Sapi Kurban At Tauhid Setda Garut “Cacingan”

by

Garut News ( Senin, 06/10 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Tim pemeriksa dari “Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan” (Disnakkanla) Kabupaten Garut, menemukan banyak hewan kurban terutama sapi berpenyakit cacing hati (fasciola hepatica) .

Hal itu diketahui setelah dilakukan post mortem (pemeriksaan daging dan bagian lain setelah penyembelihan) terhadap hewan kurban tersebut.

 

Bahkan ironinya, dari hasil pemeriksaan post mortem terhadap hewan-hewan kurban itu, kasus sapi kurban berpenyakit cacing hati, malahan justru paling banyak ditemukan di lingkungan perkantoran Setda Garut.

Kabid Keswan dan Kesmavet Disnakkanla setempat, R Iman Budiman melalui Kepala Seksi Kesehatan Hewan Elit Maryona katakan pada hari pertama tasyrik pasca-Idul Adha 1435/2014 H Tim melakukan pemantauan.

Di antaranya memeriksa lima ekor sapi, dan seekor domba di lingkungan Masjid At Tauhid perkantoran Setda Garut, serta 14 ekor sapi di lingkungan kantor Dinas Pendidikan, dan dua ekor sapi di Rumah Potong Hewan.

Hasilnya, dari pemeriksaan terhadap 19 ekor sapi disembelih ini ditemukan sembilan sapi di antaranya positif terjangkit penyakit hati. Sedangkan lainnya dinyatakan sehat.

“Memang secara fisik luar saja sudah bisa diprediksi karena sapi di Pemda kurus-kurus, dan kecil. Mungkin harganya lebih murah. Sebenarnya disarankan ke panitia supaya diganti dengan yang sehat, tapi mereka kan hanya menerima pemberian. Tak beli langsung,” ungkap Elit.

Temuan kasus sapi kurban terkena penyakit cacing hati di lingkungan Masjid At Tauhid Seta Garut bahkan terjadi setiap tahun.

Pada Idul Adha tahun sebelumnya juga ditemukan dari sapi kurban, dua di antaranya positif terkena penyakit cacing parah.

Elit mengemukakan, hewan-hewan kurban terkena cacing hati, bagian hatinya tak laik dikonsumsi, dan harus diapkir.

Sedangkan bagian dagingnya masih bisa dimasak dan dikonsumsi.

Sehari sebelumnya, Tim Disnakkanla juga melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap sejumlah hewan kurban pada beberapa tempat, dan masih ditemukan sapi berpenyakit cacing.

Pada Ahad (05/10-2014), dari pemeriksaan terhadap 12 sapi kurban di lingkungan Masjid Agung Garut, ditemukan empat di antaranya berpenyakit cacing hati.

Dari delapan sapi kurban di lingkungan Nurul Falah juga ditemukan seekor di antaranya positif berpenyakit cacing hati.

Sedangkan empat sapi kurban di lingkungan Masjid Patriot dinyatakan sehat.

Pada Sabtu (04/10-2014), Tim Disnakkanla juga melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap 18 sapi, dan seekor domba kurban di lingkungan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Garut, serta 20 sapi di lingkungan Masjid Muhammadiyah Lio Garut, tujuh sapi di lingkungan Aisyiah, serta delapan sapi di lingkungan pabrik dodol Picnic.

Dari total 43 sapi kurban diperiksa hari itu, hanya enam di antaranya ditemukan berpenyakit cacing.

Ditanya mengenai asal sapi kurban terkena penyakit cacing hati dalam pelaksanaan penyembelihan kurban tahun ini, Elit katakan pihaknya belum mengetahui pasti.

“Sewaktu (panitia) ditanya, (jawabnya) beli dari luar. Mungkin dari Jawa. Tapi belum jelas, Jawa Tengah, atau Jawa Timur. Kita mau monitor lagi nanti,” katanya.

Dikatakannya, prihatin atas masih ditemukannya banyak kasus sapi kurban terkena penyakit cacing di Kabupaten Garut.

Padahal pihaknya sering melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan ternak, terutama untuk keperluan ibadah kurban.

Termasuk tata laksana penyembelihannya secara Syari’at Islam.

Karena itu, dia meminta persoalan ini mendapat perhatian serius semua pihak. Namun begitu, dia meyakinkan sejauh ini di Kabupaten Garut tak ditemukan hewan kurban terjangkit penyakit zoonosis berbahaya dan menular, seperti anthrax, dan brucellosis.

******

Noel, Jdh.