Sedikitnya 245.000 Rumah Tangga Garut Belum Berlistrik

“194.000 rumah tangga di antaranya berkondisi rumah tangga miskin”

Garut News ( Sabtu, 04/10 – 2014 ).

Penduduk Kampung Papandak Wanaraja Garut Ini, Nyambung Listrik dari Tetangga. (Foto : John Doddy Hidayat).
Penduduk Kampung Papandak Wanaraja Garut Ini, Nyambung Listrik dari Tetangga. (Foto : John Doddy Hidayat).

Meski Kabupaten Garut penghasil energi listrik, tetapi rasio elektrifikasi pada wilayah tersebut masih relatif rendah, atawa hanya sekitar 64%.

Padahal daerah ini memiliki “Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi” (PLTP) dikelola Chevron Geothermal Indonesia (CGI), dan pembangkit listrik microhydro di wilayah selatan Garut.

Namun pemanfaatan energi listrik dikelola CGI di kawasan Darajat Kecamatan Pasirwangi itu, selama ini memasok kebutuhan interkoneksi listrik Jawa dan Bali.

Kabid Energi dan Kelistrikan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan kabupaten setempat, Siswanto katakan, hingga kini dari sekitar 2,5 juta penduduk kabupatennya, ternyata masih ada 245.000 rumah tangga belum tersentuh listrik.

Warga Miskin Belum Miliki Listrik Sendiri. (Foto : John Doddy Hidayat).
Warga Miskin Belum Miliki Listrik Sendiri. (Foto : John Doddy Hidayat).

Bahkan sekitar 194.000 rumah tangga di antaranya berkondisi rumah tangga miskin.

“Penduduk belum tersentuh energi listrik tersebut tak hanya di pelosok, tetapi juga di Garut Kota. Juga bukan hanya kalangan miskin, yang mampu juga masih banyak belum tersentuh listrik PLN. Pemasangan listrik juga tak mudah lantaran ada jalurnya,” katanya.

Kendati umumnya pemasangan jaringan listrik mencapai kantor desa, namun tak otomatis menjangkau rumah penduduk tersebar di desa tersebut.

Pada sejumlah lokasi, kata dia, penduduk mendapatkan penerangan listriknya dari mencantel atau mencolok dari warga lain terpasangi jaringan listrik.

Banyak juga warga masih mengandalkan penerangannya dari lampu tempel atawa tenaga accu.

Sedangkan penyebab hambatan rendahnya elektrifikasi di Kabupaten Garut, ungkap Siswanto, antara lain sulitnya pembangunan jaringan listrik sebab terbentur kondisi geografis berat dan tak mudah dijangkau.

Terutama di wilayah selatan Garut. Juga kondisi kemampuan masyarakat dari kalangan miskin sulit menjadi pelanggan PLN.

Walaupun pemerintah berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi dengan mengucurkan program pemasangan listrik pedesaan gratis, jumlahnya masih minim dibandingkan kebutuhan lantaran terbatasnya anggaran.

“Tahun ini ada bantuan pemasangan listrik PLN dari APBN untuk 9.064 rumah tangga melalui program Lisdes (Listrik Pedesaan). Ini sangat membantu. Sebab kalau hanya mengandalkan APBD Garut, entah berapa tahun elektrifikasinya bakal meningkat cukup merata,” kata Siswanto.

Dikemukakan, pada 2014 ini, APBD Garut hanya mampu membantu pemasangan listrik untuk 720 KK. Dana pemasangan listrik tersebut bersumber dari “Coorporate Sosial Responsibility” (CSR) perusahaan pembangkit listrik di Garut.

“Kita ingin 2015 ada penambahan pemasangan listrik program Lisdes menjadi sekitar 1.200 KK. Kita juga berharap ada CSR untuk pemasangan listrik bagi warga di ring satu dan ring dua kawasan PT CGI, yaitu Kecamatan Pasirwangi, Samarang, dan Sukaresmi,” imbuh Siswanto.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment