Sedikitnya 113 Pasutri Garut Didera Kasus HIV/AIDS

by

Garut News ( Kamis, 14/08 – 2014 ).

Foto : Hidayat.
Foto : Hidayat.

Dari 378 kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sekurangnya 113 kasus di antaranya kini masih mendera “Pasangan Suami-istri” (Pasutri).

Sedikitnya 113 penderita HIV/AIDS dari kalangan Pasutri tersebut, terdiri 107 perempuan, serta enam laki-laki, ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit pada Dinkes kabupaten setempat, Tatang Wahyudin kepada Garut News, Kamis (14/08-2014).

Sedangkan dari total 378 penderita hingga akhir Juli 2014 itu, terdiri 280 penderita AIDS, dan 98 penderita HIV, sebanyak 133 di antaranya meninggal dunia.

Tatang Wahyudin. (Foto : Hidayat).
Tatang Wahyudin. (Foto : Hidayat).

Juga terdapat tiga penderita Tb. HIV, dua di antaranya meninggal dunia, katanya.

Dikemukakan, selama ini jasa layanan diberikan bagi setiap penderita berupa layanan menyeluruh berkesinambungan.

Lantaran di Kabupaten Garut terdapat delapan Puskesmas khusus bisa melakukan test HIV, serta penyakit “insfeksi menular seksual” (IMS).

Sedangkan pada rumah sakit, berupa layanan kuratif atawa proses pengobatan dan perawatan, antara lain pemberian jenis obat “anti retrovilar” (ARV).

Bahkan, selama enam hari sejak Senin (11/08-2014) diselenggarakan pelatihan “Prevention Mother To Child Transmition” (PMTCT), atawa pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak.

Diikuti 60 peserta pada dua angkatan masing-masing selama tiga hari, terdiri kalangan dokter, bidan, serta perawat, agar pengetahuan dan keterampilan mereka bisa lebih meningkat.

Khususnya dalam menata laksanakan penanganan kasus HIV/AIDS, dan upaya pencegahan penularan secara deteksi dini pada kalangan ibu hamil, yang mendapat jasa layanan institusi kesehatan peserta pelatihan.

Deteksi dini bagi ibu hamil, juga dimasudkan pada proses penanganan persalinan jika terinsfeksi HIV/AIDS, maka penanganan juga beda.

Dengan menerapkan protap atawa “standar operasional prosedur” (SOP) khusus.

Didesak pertanyaan mengenai wabah jenis penyakit ebola, Tatang Wahyudin katakan, pencegahan perlu gencar dilakukan.

Antara lain upaya antisipasi bagi kalangan jemaah haji, dan umroh sehingga kini mulai disiapkan sosialisasi, berupa penyuluhan tentang bahaya penularan jenis penyakit ini.

Selain itu, patut pula dilakukan upaya deteksi pada setiap Bandara dan Pelabuhan Laut, katanya.

********

Esay/ Foto : Hidayat.