Sarana Jalan Garut Tak Mendukung Industri Pariwisata

Garut News ( Jum’at, 01/08 – 2014 ).

Meski Sekalpun Kampung Panawuan, Sukajaya, Tarogong Kidul, Garut, Jabar, Kini Menjadi Desa Wisata, Tetapi Kondisi Sarana Jalan Masih "Amburadul". (Foto: John Doddy Hidayat).
Meski Sekalpun Kampung Panawuan, Sukajaya, Tarogong Kidul, Garut, Jabar, Kini Menjadi Desa Wisata, Tetapi Kondisi Sarana Jalan Masih “Amburadul”. (Foto: John Doddy Hidayat).

Serbuan wisatawan berkunjung ke Garut menjadikan sarana jalan menuju sejumlah objek wisata, selama tiga hari terakhir mengalami kemacetan.

Sebab beragam jenis kendaraan roda dua dan roda empat digunakan mereka, ternyata hanya bisa bergerak merayap, bahkan tersendat.

Seperti pada lintasan jalur menuju Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Talaga Bodas Pangatikan, Pantai Sayangheulang Pameungpeuk, Pantai Santolo Cikelet, dan Pantai Rancabuaya Caringin.

Demikian pula akses menuju kawasan pemandian air panas Cipanas Tarogong Kaler, serta Kawasan Darajat Pasirwangi.

Seorang wisatawan, Haniful Q(36), mengaku kemacetan parah terasa ketika pulang dari TWA Kawah Talaga Bodas menuju rumah orang tuanya di Pataruman Tarogong Kidul pada Rabu (30/07-14).

Dia bersama rombongan turun dari TWA Kawah Talaga Bodas sekitar pukul 14.00 WIB, bisa tiba di rumah sekitar pukul 18.30 WIB.

Padahal jarak TWA Talaga Bodas ke Pataruman hanya sekitar 22 kilometer.

“Lintasan jalan ke Talaga Bodas juga sudah macet. Hendak sampai ke rumah juga macet. Paling parah dari Karangpawitan ke rumah ditempuh dalam waktu dua jam. Padahal biasanya hanya beberapa menit,” ujar Haniful mengaku berwisata ke TWA Talaga Bodas menggunakan sedan.

Ungkapan senada dikemukakan Budi Cahyadi(48) warga Pameungpeuk.

Dia mengemukakan kemacetan parah terjadi pada gerbang masuk kawasan wisata pantai Sayang Heulang Pameungpeuk, dan pantai Santolo Cikelet.

Kata dia, kondisi tersebut biasa terjadi bukan hanya musim liburan lebaran melainkan liburan panjang lainnya.

Seperti liburan sekolah, dan liburan pergantian tahun.

“Saya lihat selama tiga hari lebaran saja, pengunjung ke pantai selatan ini tak kurang dari 200 ribu,” ungkap Ketua Komunitas Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Jabar Selatan itu.

Tokoh masyarakat Caringin, Cece Rizki katakan, pasca-Lebaran, kemacetan pun terjadi di kawasan wisata pantai Rancabuaya.

Dia menyebutkan, diduga para wisatawan bukan hanya berasal dari Garut melainkan dari luar Garut.

Ini terlihat dari nomor kendaraan digunakan mereka, baik roda dua atawa roda empat.

“Kemarin-kemarin macet luar biasa. Hari ini kelihatannya mulai surut. Tetapi kemungkinan bakal macet lagi nanti Ahad (03/08-2014),” katanya.

Kemacetan pun, menyergap jalur akses menuju kawasan wisata pemandian air panas Cipanas Tarogong Kaler, dan Darajat Pasirwangi.

Kemacetan bahkan terjadi mulai kawasan Bundaran Simpang Lima dan pertigaan Jalan Raya Samarang – Jalan Otista Tarogong Kidul, lintasan pertemuan arus kendaraan dari arah Tasikmalaya, Garut Kota, dan selatan Garut menuju Bandung atawa sebaliknya.

Pihak Disbudpar kabupaten setempat, sebelumnya mengakui kemacetan kerap terjadi pada kawasan wisata di Garut, lantaran memang kondisi akses jalan tak memadai.

Ruas jalan kurang bagus, dan sempit.

Begitu juga fasilitas perparkiran kendaraannya.

“Kapasitas jalan tersedia memang tak mampu menampung lonjakan volume kendaraan berdatrangan, dan melintas. Meski dikoordinasikan dengan stake holder terkait,” ujar Kepala Disbudpar Mlenik Maumeriadi.

******

Noel, JDH.

Related posts