Sekda Dikejutkan “Tragedi Lingkungan”, Nelayan Garut Panen Sampah Plastik

Sekda Dikejutkan “Tragedi Lingkungan”, Nelayan Garut Panen Sampah Plastik

286
0
SHARE
Sekda Garut Menyampaikan Penghargaan Adiwiyata.

“Diperlukan Kolaborasi Masyarakat”

Garutnews ( Rabu, 05/06 – 2024 ).

Sekda Garut H. Nurdin Yana, SH, MH dikejutkan ‘tragedi lingkungan’ yang semula menyangsikan terjadinya fenomena sangat mengenaskan, selama ini kalangan nelayan di kabupatennya kerap memanen tumpukan sampah plastik. 

“Harus segera ditanggulangi juga diantisipasi agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi,” tandasnya antara lain saat didesak pertanyaan Garutnews seusai memeringati Peringatan ‘Hari Lingkungan Hidup Sedunia’, Rabu (05/06-2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Garut.

Kepala ‘Dinas Lingkungan Hidup’ (DLH) kabupaten setempat, H. Jujun Juansyah  Nurhakim, ST, MT katakan. kebijakan penanggulangan sampah itu di antaranya diperlukan penguatan kolaborasi dengan beragam lapisan, dan komponen masyarakat.

“DLH tidak bisa sendirian menanggulanginya, melainkan sangat diperlukan pula peran serta masyarakat sejak dari hulu hingga hilir,” imbuhnya.

Sedikitnya 31 Sekolah di Garut Peroleh Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten.

Sekaligus dia juga mengharapkan semua kalangan termasuk para jurnalis, agar hendaknya bisa memberikan pemahaman supaya warga mulai dari tingkat RT, RW, Desa/Kelurahan tidak membuang sampah sembarangan.

Kebersamaan.

“Malahan jika terampil memilah sampah, selain bisa bernilai ekonomi lantaran apabila dari hulu sampai hilir seenaknya membuang sampah. Masyarakat pula yang repot juga dirugikan termasuk para nelayan Pantai Santolo,” katanya.

Lebih Banyak Ragam Jenis Sampah Plastik Diandingkan Hasil Tangkapan Ikan.

“Diperlukan Kolaborasi Masyarakat”

Sebelumnya Garutnews melaporkan, nyaris sejak beberapa tahun terakhir hingga momentum Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia saban tahun diselenggarakan, Rabu (05/06-2024), nasib pilu acap mendera para nelayan.

Mengeluarkan Sampah Plastik yang Terjaring.

“Termasuk kita yang selama ini kerap menjaring ikan di lepas bibir Pantai Santolo,” ungkap nelayan setempat, Pudin (54) kepada Garutnews di Santolo, Ahad 02/06-2024).

Dia juga bersama rekannya katakan, selama lebih satu setengah jam jaring sepanjang 200 an meter ditebar di laut kemudian ditarik kembali oleh 12 an nelayan termasuk kaum ibu dengan menelan waktu satu jam.

Menarik Jaring.

Namun setelah sampai di daratan justru bukan hanya tangkapan ikan yang diperoleh, melainkan lebih  banyak tumpukan sampah beragam jenis plastik yang paling banyak terjaring.

Sehingga para nelayan pun terpaksa kesulitan memungut hasil tangkapan tersebut dari tumpukan plastik itu.

Diawali Menarik Tali Jaring Sepanjang Ratusan Meter.

Nelayan lainnya termasuk Oman (45) juga mengemukakan, sampah plastik ini selain bersumber dari muara sungai.

Banyak pula dari pembuangan sampah para pengunjung di antaranya ragam jenis bekas kemasan makanan serta minuman ringan.

Kerja Keras Nelayan.

Sehingga kalangan nelayan sangat berharap kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Mereka mengharapkan pula supaya aparat pemerintah, tidak membiarkan kondisi seperti ini terus menerus berlangsung, imbuhnya.

Ikan Pari yang Masih Memiliki Duri Beracun.

Sedangkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada 5 Juni demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet Bumi.

Tahun ini, bertemakan “Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan”.

Super Hatihati Melepas Duri Racun dari Ekor Ikan Pari.

Tema ini guna menyoroti pentingnya pemulihan ekosistem, dan peningkatan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim, katanya.

******

Esay/Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY