Satu Dari Setiap 500 Penduduk Garut Terinsfeksi HIV/AIDS

0
97 views
Wabup Garut Pada Seminar Hari Aids Sedunia.

“Semakin Diperparah Mendominasinya Faktor Resiko ‘Laki Sex Laki’ (LSL)”

Garut News ( Selasa, 05/12 – 2017 ).

Wabup Garut Pada Seminar Hari Aids Sedunia.

Fenomena gunung es terhadap temuan populasi terinsfeksi HIV/AIDS merupakan “sinyal” yang harus kita waspadai bersama guna mencegah penyebaran penularannya, lantaran kini satu dari sekitar 500 penduduk Kabupaten Garut terinsfeksi jenis penyakit tersebut. 

Seminar Rangkaian Hari AIDS Sedunia di Garut, Selasa (05/12-2017).

Demikian antara lain diserukan Wakil Bupati Garut, dr H. Helmi Budiman saat didesak pertanyaan Garut News, Selasa (05/12-2017), mengenai kondisi saat ini yang juga “semakin diperparah didominasi faktor resiko ‘Laki Sex Laki’ (LSL)”. 

Dia mengingatkan, senantiasa sangat mendesak segera diperlukannya “pola asuh” anak yang baik, dan sehat di dalam bingkai setiap rumah tangga yang juga harmonis dalam setiap kehidupan keseharian.

dr Gina. S Nara Sumber dari KPA Garut.

Selan itu, senantiasa diperlukan pula terjaminnya tatanan pola pergaulan lingkungan yang juga berkondisi baik, serta menyehatkan.

Imbuh Wakil Bupati seusai membuka penyelenggaraan “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yang dikemas pada Seminar Cegah HIV/AIDS Dengan Menghindari Sex Bebas, dan Narkoba” di Gedung Islamic Center Garut.

Nara Sumber dari BNN Garut.

Seminar diikuti sedikitnya 200 peserta, antara lain terdiri kalangan mahasiswa termasuk akademisi lainnya.

Derlangsung sarat dinamika, yang diwarnai dialog interaktif maupun tanya jawab peserta dengan nara sumber dari Komisi Penanggulangan AIDS/KPA, BNN, serta Dinkes setempat.

Berlangsung Dialog Interaktif.

Wakil Bupati pun detail mengemukakan, upaya pencegahan berupa “Abstinsence, Befaithfu, Condom, serta Save Equlpment”. 

Maka jangan cederai keluarga atau setia pada pasangan, jika perlu memanfaatkan kondom bagi yang sudah menikah, hindari penyalahgunaan narkoba termasuk narkoba injeksi, juga hindari segala alat yang tak steril.

“Namun yang paling penting, adanya komitmen dari hati dan diri kita, untuk senantiasa berpola hidup sehat, dan baik,” tandas Wakil Bupati.

“Satu Dari 500 Penduduk Garut Terinsfeksi HIV/AIDS” 

Kabid Pengendalan Penyakit Menular pada Dinkes Garut, dr Janna Selaku Ketua Penyelenggara Seminar.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten setempat, dr H. Tenni Sewara Rifai, M.Kes kepada Garut News juga menambahkan kini berkondisi satu dari setiap 500 penduduk kabupatennya terinfeksi HIV/AIDS.

Hal berdasar dari 8.440 penduduk terdiri 2.290 laki-laki, dan 6.150 perempuan di kabupaten setempat yang di tes HIV/AIDS selama rentang waktu Januari hingga Oktober 2017, ada temuan baru 59 individu di antaranya positif terinsfeksi HIV/AIDS meliputi 48 laki-laki, dan 11 perempuan.

Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Dinkes Garut, Hj. Eulis Dahniar, SKM Memandu Seluruh Proses Maupun Rangkaian Seminar.

Dari 59 terinsfeksi positif HIV/AIDS ini. Selain didominasi usia produktif berkisar 25 – 49 tahun, juga didominasi 27 terinfeksi HIV akibat LSL sebagai populasi terbanyak HIV Positif.

Juga dari 59 terinsfeksi penyakit tersebut, ada delapan di antaranya positif terinsfeksi AIDS terdiri tiga laki-laki, serta lima perempuan.

Dipastikan mulai terkena insfeksi pada usia berkisar 15 hingga 20 tahun, lantaran masa inkubasi virusnya selama rentang waktu antara tiga hingga 15 tahun.

Para pelaku LSL meliputi individu berperan sebagai laki-laki umumnya berpendidikan menengah ke atas. Sedangkan individu yang berperan perempuan umumnya berpendidikan menengah ke bawah.

Rangkaian Dialog Interaktif Dengan Peserta Seminar.

Selama Januari hingga Oktober 2017 pun, diselenggarakan tes “Insfeksi Sex Menular”(IMS) terhadap 297 penduduk, terdiri 29 laki-laki, serta 268 perempuan.

Sebelumnya temuan baru di kabupaten ini, sejak Januari hingga September 2017 terdapat 43 kasus terinfeksi HIV/AIDS yang  didominasi pula degradasi moral penyimpangan perilaku LSL mendera 26 individu.

Peserta Seminar Peroleh Bingkisan.

Kemudian masing-masing dialami empat waria dan penasun (pengguna jarum suntik narkoba), serta sembilan kasus masyarakat umum.

Sehingga selama dua bulan terakhir ada penambahan 16 kasus, atau delapan kasus setiap bulan yakni dari 43 kasus (akhir September 2017) menjadi 59 kasus (Oktober 2017).

Malahan selama rentang waktu tersebut, LSL terisnfeksi HIV positif juga bertambah satu kasus dari 26 kasus menjadi 27 kasus.

Mereka seluruhnya berusia produktif berkisar 20 hingga 45 tahun, terdiri 36 terinfeksi HIV, tujuh AIDS, serta tiga meninggal dunia lantaran terinfeksi AIDS selama rentang waktu Januari hingga September 2017.

“Akibatkan 169 Tewas Mengenaskan”

Menjalin Soliditas.

Pada momentum Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2017 ini, menunjukan semakin mencemaskannya penyebaran populasi yang terinsfeksi positif jenis penyakit tersebut, di Kabupaten Garut.

Bahkan dari sedikitnya 410 populasi terinsfeksi positip HIV/AIDS hingga akhir Maret 2015. Mereka tersebar pada 26 wilayah kecamatan di kabupaten ini. Terdapat 138 populasi di antaranya tewas mengenaskan.

Kebersamaan.

Sedangkan sampai Oktober 2017 populasinya bertambah menjadi sedikitnya 610 penduduk terinsfeksi HIV/AIDS positif, tersebar pada 31 dari 42 kecamatan di kabupaten setempat.

Dengan kasus terbanyak di wilayah Kecamatan Garut Kota, disusul Tarogong Kidul, dan di Kecamatan Tarogong Kaler.

“Mereka terinsfeksi jenis penyakit itu, terdapat 67 kasus di antaranya temuan baru pada Januari hingga Oktober 2017 ini, sebelumnya hingga 2016 terdapat 524 kasus” ungkap Guntur Yana Hidayat.

Sebanyak 67 kasus temuan baru ini terdiri 59 HIV Positif, serta delapan positif AIDS berusia produktif berkisar 15 hingga 49 tahun.

Pentingnya Dokumentasi.

Sehingga sejak akhir Maret 2015 hingga Oktober 2017 di Kabupaten Garut terdapat penambahan populasi terinsfeksi HIV/AIDS positif mencapai 200 kasus, demikiian pula penyebarannya kian meluas dari 26 wilayah kecamatan menjadi 31 kecamatan.

Maupun bertambah meluas pada lima wilayah kecamatan lainnya, dengan korban tewas mencapai ratusan populasi, atau sedikitnya 169 tewas mengenaskan, ungkapnya.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.