubik per hari. Namun kini terjadi peningkatan sekitar 10persen, dan bakal terus meningkat sampai malam takbiran nanti sekitar 25 persen. Ini terjadi lantaran ada peningkatan pola konsumsi masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Garut Asep Suparman, Kamis (08/06-2017).

Dikatakan, terjadinya peningkatan itu berdampak pada beban pengangkutan. Namun bisa diatasi dengan cara mengoptimalkan sarana tersedia melalui pos pengangkutan.

Mengais Rezeki Dengan Memungut Sampah.
Mengais Rezeki Dengan Memungut Sampah.

Khusus menghadapi malam takbiran, kata dia, pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan personil maupun sarana alat perlengkapan pengangkutan dari kawasan perkotaan, khususnya pusat kota, atau Pengkolan, dan sekitarnya.

Pihaknya menyiapkan armada angkutan 25 unit kendaraan roda empat, triseda 15 unit, serta 300 petugas termasuk tenaga penyapu.

Dikemukakan pula, peningkatan volume sampah sebab selama Ramadlan terjadi peningkatan pola konsumsi masyarakat. Sehingga jenis sampah selama ini pun didominasi sampah organik, atau sisa makanan. Terutama sampah domestik rumah tangga, dan pasar.

“Namun khusus malam takbiran, sampah anorganik (plastik) bisa lebih dominan. Berasal dari pedagang musiman di kawasan Pengkolan,” katanya.

Peningkatan volume sampah dipastikan jauh lebih tinggi jika ditambahkan dengan peningkatan sampah terjadi di daerah-daerah kecamatan belum terlayani armada angkutan sampah DLHKP. Sejauh ini, sampah-sampah terlayani armada angkutan baru meliputi 12 kecamatan seputar kawasan perkotaan.

Di antaranya Kecamatan Garut Kota, Kecamatan Tarogong Kidul, sebagian Kecamatan Tarogong Kaler, Karangpawitan, Cilawu, dan sebagian Kecamatan Banyuresmi. Jenis sampah didominasi sampah domestik rumah tangga, sampah pasar, dan pembungkus barang/makanan/minuman, katanya pula.

**********

(NZ, Jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here