Seks Jadi Resep Sukses di Piala Dunia 2014

RIO DE JANEIRO, Garut News ( Kamis, 03/07 – 2014 ).

Istri Robin van Persie, Bouchra. (Ist).
Istri Robin van Persie, Bouchra. (Ist).

— Padatnya jadwal latihan dan pertandingan, tempo bermain tinggi plus tekanan, menjadi rutinitas pemain sepak bola di turnamen level Piala Dunia.

Para pemain perlu cara melepas ketegangan itu, salah satunya menghabiskan waktu senggang bersama pasangan.

Namun, tak semua pelatih membebaskan pemainnya bersama pasangan masing-masing di waktu senggang.

Seperti dilaporkan Daily Mail, hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara kebebasan tersebut dan prestasi tim di Piala Dunia 2014.

Semua negara melarang pemainnya berhubungan seksual di Piala Dunia 2014 ternyata tersingkir.

Sedangkan tim dengan peraturan lebih santai tentang masalah ini mampu menikmati hasil lebih baik di lapangan.

Pemain Jerman dan Belanda diizinkan bertemu istri dan pacarnya masing-masing.

Bahkan pasangan ini boleh tinggal bersama di hotel tim.

Hasilnya, Jerman dan Belanda mampu melaju ke perempat final.

Sementara itu, Perancis, Brasil, dan Kosta Rika memiliki aturan lebih rumit tentang seks.

Pemain masih diizinkan bertemu dengan pasangannya, tetapi tak tinggal bersama dalam hotel tim.

Sedangkan pemain Argentina, Belgia, dan Kolombia baru saja dibolehkan bertemu pasangan.

Membiarkan pemain menghabiskan waktu intim dengan orang dicintai juga dilakukan Amerika Serikat, Swiss, Uruguay, dan Nigeria.

Semuanya berhasil masuk ke babak 16 besar.

Sedangkan negara melarang seks, seperti Spanyol, Rusia, dan Bosnia Herzegovina, gagal melaju ke babak kedua.

Cile dan Meksiko sebenarnya juga melarang pemain bertemu pacar atau istri, tetapi mereka hanya sampai di 16 besar.

Beberapa pelatih menekankan, seks bukanlah hal terpenting.

Arsitek Brasil Luiz Felipe Scolari mempersilakan pemainnya berhubungan intim dengan pacar atau istri, tetapi ada syaratnya.

“Para pemain bisa berhubungan seksual normal selama Piala Dunia. Biasanya seks normal dilakukan dengan cara seimbang, tetapi tak dengan cara tertentu seperti melakukan seks dengan akrobat. Kami akan memberi batas dan survei pada para pemain,” jelas Scolari.

Pelatih Kosta Rika, Jorge Luis Pinto, mengaku bahagia apabila melihat pemainnya bisa tenang setelah terlibat dalam aktivitas seksual dengan pasangannya masing-masing.

Luis Pinto percaya, seks dalam waktu lama memiliki efek merugikan buat atlet.

Seks dapat mengganggu pemain sebelum pertandingan besar.

Sayangnya, kebijakan waktu santai bersama pasangan tak dipakai Inggris.

Padahal, WAGs (istri dan pacar) para pemain Inggris kerap jadi sorotan publik.

Akibatnya, The Three Lions pun gagal klimaks dan terusir di babak penyisihan grup

Penulis : Azwar Ferdian
Editor : Reza Wahyudi
Sumber : Daily Mail/ Kompas.com

Related posts

Leave a Comment