Sejumlah Pedagang Tuding Pasar Darurat Sengaja Dibakar

0
37 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 18/05 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

– Diperkirakan seribu unit kios juga los pedagang kaki lima pada “tempat penampungan sementara” (TPS) Pasar Limbangan di Lapangan Pasopati Desa Limbangan Tengah Balubur Limbangan, Garut ludes diranggas kobaran api, Rabu (18/5/16).

Meski tak dilaporkan terdapat korban jiwa, tetapi kerugian para pedagang bisa mencapai miliaran rupiah.
Lantaran tak seorang pun pedagang berhasil menyelamatkan barang dagangan dalam tragedi “mencurigakan” terjadi sekitar pukul 01.00 tersebut.

Mereka hanya bisa menatap bangunan kios berikut barang dagangan yang menjadi rata dengan tanah. Sehingga beberapa pedagang perempuan hanya bisa meratap “histeris” menjerit-jerit hingga nyaris pingsan.

Isak dan tangis mereka pun berbaur teriakan penduduk berupaya memadamkan api di tengah tumbangnya bangunan kios terbakar.

Ilustrasi Sisa Puing Pasar Terbakar.
Ilustrasi Sisa Puing Pasar Terbakar.

Sejumlah pedagang menuding ada indikasi pasar darurat tersebut, sengaja dibakar pihak tertentu. Sebab, sumber api  pemicu kebakaran diketahui muncul dari tiga titik terpisah pada jajaran kios terdepan berdekatan masjid seputar lingkungan permukiman warga.

Akibatnya bangunan kios dan los terbuat dari kayu serta bahan bangunan lain mudah terbakar, sehingga api dengan cepat merambat ke bangunan-bangunan kiosnya ke arah tengah hingga paling belakang.

“Kalau misalnya dari konsleting listrik, tak mungkin api muncul dari tiga titik bersamaan. Kita juga dalam dua hari ini sebetulnya terus meningkatkan penjagaan di sekitar pasar, terutama malam hari. Kita khawatir ada aksi pembakaran pasar, karena sebelumnya tercium ada pergerakan mencurigakan dari beberapa orang tak dikenal. Tetapi yah, kemampuan kita terbatas, dan apa yang kita takutkan ternyata terjadi juga,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) Basar Suryana.

Dia menilai tragedi kebakaran Pasar Limbangan di TPS itu, tak terlepas dari buntut ketidakmampuan aparat pemerintah dan pengembang Pasar Limbangan menyelesaikan kasus pembangunan gedung baru Pasar Limbangan di Desa Limbangan Barat mendapat tentangan dari para pedagang.

“Pemindahan pedagang ke gedung baru gagal, karena pedagang masih tetap bertahan di pasar darurat sebab banyak persoalan belum tuntas. Di sisi lain, informasi tersebar apabila pada 20 Mei (2016) ini, Bupati Garut meresmikan bangunan baru Pasar Limbangan,” kata Basar.

Menurutnya, paling disesalkan dan membuat para pedagang bingung, selain seluruh barang dagangannya ludes, sebagian besar mereka justru baru saja menambah pesanan barang menghadapi ramainya transaksi jual beli menjelang Ramadhlan.

Akibat kejadian kebakaran ini, beban ekonomi para pedagang bertambah berat. Jangankan menebus utang ke perbankan, berdagang pun tak bisa karena semua modalnya hangus.

Karena itu, kata Basar, pihaknya kini membuat Posko mendata kerugian diderita para pedagang, dan membahas sejumlah langkah akan dilakukan mereka paska kebakaran.

Pada peristiwa kebakaran tersebut sempat terjadi aksi penghadangan warga terhadap mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan Pemkab Garut ke lokasi. Sampai-sampai sopir salah satu mobil Damkar lari meninggalkan kendaraannya menghindari kerubutan warga emosional.

Warga kecewa keterlambatan penanganan petugas Damkar. Mobil Damkar baru tiba di lokasi sekitar pukul 02.30 WIB, ketika seluruh bangunan kios dan los di pasar darurat ludes terbakar. Padahal kejadian kebakaran sudah dilaporkan ke Polsek Limbangan sekaligus dimintakan menghubungi petugas Damkar sekitar pukul 01.00 WIB.

“Padahal begitu kebakaran diketahui, pukul satu itu, kita langsung lapor ke Polsek Limbangan dan meminta menghubungi Damkar diturunkan ke lokasi. Mobil Damkar justru baru tiba di lokasi ketika semua kios ludes,” tandas Basar, sangat menyesalkan.

*******

( nz, jdh ).