Sedikitnya 63.901 Penduduk Cibatu Dilanda Krisis Air Bersih

“Terpaksa Mengonsumsi Air Keruh dan Kotor”

Garut News ( Kamis, 25/09 – 2014 ).

Tanah Terbelah Kekeringan, Tanaman Meranggas Mati.
Tanah Garut Utara Terbelah Kekeringan, Tanaman Meranggas Mati.

Dari 21.825 Kepala Keluarga (KK) atawa 73.201 penduduk wilayah Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat, kini terdapat sedikitnya 65.901 penduduk dilanda krisis air bersih.

Lantaran selama ini semakin didera dampak kemarau.

Sehingga banyak di antara mereka terpaksa mengonsumsi air Sungai Cimanuk, padahal kondisinya juga keruh bahkan relatif kotor.

Tanaman Jagungpun Meranggas Kering.
Tanaman Jagungpun Meranggas Kering.

Sedangkan sekitar 7.300 an penduduk lainnya, selama ini bisa mengonsumsi air langganan PDAM meski kerap hanya mengalir sebesar ekor tikus, ungkap warga setempat termasuk Harun(65) kepada Garut News, Kamis (25/09-2014).

Kepala Seksi Tramtib kecamatan setempat, Asep Busro katakan sedikitnya 65.901 penduduknya kini dilanda krisis air bersih tersebut, tersebar pada seluruh 11 desa atawa 40 lingkungan RW.

Asep Busro.
Asep Busro.

Bahkan krisis air bersih ini, juga termasuk mendera 5.004 KK atawa sekitar 20 ribu penduduk miskin, mereka juga seluruhnya tersebar pada wilayah seluas 3.516,486 hektare, ujarnya.

Masing-masing di Desa Cibatu, Mekarsari, Cibunar, Sindangsuka, Kertajaya, Sukalilah, Padasuka, Karyamukti, Girimukti, Keresek, serta pada Desa Wanakerta.

Dikemukakan Asep Busro, kekeringan lantaran kemarau itu meranggas merata pada setiap seluruh 11 desanya.

Kondisi tanaman Padi yang Fuso.
Kondisi tanaman Padi yang Fuso.

Maka areal persawahan dan kebun, terpaksa selama ini hanya berharap sumber air dari tadah hujan, ungkapnya, lirih.

Diakui Asep Busro, memang terdapat pasokan bantuan air bersih dari tanki PDAM, namun ternyata masih belum sepenuhnya bisa menjadi jaminan bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehari hari, tandasnya.

Karena itu, masyarakat sangat mengharapkan terdapat penambahan pasokan bantuan air bersih secara intens.

Sebab dampak kekeringan lantaran kemarau ini, terindikasi bisa menimbulkan keresahan masyarakat yang semakin meluas.

Sehingga kian mendesak kudu segera diantisipasi sedini mungkin, imbuhnya menyerukan.

********

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment