Sejumlah Tokoh Dielus Menjadi Balon Ketua/Pengurus PDM

0
64 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 25/03 – 2016 ).

Drs H. Haetami, M.Si.
Drs H. Haetami, M.Si.

Menyusul berakhirnya kepengurusan “Pimpinan Daerah Muhammadiyah” (PDM) Garut periode 2010-2015 diketuai Haetami A.M., maka sejumlah tokoh dielus-elus menjadi “bakal calon” (balon) Ketua atawa Pengurus PDM baru bakal dipilih pada “Musyawarah Daerah” (Musyda) XIII Muhammadiyah 2016 ini.

Sehingga mereka pun menggelar ragam langkah penggalangan dukungan ke pengurus-pengurus cabang, ranting, bahkan “organisasi otonom” (ortom) Muhammadiyah.

Di antaranya malahan mendeklarasikan juga menyosialisasikan 13 nama untuk paket kepengurusan (anggota pleno) PDM Garut 2015-2020.

Kemudian sebagian lainnya mengusung Sekretaris PDM 2010-2015 Yusuf Safari maju menjadi Ketua PDM 2015-2020. Dia disebut-sebut mendapat cukup banyak dukungan dari kalangan birokrasi. Sedangkan Ketua PDM Haetami M.A. tak lagi mencalonkan diri, kini menjadi salah satu pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat.

Kalangan alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dari beragam angkatan/periode pun tak ingin “ketinggalan kereta” menyuarakan aspirasi mewarnai kepengurusan PDM mendatang.

Mengusung perlunya revitalisasi organisasi, mereka pun menggelar Konvensi IPM untuk PDM 2015-2020 di SMP Muhammadiyah Garut Kota, Sabtu (12/03-2016).

Hasilnya, disepakati demi kemajuan dan perkembangan persyarikatan Muhammadiyah Garut ke depan maka perlu dilakukan revitalisasi organisasi. Salah satunya keharusan kepengurusan PDM diisi mereka yang melewati pelbagai jenjang perkaderan dari bawah.

Pada Konvensi IPM itu, disepakati pula sejumlah nama alumni IPM diusung masuk sebagai anggota pleno PDM 2015-2020. Antara lain Nurdin, dan Reza Alwan.

“Muhammadiyah itu harus sampai ke akar rumput. Cabang, dan Ranting. Saatnya dilakukan regenerasi pengurus persyarikatan. Setidaknya ada kolaborasi kalangan orang tua dengan kaum muda. Mereka di Cabang pun harus mulai dirangkul ke Daerah,” ungkap peserta konvensi Nurdin, Senin (14/03-2016).

Kata dia, kepengurusan PDM diisi orang tak pernah meniti jenjang perkaderan berlaku di Muhammadiyah cenderung membuat roda organisasi kurang berjalan baik seperti diharapkan. Bahkan tak jarang mengalami stagnan.

Sehingga keberadaannya kurang menyentuh warga Muhammadiyah di akar rumput. Padahal Muhammadiyah gerakan perkaderan.

Nurdin yakin suara diusung alumni IPM mendapat tempat pada Musypimda maupun Musyda mendatang. Terlebih sejumlah Pimpinan Cabang Muhammadiyah menyatakan dukungannya.

Sekretaris Panitia Pemilihan Daerah Ahmad Maksum Tajudin katakan, Musyda Muhammadiyah XIII digelar 31 Maret hingga 2 April 2016. Musyda merupakan musyawarah menghasilkan kebijakan, dan kepemimpinan selama lima tahun ke depan di PDM.

Pada Musyda itulah dipilih 13 nama menjadi anggota pleno PDM. Selanjutnya melalui sistem formatur, dipilih Ketua PDAM berikut struktur kepengurusanya.

Namun sebelum Musyda dilangsungkan, diawali Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) 30 Maret 2016 menetapkan 39 calon tetap pimpinan dari sekitar 70 bakal calon diajukan Panitia Pemilihan, juga menetapkan tata tertib Musyda.

**********

( nz, jdh ).