Santri Yadul ‘Ulya Diingatkan Jangan Menjadi Bagian Permasalahan

0
21 views
Ust. Sulaiman Farouq.

“Sebelum Menawarkan Solusi Jadilah Contoh”

Garut News ( Sabtu, 18/01 – 2020 ).

Setiap seluruh santri di Ponpes Modern Digital Yadul ‘Ulya Garut diingatkan jangan menjadi bagian dari permasalahan, melainkan harus bisa menawarkan solusi. Namun sebelumnya menjadilah contoh keteladanan.

“Menekuni ilmu keagamaan pada pesantren yang mandiri lewat Alqur’an ini, selain tekun membaca ayat suci tersebut juga harus bisa memahami bahkan mengamalkannya,” imbuh Ust. Sulaiman Farouq.

Berkumpul Menghafal Haditst Seusai Shalat Jum’at.

Pada khutbah Jum’at di masjid sementara kampus peradaban itu, (17/01-2020), dikemukakan pula mengamalkan nilai luhur ayat suci Alqur’an. Di antaranya menghijaukan lingkungan pesantren dengan tanaman keras, dan buah-buahan.

Kembali diingatkan, lantaran selama ini kita kerap dihadapkan pada beragam jenis kedaruratan. Antara lain darurat narkoba, darurat bencana alam, serta kedaruratan lainnya termasuk darurat maksiat.

Bercengkrama Memanfaatkan Waktu Luang.

“Maka jangan sampai beragam kedaduratan tersebut, ada di lingkungan Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya,” tandas Ust. Sulaiman Farouq.

Dikemukakan pula, seluruh solusi mengatasi permasalahan itu terdapat di dalam Alqur’an.

Karenanya, kita bersama berupaya maksimal mewujudkan negeri termasuk pesantren ‘yang aman, damai, makmur yang menjadi impian semua umat, yakni baldatun thoyyibatun wa rabbun ghaffur’

Santri Yadul ‘Ulya.

Al-Qur’an menggambarkan Negeri Saba’ yang subur dan makmur di bawah kepemimpinan Raja Dawud dan Putranya Sulaiman dengan penduduknya yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada mereka. Allah SwT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِيْنٍ وَشِمَالٍ كُلُوْا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُوْرٌ

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (QS. Saba’: 15).

Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

Negeri yang makmur dan damai diungkapkan dengan kalimat Baldatun Thoyyibatun wa rabbhun ghaffur, secara bahasa berarti: ”Negeri yang baik dengan rabb Yang maha pengampun”.

Makna “Negeri yang baik (Baldatun Thoyyibatun)” bisa mencakup seluruh kebaikan alamnya, dan “Rabb yang maha pengampun (Rabbun Ghafur)” bisa mencakup seluruh kebaikan perilaku penduduknya sehingga mendatangkan ampunan dari Allah SwT.

Bukit Peradaban Yadul ‘Ulya.

Harapan, serta seruan senada juga dikemukakan Pimpinan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta.

Demikian foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (18/01-2020).

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here