Sedikitnya Delapan Lokasi Akses Masuk Segera Diblokir

0
17 views
Lintasan Majalaya - Garut.
Lintasan Bandung-Garut Via Jalan Cijapati.

“Menembus Angka 1.157 Kasus”

Garut News ( Rabu, 01/04 – 2020 ).

Pascatemuan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut, Pemkab setempat memberlakukan pembatasan sosial berskala besar. Di antaranya melakukan pengetatan pembatasan pergerakan warga terutama kedatangan mereka dari luar daerah.

Dimaksudkan mendeteksi sekaligus mencegah masuknya penduduk terindikasi terpapar corona, sehingga direncanakan segera memblokade sedikitnya delapan titik lokasi jalur jalan akses masuk. Apalagi bertepatan menjelang Ramadlan diperkirakan berkisar 50-70 ribu warga asal Garut pulang kampung dari kota-kota besar merupakan daerah zona merah.

Kedelapan titik jalur masuk tersebut terdiri Kadungora, Balubur Limbangan arah Cibiuk, Pasar Bandrek, Cilawu, Samarang arah Majalaya, Rancabuaya perbatasan Cidaun Cianjur, Talegong perbatasan Pangalengan Bandung, dan Cibalong perbatasan Cipatujah Tasikmalaya.

Bupati Rudy Gunawan katakan, setiap penduduk melintas pada titik-titik jalur masuk ini diperiksa intensif kondisi kesehatannya. Pada titik lokasi itu juga dipasang tenda, bahkan disiagakan petugas medis beserta kendaraan ambulans.

“Selain pemeriksaan ketat, kini boleh ada karantina terbatas. Jadi, kalau saya sekarang melakukan karantina satu kecamatan itu diperbolehkan,” katanya, Selasa (01/04-2020).

Dikemukakan, langkah pengetatan pemeriksaan kesehatan terhadap warga masuk Garut, guna memastikan kesehatan dan keamanannya bagi keluarganya di rumah juga lingkungannya.

”Kita tahu, banyak penduduk asal Garut kini hidup di luar daerah kesulitan beraktivitas usaha di sana. Data dari Kodim 0611 Garut, hasil temuan intelijen diperkirakan ada 70 ribu lebih pemudik bakal pulang ke Garut. Meski Pemkab sendiri melalui statistik kasar sekitar 50 ribu lebih. Namun data kita gunakan dari Pak Dandim,” katanya pula.

Ricky R Darajat.

“Menembus Angka 1.157 Kasus”

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 kabupaten setempat, Ricky R Darajat, SH katakan, Covid-19 Positif masih tetap satu kasus dirawat di RSUD dr. Slamet.

Hari ini menginjak hari ke-10 perawatan, artinya tinggal menunggu
hari ke-14 dan ke-15 untuk diambil sampel ulang guna memastikan yang bersangkutan kondisinya sehat dalam artian tak ditemukan lagi virus corona dalam sampel diperiksa laboratorium rujukan di Bandung.

Hari ini pun terdapat perubahan jumlah PDP dirawat, semula kemarin delapan
orang sekarang tinggal empat orang PDP (Laki-laki 66 tahun, laki-laki 2 tahun, Perempuan 9 bulan, dan laki-laki 4 tahun).

Pada hari ini juga dilakukan tracing lanjutan kepada kontak erat risiko tinggi dengan kasus konfirmasi positif yaitu enam orang, hasil rapid test semuanya dinyatakan negatif.

Sehingga keseluruhan kontak erat risiko tinggi sampai saat ini berhasil diperiksa kontak erat menjadi 34 orang.

Sedangkan total kasus (ODP, PDP dan Konfirmasi +) menembus angka 1.157
kasus, terdiri ODP : 1.140 kasus (141 kasus baru, 27 dalam perawatan, 115 selesai pemantauan, dan 998 dalam pemantauan).

Kemudian PDP 16 kasus (empat kasus sedang dalam perawatan dan 12 kasus selesai pengawasan dan dipulangkan dari RSUD dr. Slamet), ungkap Ricky R Darajat.

********

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here