Sebulan Penuh Seluruh Koleksi Satwa Cikembulan Dimanjakan

0
26 views

“Marhaban Ya Ramadhan, Manager Rudy Arifin, SE Bersama Seluruh Pengelola Taman Satwa Cikembulan Menyampaikan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1436 H, Bertaburan Nikmat Karunia Illahi Sepanjang Bulan Ramadhan. dan Malam Seribu Bulan”.

Garut News ( Selasa, 16/06 – 2015 ).

Taman Satwa Cikembulan Humanis Menyambut Setiap Pengunjung. (Foto: John Doddy Hidayat).
Taman Satwa Cikembulan Humanis Menyambut Setiap Pengunjung. (Foto: John Doddy Hidayat).

Seluruh pengelola Obyek Wisata Taman Satwa Cikembulan, seperti tahun-tahun sebelumnya setiap memasuki Puasa Ramadhan, menyiapkan hadapi masa rehat dari ragam aktivitas wisata selama sebulan penuh berkah tersebut.

Selama sebulan penuh, setiap satwa koleksi dimiliki taman satwa itu, dibiarkan menikmati suasana sunyi sunyi. dan terputus sementara dari nteraksi dengan para pengunjung.

Selama sebulan itu, ragam jenis satwanya dimanjakan mendapat perawatan penuh para pengelola. Sehingga taman satwa ini kembali dibuka pada Idulfitri mendatang.

“Selama Ramadan, aktivitas kita hanya merawat satwa dan berbenah fasilitas tersedia. Tetapi kita fleksibel. Silakan saja kalau memang ada yang berkunjung. Lantaran memang biasa pada Ramadan ada saja satu dua wisatawan berkunjung, meski pintu gerbang tetap kita tutup,” ungkap Manajer taman satwa tersebut, Rudy Arifin, SE Selasa (16/06-2015).

Kendati penutupan aktivitas wisata itu, agenda tahunan. Namun pihaknya tetap mesti memutar otak menyiasati pemenuhan pelbagai kebutuhan.

Taman Satwa Cikembulan Kadungora, Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).
Taman Satwa Cikembulan Kadungora, Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).

Mulai kebutuhan biaya pakan satwa hingga pemeliharaan fasilitas pengunjung. Dengan terhentinya aktivitas wisata, maka pemasukan dari retribusi pengunjung juga otomatis terhenti.

Apalagi menghadapi persoalan klasik,  berupa mahalnya pakan satwa terutama daging dan buah-buahan kerap terjadi setiap memasuki Ramadhan.

Padahal biaya operasional taman seluas sekitar lima hektare ini, cukup tinggi. Rata-rata mencapai sekitar Rp70 juta setiap bulan.

Biaya operasional tersebut diperoleh dari pengelolaan tiket masuk  pengunjung. Termasuk biaya pembelian pakan, obat-obatan, serta pembayaran sekitar 24 karyawan, dan dokter hewan.

Menyiasati kondisi tersebut, kata Rudy Arifin, tak ada jalan lain kecuali berusaha mengoptimalkan sebagian pendapatan diperoleh sewaktu ramai kunjungan libur sekolah, pada beberapa hari menjelang Ramadhan tiba.

Dia optimis tingkat kunjungan wisatawan ke Taman Satwa Cikembulan terus naik. Selain keberadaanya semakin dikenal masyarakat, ragam pembenahan fasilitas serta penambahan koleksi satwa dan fauna pun, terus dilakukan.

Termasuk penambahan fasilitas kolam angsa di atasnya terbentang jembatan gantung menghubungkan beberapa sarana wisata bernuansa alami di sana.

Koleksi satwa di Taman Satwa Cikembulan kini mencapai 560 ekor, terdiri atas 114 spesies kelas aves (burung), reptil, mamalia, serta primata.

********

Noel, Jdh.