Selama Ini Garut Bisa Pasok Domba Kurban

Garut News ( Rabu, 17/09 – 2014 ).

Domba Garut (Ovis Aries). Foto : John Doddy Hidayat.
Domba Garut (Ovis Aries). Foto : John Doddy Hidayat.

Selama ini pun, Kabupaten Garut, Jawa Barat, bisa menyuplai kebutuhan hewan kurban jenis domba garut (aries ovis) pada sejumlah daerah luar kabupaten menjelang Lebaran Idul Adha 1435 H/2014 tinggal dua pekan lagi.

“Sebagai kabupaten sentra ternak domba, ketersediaan domba kurban di Garut berlimpah, bahkan bisa memasok daerah lain di luar Garut. Biasanya daerah lain, terutama di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah mengambil domba kurban dari Garut,” kata Kabid Bina Usaha pada Disnakkanla kabupaten setem,pat Dida Kardiana Endang, Rabu (17/09-2014).

Kata dia, pada hari biasa saja, domba Garut yang keluar rata-rata mencapai 300-400 ekor per hari. Sedangkan total populasi domba Garut kini mencapai sekitar 1,2 juta ekor tersebar pada 42 wilayah kecamatan.

Produktivitas domba Garut cukup tinggi dengan rata-rata seekor betina melahirkan kembar dua ekor anak domba atau lebih pada satu kali kelahiran.

Masa produktifnya juga cukup lama, bisa mencapai lebih dari enam kali melahirkan. Bahkan pernah terjadi seekor domba Garut di daerah Tarogong Kaler mampu melahirkan hingga sebelas kali dengan anak dilahirkan selalu kembar.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Lantaran produktivitasnya tinggi dengan sebaran merata pada setiap wilayah bkecamatan, maka tak heran jika peningkatan populasi domba Garut di Kabupaten Garut cukup tinggi, mencapai 4% dibandingkan di daerah lain di Jawa Barat hanya berkisar 1-2% per tahun.

Dia menilai tingginya populasi domba Garut di Garut menunjukkan program Instruksi Presiden (Inpres) pada masa Orde Baru terkait penyebaran pemeliharaan ternak domba cukup berhasil.

Terbukti, pada 1990, populasi domba Garut di Garut hanya sekitar 110.000 ekor tersebar pada 18 wilayah kecamatan dari 21 kecamatan se-Kabupaten Garut.

Kini, jumlahnya melonjak mencapai 1,2 juta ekor, katanya.

“Kita targetkan 2031 nanti, populasi domba Garut di Garut bisa mencapai enam juta ekor,” katanya pula.

lantaran produktivitasnya yang tinggi pula itu, Dida mengimbau para peternak memelihara domba Garut betina sebaik mungkin, mulai pemenuhan pakan, kesehatan hingga kebersihan kandang.

Jangan sampai baru satu atawa dua kali melahirkan, domba Garut betina langsung dijual untuk diambil dagingnya.

Sebab domba Garut betina itu tak ubahnya pabrik penghasil domba bagi pada peternak itu sendiri.

Selain diambil dagingnya, katanya, domba Garut kerap dijadikan domba tangkas berharga jual sangat tinggi, mampu mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah per ekor.

Sebab karakteristiknya sangat istimewa.

Selain sifat agresif, tinggi badan domba plasma nutfah asli Garut itu bisa mencapai 100 cm berbobot badan di atas 50 kilogram, memiliki tanduk indah dan kokoh, serta sorot mata tajam. Ciri khas lainnya berdaun telinga kecil.

Mendapatkan domba, selain bisa membeli langsung dari petani peternak, calon pembeli juga mudah memerolehnya di pasar ternak pada setidaknya di lima tempat.

Sebanyak tiga di antaranya merupakan pasar ternak besar, terdiri Pasar Ternak Bayongbong memiliki luas lahan sekitar 2.014 m2 berkapasitas 800 ekor domba per hari.

Pasar Ternak Wanaraja dengan areal lahan seluas 2.562 m2 berkapasitas 800 ekor, dan Pasar Bungbulang dengan areal lahan seluas 500 m2 berkapasitas 300-500 ekor domba per hari.

“Pasar Ternak Wanaraja hanya berkapasitas 800 ekor domba, sebagialantaran lahannya digunakan penjualan ternak besar sapi,” katanya pula.

Sedangkan dua pasar ternak kecil berada di Cibodas Kecamatan Samarang, dan Balubur Limbangan. Pasar-pasar ternak tersebut sejak sepuluh hari menjelang Idul Adha biasa beroperasi setiap hari sebab melonjaknya permintaan hewan kurban.

******

Noel, jdh.

Related posts